Kado Dari Kota Nabi

Oleh: Hasan Husen Assagaf

Benih (Nuthfah)

Oleh: Hasan Husen Assagaf 

 

“Pintar-pintarlah kamu memilih nuthfah (benih), sesungguhnya bawaan ayah itu mewariskan kepada anak”, Hadist Rasulallah saw.

 

Saya pernah membaca makalah Fahd Al-Ahmadi, penulis Saudi, yang dimuat di surat kabar “al-Riyadh”. Makalahnya cukup bagus dan menarik. Ia mengisahkan bahwa hampir semua bayi orang Kristen yang baru lahir selalu dibaptis atau dimandikan di gereja dengan air suci. Katanya, baru baru ini ada gereja Katolik membaptis anak yang baru lahir dengan air es. Maksudnya agar dijauhkan dari ganguan Syetan dan bisa mendatangkan Ruh Kudus. Kasihannya, begitu bayi yang masih merah itu dicelup di air es ia langsung sakitan dan lama kelamaan meninggal dunia. Sudah barang tentu, cuma bayi bayi yang sehat dan kuat yang bisa bertahan hidup.

 

Terlepas dari kepercayaan tadi, katanya, inti tujuannya adalah untuk memilih di kemudian hari keturunan yang kuat dan sehat. karena tidak ada yang bisa berlangsung hidup kecuali bagi yang kuat dan sehat. Perinsip semacam ini telah digarap dari zaman Firaun dan Yunani. Dan sampai saat ini, masih berlaku dan diyakini orang banyak bahwa kehidupan tidak dimiliki kecuali bagi yang kuat dan sehat.

 

Plato (347-427 SM) telah menulis dalam kitabnya “Jumhuriah” (Republic) bahwa memilih keturunan sangat penting dalam alam kehidupan di dunia, baik bagi tumbuh tumbuhan, binatang atau manusia. Pada pasal 459 ia menjelaskan bahwa suatu keharusan untuk memilih suami atau istri dari keturunan orang baik agar mendapatkan kelak keturunan yang baik pula.

 

Di Swedia telah berlaku hukum tidak tertulis melarang mengawini orang orang berfisik lemah atau tunanetra/cacat, walaupun mereka telah diasuh oleh pemerintah di panti asuhan akan tetapi dilarang untuk dikawini dan berketurunan. Tujuanya agar tidak didapatkan di kemuadian hari keturunan dan bangsa yang lemah dan berpenyakitan. Bahkan sampai-sampai mereka melarang mengawini orang orang yang berketurunan rendah atau bukan dari penduduk asli seperti Negro, Cocas dan orang orang Asia.

 

Lee Kwan Yew di Singapura telah mengeluarkan pelaturan bagi mahasiswa2 yang memiliki otak brilliant atau genius untuk tidak dikawini kecuali dengan mahasiswi2 yang memilili otak dan kecerdikan yang sama. Hal ini demi untuk mendapatkan kelak keturunan yang berlevel tinggi dalam kecerdikannya.

 

Begitupula di Venezuela, satu satunya negara yang mempunyai Departemen Kecerdikan. Departemen ini bertujuan untuk mengumpulkan mahasisa2 yang cerdik dan genius agar dikawini dengan mahasiwi2 yang selevel dengannya. Maksudnya untuk memperbanyak atau mengembangbiaknan keturunan cerdik dan genius di kemudian hari.

 

Menurut saya, hal ini memang kelihatanya agak aneh untuk diterapkan pada zaman sekarang yang serba komplek, karena setiap orang mempunyai hak untuk berketurunan, baik dia itu orang lemah, bodoh, tunanetra, hamba sahaya atau orang yang berketurunan rendah. Dari sejarah penghidupan manusia yang kita ketahui, semakin banyak ditemukan penemuan penemuan baru semakin banyak manusia melanggar peraturan yang telah ditepakan agama dan syariat seperti pembunuhan keturunan sebelum terjadi perkawinan, aborsi, pembantaian orang orang cacat dan penguburan bayi perempuan seperti terjadi di zaman Jahiliah.

 

Dulu sebelum datangnya Islam, telah menjadi adat orang orang Arab yang memiliki keturunan rendah atau hamba sahaya mempersilahkan istri istrinya untuk ditiduri/digauli oleh orang orang yang berjiwa pahlawan, pemberani atau Sheikh Kabilah (kepala suku). Tujuannya adalah “al-Istibdhaa’ “ atau agar bisa mendapatkan benih orang hebat dan keturunan orang besar. Setelah itu Islam mengharamkan dan melarang sistim dan adat buruk yang sudah menjadi kebiasan masyarakat Arab. Akan tetapi Islam sendiri tidak menyukai perkawinan orang orang lemah dan tidak sehat demi untuk menjaga keberlangsungan generasi mendatang agar tetap sehat dan berfisik kuat. Rasulallah bersabda dalam hadistnya:  Pintar-pintarlah kamu memilih nuthfah(benih), sesungguhnya bawaan ayah itu mewariskan kepada anak”.

 

Wallahua’lam

 

 

 

 

About these ads

Juli 15, 2008 - Posted by | Nuthfah (Benih) | , , , , , , , , , , , ,

2 Komentar »

  1. Assalamu’alaikum
    Maaf yach Artikel nya tak copy
    tp tak cantumin sumbernya.
    Thanks b4
    Artikelnya bagus

    Komentar oleh fenny | Maret 14, 2009 | Balas

  2. Cukup baik artikelnya, dan memang selayaknya begitu, akan tetapi terkadang dari orang cacat secara fisik terlahir otak-otak yang genius. Mungkin yang dimaksud adalah cacat mental, karena yang cacat fisik mungkin karena kecelakaan atau yang lainnya bukan karena cacat mental dan cacat fisik.Oleh karena itu pandai pandailah kita memilah dan memilih bibit dan tempat menanam bibit, karena semua punya peran, semua mementukan. Itulah rosulullohpun mengingatkan, pilihlah jodohmu karena kecantikannya, keturunannya, harta bendanya dan karena agamanya, namun kerna agamanya yang lebih utama.Pilihlah dengan baik dan cermat serta mohon petunjul Ilahi.

    Komentar oleh Syaifullah | Desember 10, 2009 | Balas


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 72 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: