Kado Dari Kota Nabi

Oleh: Hasan Husen Assagaf

Nama Nama

Oleh: Hasan Husen Assagaf

 

KENDATI Saddam Husen berhasil diringkus, dilecehkan oleh penjajah AS di Takrit, dan terakhir dihukum gatung, namun sampai saat ini ada lima ratus lebih nama Sadam Husen terdapat di Mesir. Tak percaya? Cobalah tanya redaksi majalah Nisfi Dunia yang diterbitakan di Mesir.

 

Setelah robohnya WTC dan meletusnya krisis di Iraq, di negara-negar Arab pada khususnya dan negara-negara Islam lainnya, orang banyak memberi nama anak-anaknya dengan nama Usama bin Ladin, Aiman alDzawahiri, Muhammad Atta, dan Saddam Husen, meskipun telah keluar insruksi dari pemerinatah bersangkutan melarang memberi nama bayi yang baru lahir dengan nama-nama trb, tapi masih ada simpatisan kepada mereka, yang memberi nama anak-anaknya dengan nama-nama trb.

 

Di Mesir, penduduk sangat menggemari nama  pahlawan atau nama orang yang dikenal dalam sejarah seperti nama Jamal Abdul Naser, yang mendapat martabat pertama dikalangan masyarakat Mesir, kemudian Saad Zaghlul, Mustafa Kamel, Toha Husen. Berlainan dengan orang-orang Badwi, mereka lebih menggemari nama nama binatang buas yang melambangkan keberanian seperti Fahd, Asad, Laits, Shoqr, Nasr, Dhib, Kulaib, Dhargham, Labwah, Falwah, Mahrah, Sya’wah dll.

 

Di Arab mayoritasnya ada beberapa nama tertentu telah mendapat panggilan atau kunyah (julukan) yang berbeda dengan nama asalnya, misalnya nama Hasan mendapat julukan atau kunyah Abu Ali , nama Ibrahim mendapat julukan Abu Khalil, nama Yusuf mendapat julukan Abu Ya’kub, nama Ahmad mendapat julukan Abu Humeid dan banyak yang lainnya yang tidak bisa disebut disini satu persatu.

 

Majalah Mesir ” Nisfi Dunia ” (Setengah Dunia ) pernah memuat berita bahwa pada sensus penduduk tahun 1997, nama yang paling banyak digemari di Mesir adalah Muhammad. Menurut majalah itu, dari kecintaan penduduk Mesir terhadap nama Muhammad, sehingga terdapat beberapa rentetan nama tsb pada diri seorang. Misalnya, Muhammad Muhammad Muhammad (nama Muhammad yang pertama adalah namanya, kemudian nama bapaknya dan nama kakeknya). Hal ini sama dengan nama Sohibul Ihya Ulumuddin yang terdapat tiga rentetan Muhammad kemudian yang terkhir nama Al Ghazzali (Abu Hamid Muhammad Muhammad Muhammad Al Ghazaly).

 

Menurut ceritanya, penah Al Imam Ghazaly bermimpi bertemu dengan Nabi Musa as. Nabi Musa bertanya kepadanya ” Siapa NAMAmu ? “. Al Imam Ghazali menjawab ” Namaku Muhammad bin Muhammad bin Muhammad Al Ghazali”. Nabi Musa marah dan berkata kepadanya ” Saya tidak tanya nama bapakmu dan kakekmu, saya tanya siapa namamu”.  Imam Ghazali berkata ” Jika saya bersalah kepadamu saya minta maaf, tetapi kamu telah bersalah kepada Allah dan kamu tidak meminta maaf”. Nabi Musa sangat terkejut dan berkata ” Apa salahku kepada Allah “. Imam Ghazali menjawab  ” bukankah Allah telah bertanya kepadamu : (“Apa itu yang di tangan kananmu, hai Musa”), seharusnya kamu cukup menjawab ditangan kananku adalah tongkat, tapi kamu menjawab panjang lebar: “Ini Adalah tongkatku, aku bertelekan padanya, dan aku pukul daun denganya untuk kambingku, dan bagiku ada lagi keperluan yang lain padanya“- Toha, 17 dan 18.

 

Ringkasnya, nama memiliki arti yang sangat penting pada diri seseorang. Maka kita harus berhati-hati dan teliti sekali dalam memilih nama untuk anak-anak kita, karena kemungkinan nama yang kita berikan kepada mereka yang menurut kita keren, indah dan enak didengar, tetapi tidak mempunyai arti dan makna yang sewajarnya, bahkan kemungkinan besar dari kebodohan kita nama itu mempunyai arti yang berlainan dan bertentangan dengan agama seperti Iblis atau setan.

 

Allah berfirman : “ Ketika Allah mengaruniakan kepada mereka seorang anak laki-laki yang sempurna wujudnya, maka keduanya menjadi sekutu bagi Allah dalam hal (anak) yang dikaruniakan kepada mereka, Maha Suci Allah dari perbuatan syirik mereka” ( Al A’raf, 190 ).

 

Ibnu Hatim meriwayatkan bahwa Ibnu Abbas dalam menafsirkan ayat tersebut diatas mengatakan: Setelah Adam menggauli istrinya Hawwa, ia pun hamil, lalu iblis mendatangi mereka berdua seraya berkata : ” Sungguh aku adalah kawanmu berdua yang telah mengeluarkan kalian dari sorga. Demi Allah, hendaknya kalian mentaati aku, jika tidak maka akan aku jadikan anakmu bertanduk dua seperti rusa, sehingga akan keluar dari perut istrimu dengan merobeknya, demi Allah itu pasti akan ku lakukan “. Itu yang dikatakan iblis untuk menakut-nakuti mereka berdua, selanjutnya iblis pun berkata ” NAMAilah anakmu dengan nama Abdul Harits “. Al Harits adalah nama iblis. Tapi keduanya menolak untuk mentaatinya dan ketika bayi itu lahir, ia lahir dalam keadaan mati.

 

Kemudian Hawwa hamil lagi, dan datanglah iblis itu dengan mengingatkan apa yang pernah dikatakan sebelumnya. Adapun kali ini Adam dan Hawwa cenderung lebih mencintai keselamatan anaknya, maka ia memberi nama anaknya dengan Abdul Harits. Itulah penafsiran firman Allah diatas.

 

Menurut Fiqhus-Sunnah, sesuatu yang disunahkan jika lahir seorang anak laki-laki atau perempuan, agar anak itu di-azan-i kuping kanannya dan di-iqomat-i kuping kirinya begitu pula disaat wafatnya. Hal itu agar pertama dan terakhir yang didengar olehnya adalah “Kalimat Tauhid ” (yaitu La Ilaha Illa Allah, Muhammad Ralulallah). Setelah anak itu berusia tujuh hari, dibuatkan baginya a’qiqah, dicukur rambutnya dan disedekahkan nilai berat rambutnya dengan berat perak kepada fakir miskin, kemudian diberi nama dengan nama yang baik seperti Abdullah, Aminah,  Muhammad, Khadijah, Hamid, Hamidah,Abu Bakar, A’ishah, Umar, Hafsa, Utsman, Rugayyah, Ali, Fatimah, Adam, Hawwa, Nuh, Musa, Isa, Jibril dll. Sesuai dengan hadits Nabi saw “ Sebagus-bagusnya nama adalah yang diperhambakan kepada Allah dan yang diperpujikan kepada Nya “ 

 

Ibnu Hazem berkata: para ulama telah sepakat mengharamkan setiap nama yang diperhambakan kepada selain Allah, seperti Abdu Umar (hamba Umar ), Abdu Ka’bah (hamba Ka’bah ), Abdul Uzza, Abdurrasul dan sejenisnya, kecuali Abdul Muthalib. Yang dimaksudkan disini mereka tidak bersepakat mengharamkan nama Abdul Muthalib, karena nama ini berhubungan dengan perbudakan. Ada lagi nama-nama yang dibeci oleh Allah dan Rasul Nya dan dianjurkan untuk tidak menggunakan nama-nama itu, seperti Yasar, Rabah, Aflah, Nujaih, Hammam, dll. Adapun para salaf kita selalu berhati-hati sekali untuk tidak memberi nama anak-anak mereka dengan nama-nama yang bertentangan dengan ajaran yang telah ditetapkannya.

     

Bernadhar untuk memberi nama tertentu kepada anak yang akan lahir adalah sesuatu yang terpuji dan disenangi oleh salaf kita, asal saja nama itu tidak bertentangan dengan ajaran agama dan ajaran salaf. Misalnya saya telah bernadhar jika Allah menganugrahi anak laki, saya akan beri nama Abdurahman. Nama ini saya ambil pertama dari nama kakek saya yang bernama Abdurahman bin Saggaf Assagaf (yang pernah menjadi pengulu di Jakarta pada zaman Belanda). Kedua saya ambil dari nama guru besar saya, Habib Abdurahman bin Ahmad Assagaf , sesepuh paling tertua di jakarta yang tinggal di Bukit Duri. Saya menulis surat kepada beliau, memohon doanya dan bernadhar jika saya dianugrahi anak laki saya akan beri nama Abdurahman. Dari rentetan nama para sesepuh dan dengan niat yang tulus ikhas akhirnya Allah mengabulkan untuk dijuluki kepada saya dengan nama Abu Abdurahman, Alhamdulillah.

 

Adapun di negara kita, telah menjadi adat dan budaya yang buruk, orang selalu mempersingkat atau menjuluki nama yang asalnya mempunyai makna dan arti yang bagus menjadi nama yang tidak mempunyai makna dan arti sama sekali : seperti nama Abdullah menjadi Dulah , Muhammad menjadi Mamat, Umar menjadi Umang, Khadijah menjadi Ijah, Aminah menjadi Mina, Saifuddin menjadi udin, dan masih banyak lagi yang tidak bisa disebut disini. Sedangkan Allah dan Rasul Nya menganjurkan jika kita memanggil seseorang agar memanggilnya dengan sebagus-bagusnya nama dan yang disenangi.

 

Terakhir :

 

“Dan janganlah kamu panggil-memanggil dengan gelar-gelar yang buruk. Seburuk-buruk panggilan (nama) ialah panggilan yang fasik (buruk) sesudah iman “ al Hujurat,11

 

Walahua’lam,

April 6, 2008 Posted by | Nama Nama | , , | 3 Komentar

   

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 72 pengikut lainnya.