♣ Kasak Kusuk Di Tahun Hijriah
Sampai saat wafat Rasullah saw belum ada penetapan kalender Islam yang dipakai sebagai patokan penanggalan. Pada waktu itu, catatan yang dipergunakan kaum muslim belum seragam. Ada yang memakai tahun gajah, peristiwa bersejarah, yaitu tahun penyerangan Abrahah terhadap kab’bah dan kebetulan pada saat itu bertepatan dengan tanggal kelahiran Rasullah saw. Ada pula yang mengunakan tahun diutusnya Rasulallah saw sebagai nabi, atau awal penerimaan wahyu. yang penting mereka belum mepunyai penanggalan yang tetap dan seragam. Pada zaman khalifah Abubakar ra sudah mulai para sahabat melontarkan gagasan tentang perlunya adanya penanggalan. tapi belum pula diterapkan.
Penetapan penanggalan yang dipakai oleh umat Islam dimulai pada zaman khalifah Umar ra. Menurut keterangannya, ide ini diterapkan setelah beliau menerima sepucuk surat dari Abu Musa al-asy’ari yang menjadi gubernur di Bashrah, isinya menyatakan ”Kami telah banyak menerima surat perintah dari anda tapi kami tidak tahu kapan kami harus lakukan. Ia bertanggal Sya’ban, namum kami tidah tahu Sya’ban yang mana yang dimaksudkan?”
Rupanya surat Abu Musa diterima oleh khalifah Umar ra sebagai saran halus tentang perlu ditetapkannya satu penanggalan (kalender) yang seragam yang dipergunakan sebagai tanggal bagi umat Islam.
Budaya penanggalan ini rupanya belum ada dalam Islam sedangkan penanggalan Masehi sudah diterapkan sebelum adanya Islam beberpa abad lalu. Tapi Islam adalah agama yang menerima budaya dari luar semasih budaya itu baik dan tidak bertentangan dan keluar dari rel agama. contohnya; disaat Rasulallah saw berada di Madinah beliau melihat orang2 Yahudi berpuasa pada tanggal 10 muharam. Beliau bertanya kenapa mereka berpuasa.Lalu dijawab karena hari itu nabi Musa as diselamatkan dari serangan Firau. Rasulallah saw mejawab “kita lebih utama dari mereka atas nabi Musa”. Maka beliau menganjurkan umat Islam untuk berpuasa, dan dianjurkan pula berpuasa sebelumnya atau sesudahnya. Tujuanya untuk tidak bertasyabbuh (menyamakan) dengan Yahudi. Contoh lain, disaat Rasulallah saw mengirim surat kepada penguasa dunia, beliau disarankan untuk membumbuhi surat surat beliau dengan stempel, karena mereka tidak mau menerima surat surat kecuali ada stempelnya. Nabi pun menerima saran tersebut. Lalu beliau membuat stempel yang berupa cincin tetulis “Muhammad Rasulallah”.
Kemudian khalifah Umar ra mengelar musyawarah dengan semua sahabat Nabi saw untuk menetapkan apa yang sebaiknya dipergunakan dalam menentukan permulaan tahun Islam. Dalam pertemuan itu ada empat usul yang dikemukakan untuk menetapkan penanggalan Islam, yaitu :
1. Dihitung dari mulai kelahiran nabi Muhammad Saw
2. Dihitung dari mulai wafat Rasulullah saw
3. Dihitung dari hari Rasulullah saw menerima wahyu pertama di gua Hira
4. Dihitung mulai dari tanggal dan bulan Rasulullah melakukan hijrah dari Mekah ke Madinah
Usul pertama, kedua dan ketiga ditolak dan usul yang terakhir merupakan usul yang diterima suara banyak. Usul ini diajukan oleh imam Ali bin Abi Thalib ra. Akhirnya, disepakatilah agar penanggalan Islam ditetapkan berdasarkan hijrah Rasulallah saw dari Mekah ke Medinah.
Ketika para sahabat sepakat menjadikan hijrah Nabi saw sebagai permulaan kalender Islam, timbul persoalan baru di kalangan mereka tentang permulaan bulan kalender itu. Ada yang mengusulkan bulan Rabiul Awal (sebagai bulan hijrahnya Rasulullah saw ke Medinah). Namun ada pula yang mengusulkan bulan Muharram. Akhirnya khalifah Umar ra memutuskan awal bulan Muharam tahun 1 Islam/Hijriah bertepatan dengan tanggal 16 Juli 622 M. Dengan demikian, antara permulaan hijrah Nabi sa dan permulaan kalender Islam terdapat jarak sekitar 82 hari.
Jadi, peristiwa penetapan kalender Islam oleh khalifah Umar ra ini terjadi tahun ke 17 sesudah hijrah atau pada tahun ke-4 dari kekhalifahan beliau.
Dari latar belakang sejarah di atas dapat diambil kesimpulan bahwa :
1. Penetapan bulan Muharram oleh Umar bin khattab ra sebagai permulaan tahun hijriah tidak didasarkan atas peringatan peristiwa hijrah Nabi. Buktinya beliau tidak menetapkan bulan Rabiul Awwal (bulan hijrahnya Rasulallah saw ke Medinah) sebagai permulaan bulan pada kalender hijriah. Lebih jauh dari itu, beliau pun tidak pernah mengadakan peringatan tahun baru hijriah, baik tiap bulam Muharram maupun rabiul Awwal, selama kekhalifahannya.
2. Peringatan tahun baru hijriah pada bulan Muharram dengan alsanan memperingati hijrah nabi ke Madinah merupakan hal yang kurang pas, karena Rasulallah saw hijrah pada bulan Rabiul Awwal bukan bulan Muharram
3. menyelenggarakan berbagai bentuk acara dan upacara untuk menyambut tahun baru hijriah dengan begadang semalam suntuk, pesta kembang api, tiup terompet pada detik-detik memasuki tahun baru adalah hal yang tidak pernah disarankan agama.
Jadi yang pas menurut saya dalam memperingati tahun baru Hijriah, yaitu sesuai dengan apa yang dipesan kakek saya. Beliau pernah berpesan, jika tahun baru tiba, hendaknya kita banyak bermuhasabah, melakukan kontrol diri terhadap amal perbuatan yg kita lakukan selama setahun. Kalau dalam berdagang atau berniaga ada istilah namanya inventory atau tutup buku atau hitung-hitungan untung-ruginya dalam berdangang atau berniaga selama setahun. Begitu pula dalam amalam kita selama setahun ada istilah tutup buku atau hitung-hitungan selama setahun. Kalau untung patut kita syukuri, kalau rugi kita bertaubat dan berdoa semoga tahun yang datang akan lebih baik dari tahun lalu. Rasulallah SAW sendiri pernah menyatakan bahwa manusia terbagi atas tiga golongan:
Golongan beruntung, yaitu jika hari ini lebih baik dari hari kemarin.
Golongan merugi, jika hari ini sama dengan hari kemarin.
Golongan celaka, jika hari ini lebih buruk daripada hari kemarin.
Wallahu’alam
Januari 1, 2009 - Ditulis oleh HASAN HUSEN ASSAGAF | Ya Karim, Sabda Nabi | Artikel, Artikel Islam, Da'wah, info, Islam, Madinah, Makkah, sejarah, Tahun Baru | 1 Komentar
1 Komentar »
Tinggalkan komentar
1- About
2- Makkah-Madinah
3- Cinta Nabi
4- Hikmah Al-Qura'n
5- Artikel Islam
6- Kartu Keluarga Nabi
7- Kisah Indah
8- Ramadhan
9- Link
Al-Qur’an dari Zaman ke Zaman
Mushaf Ustmani
Diyakini oleh umat Islam bahwa penurunan Al-Qur'an terjadi secara berangsur-angsur selama 23 tahun. Para ulama membagi masa turun ini dibagi menjadi 2 periode, yaitu periode Mekkah dan periode Madinah. Baca selanjutnya: Al-Quran dari Zaman ke Zaman . Telah dimuat di koran Republika silahkan klik: Republika
Surat dan Stempel Nabi
Surat Nabi saw untuk Raja Negus (Penguasa Ethiopia)
Untuk membaca artikel "Surat Dan Stempel Nabi" yang diilustrasi dengan foto surat surat dan stempel beliau, silahkan klik: surat-dan-stempel-nab/ , Telah dimuat artikel ini di Republika online, klik : Republika
Klik Slide pps …
IBU BERMATA SATUView more presentations from KadoDariKotaNabi.RINGKASAN BIOGRAFI NABIView more presentations from KadoDariKotaNabi.JADILAH SEPERTI PENSILView more presentations from KadoDariKotaNabi.MARHABAN YA RAMADHANView more presentations from KadoDariKotaNabi.LAILATUL QADRView more presentations from KadoDariKotaNabi.Segera Terbit
Blog ini telah dibukukan dan akan segera terbit :
-
Disusun Oleh:
Foto Islam Bersejarah
- Foto-Foto Bersejarah
- ♣ Foto dan Kisah Madain Soleh
- ♣ Foto Dan Sejarah Ka’bah
- ♣ Foto Foto Haram Ibrahimi
- ♣ Foto Foto Nostalgia Kota Nabi
- ♣ Foto Gua Ashhabul Kahfi
- ♣ Foto Masjid Al-Aqsha’ dan Qubbah Al-Shakhra’
- ♣ Foto Mushaf dari Zaman ke Zaman
- ♣ Foto Peninggalan Nabi
- ♣ Foto Perkampungan Kaum A’ad
- ♣ Foto Rihlah Makkah-Madinah
- ♣ Foto Rumah Nabi
- ♣ Foto Surat Dan Stempel Nabi
- ♣ Foto-Foto Haji Zaman Dulu
- Mukadimah
- Foto-Foto Bersejarah
-
Tulisan Terakhir
Bulan Sabit Di Atas Ka’bah
Untuk kita yang belum pernah ke negeri ini, jangan sekali kali membayangkan, bahwa gunung gunung itu ditumbuhi pepohonan yang menyejukan mata. Tapi, semua yang bernama gunung di negri ini hanyalah gundukan batu yang menyilaukan mata apalagi kalau dilihat di siang bolong atau di terik matahari. Untuk membaca selanjutnya silahkan klik : Bulan Sabit Di Atas Kabah
Peninggalan Nabi saw
Foto peninggalan Nabi terdapat dalam booklet “Kartu Keluarga Nabi”. Untuk membaca K K Nabi silahkan klik: Kartu Keluarga Nabi
Semoga bermangfaat.
Salam dari “Kado Dari Kota Nabi”.
Hasan Husen Assagaf
Arsip Tulisan
-
Jumlah Dikunjungi
- 250,547 hits
Tarikh Hari Ini







bolehkah yang ini saya copy paste?