Satu Kebaikan Diganjar 10 Kali Lipat
KITA tinggalkan kisah tameng. Sekarang kita beralih kepada bingkisan kado yang datang dari sahabat dan misanan Rasulallah saw, Imam Ali bin Abi Thalib ra. Sebelum kita buka bingkisanya, saya teringat dengan sebuah hadist Rasulallah saw yang berbunyi “Barangsiapa melepaskan seorang mu’min dari kesusahan hidup di dunia, niscaya Allah akan melepaskan kesulitan dari dirinya di hari kiamat. Barangsiapa memudahkan urusan seorang mu’min yang sulit, niscaya Allah akan memudahkan urusannya di dunia dan akhirat. Barang siapa menutup aib seorang muslim, maka Allah akan menutup aibnya di dunia dan akhirat. Allah senantiasa menolong seorang hamba selama hamba itu senantiasa menolong saudaranya”.
Mari kita bersama sama membuka bingkisan kado Imam Ali bin Abi Thalib ra yang penuh dengan mutiara hikmah yang bisa dijadikan sebagai teladan bagi kehidupan kita sehari hari. Silahkan menyimak.
DI PAGI yang cerah, seroang pengemis datang ke rumah Imam Ali bin Abi Thalib. Badannya kurus kering, pakaiannya cumpang camping, dan rambutnya tidak terurus. Ia datang kepada beliau meminta makanan. Imam Ali pada saat itu sedang berdiri di muka pintu. Lalu beliau menyuruh anaknya Hasan “Ya Hasan, masuklah ke dalam, minta dari ibumu, Fatimah, uang satu dinar yang masih tersisa 6 dinar dari uangku” kata beliau. Sayyidina Hasan langsung masuk kedalam meminta uang kepada ibunya sesuai dengan perintah ayahnya.
Tak lama kemudian Hasan pun keluar tanpa membawa apa apa. Ia menjelaskan bahwa ibunya tidak memberikanya karena uang yang 6 dinar, katanya, akan digunakan untuk membeli tepung gandum. Dengan sedikit jengkel beliau berkata kepadanya “Tidak akan benar iman seseorang sehingga ia berkeyakinan bahwa apa yang berada di tangan Allah lebih baik dan lebih afdhol dari pada apa yang berada di tangannya”. Kemudian ia menyuruh lagi anaknya Hasan untuk mengambil uang satu dinar dari ibunya, Fatimah. Adapun kali ini Hasan keluar dengan membawa uang satu dinar. Imam Ali mengambil uang itu lalu diserahkan kepada pengemis tadi.
Belum sempat Imam Ali ra masuk ke dalam rumahnya, tiba tiba seseorang datang dengan menuntun seekor unta. Ia menawarkan beliau untanya seharga 140 dirham. Tanpa tawar menawar, Imam Ali ra setuju membelinya. Beliau menjajikannya akan membayar harga untanya di sore hari. Orang itu pun setuju. Lalu imam Ali mengikat unta tadi di depan rumahnya.
Di siang harinya ada seseorang melewati rumah beliau. ia melihat seekor unta diikat di depan rumah. Ia bertanya kepada beliau “Apakah unta ini akan dijual?”. Beliau menjawab “ Ya, betul unta itu akan kujual dengan harga 200 dirham. Apakah kau berminat membelinya?”. Orang itu melihat lagi unta tersebut untuk kesekian kalinya. Akhirnya, Ia tertarik untuk membelinya. “Ya, aku berminat membeli unta ini dengan harga 200 dirham”, ujarnya. Orang itu langsung merogoh kantongnya dan membayar kontan harga unta sebesar 200 dirham kepada Imam Ali ra.
Di sore harinya orang yang menjual untanya kepada Imam Ali datang untuk menagih uang penjualanya. Beliau langsung memberikan kepadanya 140 dirham sesuai dengan perjanjian. Untung Imam Ali dari penjualan unta 60 dirham diberikan kepada istrinya, Fatimah ra. Dengan keheranan siti Fatimah menerima uang itu seraya berkata “Dari mana kau dapatkan uang sebanyak ini?”. Imam Ali pun tersenyum, lalu berkata “Ini adalah apa yang telah dijanjikan Allah melalui lisan nabi kita Muhammad saw (Barangsiapa membawa amal baik maka baginya pahala sepuluh kali lipat).” Al an’am 160
Kisah di atas patut dijadikan bahan renungan. Agar kita memiliki sikap hidup yang selalu memberi perhatian kepada yang miskin, yang lemah dan yang di bawah. Biarpun kita kaya dan memiliki harta berlimpah-limpah, semua itu tak berarti sedikit pun jika tak memiliki sifat perhatian untuk mengangkat yang di bawah dan menolong yang miskin. Nah, kalau begitu, jadilah kita seseorang yang memiliki jiwa seperti Imam Ali ra dan seperti yang diajarkan Nabi agar tetap memiliki rasa kesederhanaan agar tidak menimbulkan iri dan dengki terhadap kelompok miskin.
Kalau kita tidur, Allah tidak tidur. Kalau kita lupa Allah tidak akan lupa Dunia itu berputar, sesaat ia berada diatas dan sesaat lagi berada di bawah. Kalau kita sedang berada di atas jangalah angkuh, bangga dan lupa kepada yang di bawah, sebaliknya kalau kita berada di bawah jangalah gelisah atau putus asa. Sesungghunya di langit itu ada kerajaan yang Maha Besar, tertulis di depan pintu gerbangya: “Dan Kami tidaklah lengah terhadap ciptaan Kami” almu’minun 17
Maka, cintailah yang di bumi agar yang di langit mencitaimu.
Wallahua’lam
April 8, 2008 Ditulis oleh HASAN HUSEN ASSAGAF | Satu Kebaikan Diganjar 10 Kali Lipat | Hikmah, I'tibar, Kisah Sahabat Nabi | No Comments Yet
1- About
2- Makkah-Madinah
3- Cinta Nabi
4- Hikmah Al-Qura'n
5- Artikel Islam
6- Kartu Keluarga Nabi
7- Kisah Indah
8- Ramadhan
9- Link
Al-Qur’an dari Zaman ke Zaman
Mushaf Ustmani
Diyakini oleh umat Islam bahwa penurunan Al-Qur'an terjadi secara berangsur-angsur selama 23 tahun. Para ulama membagi masa turun ini dibagi menjadi 2 periode, yaitu periode Mekkah dan periode Madinah. Baca selanjutnya: Al-Quran dari Zaman ke Zaman . Telah dimuat di koran Republika silahkan klik: Republika
Surat dan Stempel Nabi
Surat Nabi saw untuk Raja Negus (Penguasa Ethiopia)
Untuk membaca artikel "Surat Dan Stempel Nabi" yang diilustrasi dengan foto surat surat dan stempel beliau, silahkan klik: surat-dan-stempel-nab/ , Telah dimuat artikel ini di Republika online, klik : Republika
Klik Slide pps …
IBU BERMATA SATUView more presentations from KadoDariKotaNabi.RINGKASAN BIOGRAFI NABIView more presentations from KadoDariKotaNabi.JADILAH SEPERTI PENSILView more presentations from KadoDariKotaNabi.MARHABAN YA RAMADHANView more presentations from KadoDariKotaNabi.LAILATUL QADRView more presentations from KadoDariKotaNabi.Segera Terbit
Blog ini telah dibukukan dan akan segera terbit :
-
Disusun Oleh:
Foto Islam Bersejarah
- Foto-Foto Bersejarah
- ♣ Foto dan Kisah Madain Soleh
- ♣ Foto Dan Sejarah Ka’bah
- ♣ Foto Foto Haram Ibrahimi
- ♣ Foto Foto Nostalgia Kota Nabi
- ♣ Foto Gua Ashhabul Kahfi
- ♣ Foto Masjid Al-Aqsha’ dan Qubbah Al-Shakhra’
- ♣ Foto Mushaf dari Zaman ke Zaman
- ♣ Foto Peninggalan Nabi
- ♣ Foto Perkampungan Kaum A’ad
- ♣ Foto Rihlah Makkah-Madinah
- ♣ Foto Rumah Nabi
- ♣ Foto Surat Dan Stempel Nabi
- ♣ Foto-Foto Haji Zaman Dulu
- Mukadimah
- Foto-Foto Bersejarah
-
Tulisan Terakhir
Bulan Sabit Di Atas Ka’bah
Untuk kita yang belum pernah ke negeri ini, jangan sekali kali membayangkan, bahwa gunung gunung itu ditumbuhi pepohonan yang menyejukan mata. Tapi, semua yang bernama gunung di negri ini hanyalah gundukan batu yang menyilaukan mata apalagi kalau dilihat di siang bolong atau di terik matahari. Untuk membaca selanjutnya silahkan klik : Bulan Sabit Di Atas Kabah
Peninggalan Nabi saw
Foto peninggalan Nabi terdapat dalam booklet “Kartu Keluarga Nabi”. Untuk membaca K K Nabi silahkan klik: Kartu Keluarga Nabi
Semoga bermangfaat.
Salam dari “Kado Dari Kota Nabi”.
Hasan Husen Assagaf
Arsip Tulisan
November 2009 S S R K J S M « Jul 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 -
Jumlah Dikunjungi
- 250,511 hits
Tarikh Hari Ini






