Kado Dari Kota Nabi

Oleh: Hasan Husen Assagaf

♣ Batu Dari Surga

Posted by HASAN HUSEN ASSAGAF pada Desember 20, 2008

hajar-aswad-5Hasan Husen Assagaf

 

Sekurang kurangnya ada lima tempat yang paling dicari jamaah haji atau umrah usai tawaf di Ka’bah. Yakni Multazam, Maqam Ibrahim, Hijir Ismail,  area antara Rukun Yamani dan Hajar Aswad, dan Hajar Aswad.

 

Hajar Aswad merupakan area sempit dan tempat permulaan thoaf. Sebelum thoaf kita harus memberi salam (disunahkan mengusap atau menciumnya), karena itu diperebutkan jutaan orang saat berhaji atau umrah hanya sekedar untuk menciumnya. Mencium atau mengusap Hajar Aswad di musim haji penuh perjuangan yang dahsyat. Kesombongan dan kekuatan sama sekali tak bisa diandalkan. Hanya pertolongan dan taufik dari Allah membuat seseorang dapat menikmati kemurahan Nya.

 

hajar-aswad-2  hajar-aswad-3  hajar-awad-4

 

Sekarang, kenapa batu Hajar Aswat itu dibesar besarkan dan dicium sedangkan ia hanya sebuah batu?

 

Pertanyaan ini sebetulnya sudah pernah dilontarkan khalifah kedua Umar bin Khattab ra disaati mencium Hajar Aswad. Beliau berkata kepadanya “Sesungguhnya aku tahu bahwa kamu adalah batu yang tidak mendatangkan bahaya dan memberi manfaat, kalaulah bukan karena aku pernah melihat Rasullah saw menciummu nistaya aku tidak akan memciummu” (H.R. Bukhari dan Muslim)

 

Memuliakan Hajar Aswad bukan adat orang orang Jahiliyah. Hajar Aswad berada ribuan tahun sebelum orang orang Jahiliyah menduduki Makkah. Hajar Aswad berada di sudut Ka’bah seumur dengan umur Ka’bah itu sendiri. Disaat Nabi Ibrahim as membangun Ka’bah tinggal satu bagian yang belum terpasang yaitu Hajar Aswad. Lalu nabi Ismail pergi mencari suatu. Nabi Ibrahim as berkata “Carilah sebuah batu seperti yang aku perintahkan”. Nabi Ismail mencarinya dan tidak mendapatkanya. Ia kemudian kembali ke Ka’bah, dan ia melihat di tempat tersebut telah terpasang Hajar Aswad. Maka ia berkata “Ayaku, siapa yang membawa batu ini kepadamu?’ Ibrahim berkata “yang membawanya kepadaku adalah Jibril dari langit (surga).

 

Sesungguhnya Hajar Aswad dan Maqam adalah dua buah batu diantara batu batu Yaqut (batu mulia) diambil dari surga, andaikan Allah tidak menghilangkan cahayanya niscaya sinarnya akan menerangi antara timur dan barat. (H.R. Ahmad )

 

Kita adalah umat nabi Muhammad saw yang mengikuti segala perintahnya tanpa pamrih. Apa yang dilakukan Nabi saw maka lakukanlah dan apa yang dilarang Nabi saw jauhkanlah. Mencium atau mengusap Hajar Aswad saat thoaf adalah anjuran Nabi saw karena beliau selalu menyentuhnya dengan tangannya yang lembut atau menciumnya dengan bibirnya yang mulia.

 

Demi Allah, Hajar Aswad akan dibangkitkan pada hari kiamat, Allah memberikanya mata dan lidah kepadanya agar dapat melihat dan berbicara dan memberikan persaksian terhadap orang yang menyentuhnya dengan benar dan ikhlas (Tirmidhi)

 

Itulah kemuliaan dan keluhuran Hajar Aswad disisi Allah dan Nabi Nya. Maka tidak heran jika Abdullah putra Umar bin Khattab ra selalu menyentuh Hajar Aswad kemudian mecium tanganya dan berkata “aku tak pernah meninggalkan perbuatan ini semenjak aku melihat Rasulallah saw menciumnya. (HR Muslim)

 

Jelasnya, ada beberapa ibadah yang kita tidak perlu mencari cari apa hikmahnya dari ibadah itu. Seperti apa hikmahnya thoaf? Apa hikmahnya sa’i? Apa hikmahnya melempar batu Jamarat? Apa hikmahnya wukuf di Arafah? Apa hikmahnya mencium Hajar Aswad? Apa hikmahnya itu dan apa hikmahnya ini. Ada beberapa ibadah yang kita tidak perlu tahu apa hikmahnya, karena disitu tersimpan rahasia Allah yang tidak bisa diketahu hambaNya. Maka apa yang diperintahkan Allah lakukanlah dengan baik dan apa yang dilarangnya jauhkanlah sejauh jauhnya.

 

Semoga Allah memberikan kepada kita jalan yang lurus dan memudahkan kita bisa sampai ke tempat yang mulia Makkah agar bisa mecium Hajar Aswad sebagaimana Rasulallah saw menciumya dengan bibirnya yang lembut. Amin

 

Wallahua’lam.

 

SEKEDAR INFO:

 

Ilmuwan Minta Sampel Batu Untuk Buktikan Hajar Aswad Dari Surga

Selasa, 18-11-2008 | 20:29:12 WIB

sumber:muslim daily

 

Ilmuwan Muslim asal Mesir, Prof. Dr. Zaghlul An-Najjar, meminta dunia Islam untuk mengambil sampel satu atau dua micro Hajar Aswad untuk penelitian dan pembuktian hadits Rasulullah SAW yang menyebutkan bahwa batu Ka’bah itu tidak berasal dari bumi, tapi berasal dari surga.

 

Dalam seminar yang diselenggarakan Ikatan Wartawan, Senin (17/11), dengan tema Mukjizat Ilmiah dalam Haji itu,  An-Najjar meyakinkan dunia Islam bahwa pengambilan sampel itu tak akan merusak Hajar Aswad.

 

Lebih jauh ilmuwan Mesir itu menegaskan,  Hajar Aswad itu terdiri dari potongan-potongan kecil yang tertanam di dalam zat yang merekat. An-Najjar juga meginsyaratkan bahwa Lembaga Geografi Inggris pernah mengutus seorang perwira tinggi untuk mencermati Hajar Aswad.

 

Lalu sang perwira itu terkesan dengan perlakuan baik dari para jamaah haji yang mengantarkannya ke Masjid Rasulullah, kemudian ia pergi ke Makkah karena dirinya ditugasi untuk mencermati Hajar Asad. Sang perwira mengatakan bahwa dirinya tidak pernah menyaksikan pemandangan dalam hidupnya yang begitu menggoncangkannya amat dalam kecuali pemandangan Ka’bah di kemuliaan kota Makkah.

 

An-Njjar juga berbicara tentang Makkah Mukarramah yang menurutnya merupakan lokasi paling mulia di muka bumi. Paslnya, sambung dia, sebagaimana Allah telah memberikan kelebihan kepada beberapa nabi dan rasul,  Allah juga telah memberikan kelebihan atas bumi yaitu Makkah kemudian Madinah dan ketiganya Baitul Maqdis.

 

Terkait ibadah haji, profesor geologi itu memaparkan sebagian tanda-tanda kekuasaan Allah dalam haji di mana dijelaskan bahwa haji akan mengingatkan anak manusia kepada akhir ajalnya. Selain itu, Thawwaf juga menggambarkan keharmonisan gerakan bumi dengan pergerakan setiap planet di langit menuju satu arah.

 

Terkait bangunan Ka’bah, An-Najjar menjelaskan bahwa ketika Ka’bah dibangun, saat itu belum ada peralatan-peralatan pengukuran. “Siapakah yang secara detil dan tepat dalam menentukan (posisi Ka’bah) ini kecuali Allah,” ujar dia.

 

Adapun terkait Sumur Zamzam, An-Najjar menjelaskan bahwa sumur itu merupakan bebatuan panas yang bermetamorfosis yang tidak beracun. Zamzam juga sumur yang mengalirkan air selama lebih dari 4.000 tahun. Lamanya umur aliran air zamzam itu belum dapat diketahui kecuali setelah membuat terowongan di sekitar Makkah yang ketika itu ditemukan garis-garis seperti mie yang sangat detil, lalu mereka dapat mengetahui sumber air itu.

 

An-Najjar juga mengungkapkan dalil sumber air itu dari hadits Rasulullah yang menyebutkan bahwa “Itu merupakan lubang terowongan Jibril di Aqobah dan siraman Allah untuk Ismail”.

 

An-Najjar juga menjelaskan Kota Makkah sebagai Ummul Qura seperti tertera dalam surat Al-An’am ayat 92, di mana bukti-bukti ilmiah menyebutkan bahwa Makkah terletak di tengah-tengah bola dunia. (fkr/wn)

About these ads

17 Tanggapan to “♣ Batu Dari Surga”

  1. unduk said

    subhanallah. sungguh sebuah kisah yang menggugah hati.

  2. luq said

    Hajar aswad memang sebuah batu, namun ingatlah bahwa batu adalah makhluq Allah. Sebagaimana kita adalah mahluq Allah, Bumi dan Langit juga mahluq Allah. Allah pernah menyeru kepada langit dan bumi untuk datang kepada-Nya dengan patuh atau terpaksa, namun keduanya menjawab bahwa mereka akan datang dengan patuh. Jadi langit dan bumi memiliki kesadaran, mereka memiliki ruh seperti kita, hanya saja sarana yang diberikan oleh Allah untuk manifestasinya di dunia tidak di buat secanggih otak kita. karenanya, mereka tidak bisa memanifestasikan kesadaran dalam dunia fisik sebagaimana halnya manusia, atau dalam bentuk yang lebih rendah lagi binatang. Laut, Gunung, Bebatuan, mereka semua memiliki ruh (hakikat yang dapat berkomunikasi dengan Allah), sebagaimana tangan, kaki, mulut dan semua anggota tubuh memiliki ruhnya sendiri-sendiri yang diikat oleh satu ruh pemimpin yaitu ruh pribadi manusia. Maka sangat tepat sabda Rasul SAAW bahwa “setiap kamu adalah pemimpin”. Apa kaitannya dengan hajar aswad? jika dia memiliki ruh artinya dia mampu merasakan sesuatu. Sesuatu yang hanya bisa dirasakan oleh dia (hajar aswad) dan yang menciptakannya (Allah). maka sangat tepat apabila hajar aswad merupakan saksi ketaatan umat manusia terhadap perintah Allah. Betapa tidak? secara akal sehat kita akan berkata seperti Umar ra. dia hanyalah sebuah batu (betapa bodoh orang-orang yang mengagung-agungkan batu), tapi usapan kita, ciuman kita kepada hajar aswad bukanlah ciuman pengagungan kepadanya, semua itu adalah pernyataan ketundukan dan kepatuhan pada perintah Allah melalui Rasul-Nya yang mulia. Ciuman kita hanya untuk menyatakan bahwa ‘saksikanlah aku telah memenuhi perintah Allah sebagaimana yang dicontohkan Rasul-Nya untuk menciummu, inilah ciumanku’. Mudah-mudahan suatu ketika saya bisa mencium hajar aswad, demi baktiku pada-Nya.
    Jadi, mencium Hajar Aswad bukanlah perbuatan dogmatik semata-mata, namun itu suatu perbuatan logis yang sangat kuat dasarnya. Maka jangan ragu atas semua petunjuk Rasulullah SAAW.

  3. RIRIN said

    thankzzz bwt infonya..
    membantuku dlm pembuatan tgas… :)

  4. Anbar nurul zafirah said

    Subahanallah….

  5. jemmi ivan nocki said

    Masyaallah………

  6. Ya, Allah mudah-mudahan Engkau mengqodr kami bisa segera berangkat ke tanah suci mekah, utk lebih yakin lagi tentang kekuasaan engkau. Amin

  7. joni said

    inilah cerita yang aku inginkan …sangat kongkrit sekali

  8. Ita said

    Allahhu akbar………….. Engkaulah yang Maha Besar
    Terima kasih Allah Enggau telah memberikan ilmumu semoga keimanan kita bertambah kuat AMIN…………..

  9. IBEN said

    Subhanallah…

  10. imelda said

    Ya allah,,,,rindu aku padaMu,,,tp selalu aku menhiraukan kasih yg tela Kau berikan,,,luluh lantah tubh ini jika kuingat satu persatu dosaku ya Allah,,,bimbing aku,,perkenankan aku menikmati surga yang telah Kau ciptakan diatas bumi ini Amiiiiiiiiiiinnnnnn,,,,,,,,,,

  11. nuroni said

    yang Allah semoga kami datang ke tanah suci mekkah,……………….

  12. gonk said

    ALLAHU AKBAR….NUR SOHIB H. Ranuagung Tiris Probolinggo Jatim. 085236428449

  13. Subhanalloh.. sangat bermanfaat buat kami pribadi ..blog ini..ijin kopy smua artikel disini,, smga Allah sllu melimpahkan karunia rahmat atas Hb.Husen Hasan Assegaf Sekeluarga,sehat n bahagia dunia akhirat..Jazakillah khair. syukron

  14. ahadi said

    memberi keterangan dan penjelasan yang benar dan bermanfaat merupakan sebuah syiar dan syukur Alhamdulillah saya telah mendapatkan manfaatnya untuk kesungguhan hati, ……. amiiin

  15. arta said

    hajar aswad adalah barang bukti kebenaran islam. hajar aswad itu bukan dari tata surya kita, tapi berasal dari tempat lain yaitu surga, hal ini membuktikan bahwa surga itu ada. salahsatu bendanya ada di bumi yaitu hajar aswad. dan sebelum kiamat semua benda dari surga akan dikembalikan ke surga dengan kuasa Allah.

  16. Haryadi said

    Subbhannalloh : Maha suci enggkau ya Alloh dan RasullMu Muhammad SAW. agar kelak nanti kami dapat bertemu dengan MU amin.

  17. moh. thoriq said

    kami sekeluarga sangat rindu untuk hadir dimakkah hususnya dimasjidil haram, husus lagi dapat mencium hajar aswad yang dimulyakan allah swt………………kapan ya Allah……kami semua merindukan……..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 81 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: