Kado Dari Kota Nabi

Oleh: Hasan Husen Assagaf

♣ Peninggalan Nabi

 

Peninggalan Nabi saw

 

Oleh: Hasan Husen Assagaf

 

HUJAN lebat turun di kota Makkah usai sholat Maghrib. Air pun turun mengerojok dari talang Ka’bah (Mizrab). Sebagian orang yang berdekatan dengan Ka’bah lari menuju air yang turun dari pancuran. Mereka saling bergantian mandi hujan dengan maksud mengambil barakahnya.

Tiba-tiba, seorang petugas masjidil Haram melarang keras dan mengusir mereka yang sedang asyik mandi hujan. Alasannya, yang mereka lakukan katanya, perbuatan bid’ah yang tidak pernah dilakukan Rasulallah saw. Tapi mereka yang sedang mandi hujan tetap ngotot tidak mau begerak. Petungas berteriak-teriak mengusir mereka hingga suaranya terdengar di Masjid.

Sayyid Alwi Al-Maliki (ayahnya Dr. Muhammad Al- Maliki), seorang ulama terkenal pada zamannya dan disegani oleh seluruh lapisan masyarakat Makkah, sedang duduk di tengah murid-muridnya di halaqah yang diadakan setiap lepas solat Maghrid di muka ka’bah. Mendengar teriakan petugas, beliau berdiri dan memangilnya, lalu bertanya: “Apa alasan kamu melarang mereka mandi hujan dari pancoran Ka’bah?”. Petugas itu menjawab: “Itu adalah perbuatan bid’ah tidak pernah dilakukan Nabi saw”. Mendengar jawaban petugas itu, sayyid Alwi Al Maliki segera berkata dengan ramah dan senyum: “Perbuatan itu tidak haram dan bukan bid’ah, akan tetapi mereka mencari barakah”. Bukankah Allah berfirman dalam ayat Nya:

“Dan kami turunkan dari langit air yang banyak barakahnya” al Qaaf, ayat 9.

Kemudian Sayyid Alwi meneruskan lagi, “Bukankah Allah berfirman pula dalam ayat yang lain:

“Sesungguhnya rumah yang mula-mula di bangun untuk tempat beribadat manusia ialah Baitullah yang di Makkah yang di-berkahi” al- Imran, ayat 96.

“Maka”, kata sayyid Alwi Al-Maliki dengan senyum lebar, “Barakah turun di tempat yang barakah, menjadi Barkatain (dua barakah)”.

Jelasnya, mengambil barakah dari benda-benda yang dianggap suci seperti ka’bah, air Zam Zam, atau benda-benda bersejarah lainya dari peninggalan para nabi, para sahabat nabi, orang- orang soleh, merupakan hal yang terpuji, asal saja tidak keluar dari rel- rel syariat yang telah ditetapkan Allah dan Rasul Nya. Adapun yang dimaksud disini bukan berarti kita memuja-muja benda-benda tsb atau memuja-muja benda-benda peninggalan para nabi atau leluhur. Dan pula bukan pula berarti bahwa mereka telah menjelma pada benda-benda trb, namum yang dimaksudkan disini ialah untuk mengingat jasa perjuangan mereka dan juga untuk mengingatkan ketinggian dan keluhuran martabat mereka di sisi Allah.

Sebagai contoh:, selain air suci Zamzam dan air ruqyah yaitu air yang telah dibacakan di dalamnya ayat ayat suci al-Qu’ran yang membawa rahasia penyembuhan dan keberkahan, juga ada benda-benda yang dianggap barakah dari peninggalan para nabi, sahabat, tabi’in dan sholihin. Benda-benda tersebut bisa pula membawa rahasia penyembuhan dan keberkahan.

Hal ini pernah dilakukan oleh seorang shohabiyah Ummu Salamah ra yang telah menyimpan beberapa helai rambut Nabi saw untuk dijadikan keberkahan dan penyembuhan. Rambut Rasulallah saw itu disimpan olehnya di dalam sebuah Juljal yang dibuat dari perak (wadah kecil yang dibuat dari perak berbentuk seperti lonceng). Ia selalu mengeluarkan rambut Rasulullah saw tetkala ada orang sakit datang kepadanya. Ummu Salamah memasukkan rambut Nabi saw ke dalam wadah berisi air. Setelah diaduk, air yang berisi rambut Rasulallah saw itu diberikan kepada yang sakit untuk diminum. Ini yang kita dapatkan dalam Hadist Nabi.

Dalam al-Qur’an tercantum kisah tabut (peti) bani Israil yang dijadikan sebagai alamat atau tanda kebenaran kerajan Thaulut. Allah berfirman:

“Dan Nabi mereka mengatakan kepada mereka sesungguhnya tanda ia akan menjadi raja ialah kembalinya tabut (peti) kepadamu di dalamnya terdapat ketenangan dari Tuhan mu dan sisa dari peninggalan keluarga Musa dan keluarga Harun. Tabut itu dibawa oleh Malaikat. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda bagimu jika kamu orang yang beriman”. al-Baqarah, 248.

Jelasnya, tabut (peti) yang dimaksudkan dalam ayat di atas bukan sembarangan tabut, tapi ia memiliki status yang mulia luar biasa, yaitu sebagai tanda kebenaran kekuasaan Thalut. Kemuliaan tabut (peti) itu, karena ia telah dibawa oleh Malaikat dan terdapat didalamnya ketenangan dan keberkahan bagi Thalut dan tentaranya. Maka mereka pun telah membawanya dalam peperangan mereka melawan musuh mereka Jalut. Allah telah menjanjikan kemenangan dalam peperangan mereka melawan musuh berkat tabut (peti) yang dibawanya.

Allah menerangkan dalam ayat Nya, bahwa tabut (peti) itu telah membawa ketenangan dan ketentraman dari Nya. Adapun isi tabut (peti) itu terdiri dari  bekas-bekas peninggalan para Nabi. Yaitu apa yang telah ditinggalkan oleh nabi Musa dan nabi Harun seperti kitab Taurat, tongkat-tongkat, baju baju, dan sandal-sandal. Allah telah memuliakan tabut (peti) itu karena terdapat didalamnya peninggalan nabi Musa dan nabi Harun yang disimpan dan dirawat dengan baik dan pernah dibawah oleh Malikat. Dengan seizing Allah dan berkat peti itu Allah telah memberikan kemenangan dalam peperangan Thalut melawan musuh mereka Jalut.

Kisah tabut (peti) yang disebut dalam al-Quran tadi bukan berarti kita membesar-besarkan atau mengingatkan bahwa para Nabi itu menjelma pada benda-benda pusaka trb, akan tetapi Allah memuliakan tabut (peti) itu karena kemuliaan dan ketinggian derajat mereka di sisi Nya. Atau dalam arti yang lain Allah telah mengingatkan pula perjuangan baik mereka bagi masyarakat dan ini merupakan syi’ar agama yang perlu dijaga.

Contoh lainnya:, dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam besar Bukhari dari ibu Umar ra bahwa Rasulallah saw pernah memiliki sebuah cicin perak yang dikenakan di tangan kanan beliau. Pada cicin itu tertulis kalimat “Muhammad Rasulallah”.  Setelah beliau wafat, Sayyidina Abubakar Siddik ra mengambil cicin itu dan dikenakan di tangan kanan beliau sebagaimana Rasulallah mengenakannya. Kemudian  setelah Abubakar ra wafat, cincin itu berpindah ke tangan Sayyidina Umar bin Khatab. Beliau memakai pula cicin itu sebagaimana Rasulallah saw dan Abubakar memakainya hingga beliau mati syahid dibunuh oleh Abu Lulu Almajusi. Setelah itu cicin yang pernah dikenakan Rasulallah saw berpindah ke tangan Ustman bin Afaan ra. Telah diriwayatkan bahwa cicin itu berada ditangan Ustman ra cukup lama sehingga jatuh ke dalam sumur Aris.

Shahih Bukhari telah meriwayatkan dalam kitab Libas bab Khatim Fidhah (cicin perak), al-Hafidh ibnu Hajar berkata sebagaimana diriwayatkan al-Nasai “sesungguhnya cicin Rasulallah itu berada ditangan Ustman bin Affan selama enam tahun”. Adapun “sumur Aris” terletak di sebuah kebun yang berdekatan dengan masjid Quba’. Kemudian sumur itu dikenal di kalaman penduduk Madinah dan dijuluki “Bi’rul Khatim” (Sumur Cincin), yang dimaksud di sini cicinnya Rasulallah saw yang jatuh ke dalam sumur trb. Sayyidina Ustman telah berusaha sekuat tenaga untuk mencari cicin Nabi saw yang jatuh  ke dalam sumur akan tetapi usaha beliau sia- sia belaka.

Sekarang, kenapa perhatian para sahabat Rasulallah begitu besar terhadap cicin trb. Apakah tidak ada lagi cicin yang lebih bagus dari cicin Nabi saw. Atau cicin itu mempunyai nilai harga yang mahal jika dijual. Tentu pada saat itu tidak sedikit terdapat cicin yang lebih bagus, lebih indah dan lebih mahal nilainya dari cicin Rasulallah saw. Akan tetapi apa yang membuat perhatian sahabat begitu besar terhadap cicin Rasulallah saw. Karena cicin itu pernah dikenakan di tangan kanan Rasulallah saw. Itu merupakan peninggalan sangat berharga dan benda bersejarah yang tidak bisa dilupakan oleh para sahabat Nabi saw. Cicin itu tidak mempunyai arti atau kelebihan sedikit pun jika tidak dikenakan atau diletakan di tangan kanan Rasulallah saw.

Belum habis loh, tunggu dulu. Ada lagi kisah tentang Harbah atau yang disebut dalam bahasa kita “tombak” yang diriwayatkan oleh Imam besar Bukhari. Sahabat Nabi, Zubair ra, telah membunuh U’baidah bin said bin Al-a’sh pada peperangan Badr dengan Harbah (tombak) yang disodoknan ke matanya. Mendengar berita itu, Rasulallah saw meminta kepada sahabat beliau, Zubair, tombak trb. Permintaan Nabi saw tidak bisa ditolak olehnya. Dengan senang hati ia menyerahkannya kepada baginda Rasulallah saw. Setelah Rasulallah saw wafat, Zubair datang kepada keluarga beliau minta untuk mengembalikan tombaknya. Kemudian Sayidina Abubakar Siddik ra datang kepada Zubair memohon kepadanya agar tombak yang pernah dipegang Rasulallah saw diberikan kepadanya. Dengan senang hati pula, ia serahkan kepada Abubakar. Setelah wafatnya Abubakar, Zubair mengambil kembali tombak itu.

Selanjutnya, Sayidina Umar bin Khattab datang meminta kepada Zubair tombak yang pernah dipegang Rasulallah dan Abubakar ra. Permintaan beliau tidak bisa ditolak dan diserahkannya kepada beliau. Tombak itu berada di tangan Umar ra sampai beliau mati syahid dibunuh. Kemudian Ustman bin Affan ra datang meminta kepadanya tombak yang pernah dipegan Nabi dan para sahabat yang mulia. Tanpa ragu-ragu, ia menyerahkannya pula kepada Ustman. Tombak itu berada di tangan beliau hingga beliau dibunuh. Kemudian berpindah setelah itu ke tangan Sayyidina Ali bin abi Thlaib ra. Mendengar berita itu, Zubair datang kepada beliau minta dikembalikan tombaknya. Sayyidina Ali langsung menyerahkan kepadanya. Tombak yang sudah berkali-kali pindah tangan kembali kepada pemilik asalnya, Zubair, hangga ia mati terbunuh dalam salah satu peperangan.

Sekarang, kenapa perhatian para sahabat begitu besar teradap tombak trb? Apakah tidak ada lagi tombak pada saat itu selain tombaknya Zubair? Kenapa perhatian mereka sedemikan besar terhadap benda itu, sedangkan banyak benda yang lebih bagus, lebih antik dan lebih kuat dari pada tombaknya Zubair. Perhatian para sahabat Nabi begitu besar terhadap tombak trb, karena benda itu pernah dipegang oleh jungjungan Nabi Muhammad saw dan dibawanya dalam peperangan beliau melawan musuh. Kemuliaan dan keberkahan tombaknya Zubair bukan karena tombaknya akan tetapi karena kemulian dan keberkahan pemegang tombak itu, yaitu baginda Rasulallah saw.

Ada lagi kisah tentang sandal Nabi saw yang telah menjadi perhatian para ilmiawan untuk dipelajari secara seksama dan teliti. Sandal itu telah menjadi bahan perhatian besar untuk dipelajari, baik dari segi sifat-sifatnya, atau dari segi bentuk, model dan warnanya. Mereka menulis hasil penelitian mereka secara rinci di dalam buku-buku mereka. Perhatian mereka begitu besar terhadap sandal Nabi saw disini dimaksudkan bukan sandalnya, akan tetapi pemiliki sandal itu yaitu Rasulallah saw.

Singkatnya, disini kita bukan memuja-muja benda-benda bersejarah atau barang peninggalan para nabi atau leluhur. Kita bukan pula untuk mengingatkan bahwa mereka telah menjelma pada benda benda trb, namum yang dimaksud disini ialah untuk mengingat jasa perjuangan mereka, dan juga untuk mengingatkan ketinggian dan keluhuran martabat mereka di sisi Allah.

Terakhir, bukankah yang kita lakukan untuk menghargai benda-benda bersejarah dan benda-benda peninggalan para Nabi, sahabatnya, dan orang orang soleh merupakan kelanjutan dalam meninggikan dan memuliakan syi’ar Islam?

Wallahu’alam

Hasan Husen Assagaf

tempat lahir nabi

Tempat lahir Nabi saw

gua hira

Gua Hira.

gunung stour/nabi dan abu bakar bersembunyi

Gunung Staur / Nabi dan Abu Bakar bersembuny

gua, nabi dan abu bakar bersembunyi

Gua Staur

Jabal Nur dipuncaknya Gua Hira\'

pemakaman al-mua\'la

Pemakaman Ma’la di Makkah

pedang dan busur panah nabi

pedang dan busur panah nabi

stempel / cincin nabi

stempel / cincin nabi

rambut nabi

rambut nabi

pedang nabi

pedang Nabi saw

rambut nabi

Beberapa helai Rambut Nabi saw

erban-burdah-dan-tongkat-rasulallah-saw

Serban-burdah-dan-tongkat-rasulallah-saw

Masjid Nabi

Masjid Nabawi

mimbar nabi

Mihrab Nabi dan Raudhah

2

Stempel Nabi saw

1

Sandal Nabi saw

rumah-nabi1

Rumah Nabi saw

rumah-nabi-21

Rumah Nabi saw

bak-air-nabi

Bak Air Nabi saw

mihrab-nabi

Mihrab Nabi saw

pemakaman-kel-nabi

Pemakaman keluarga Nabi saw

masjid-ali-al-uraidhi

Masjid Ali Al-Uraidhi di Madinah

 

Foto peninggalan Nabi terdapat pula dalam booklet “Kartu Keluarga Nabi”. Untuk membaca K K Nabi silahkan klik Kartu Keluarga Nabi SAW. Semoga bermangfaat.

Salam dari Kado Kota Nabi.

Hasan Husen Assagaf.

 

 

 

 

 

 

 

 

38 Tanggapan to “♣ Peninggalan Nabi”

  1. budi daei said

    Allahumma shalli ‘ala Muhammad wa alii Muhammad… Yaa Abal Qosim, Yaa wajihan indallah isfa’lanaa indallah…

  2. sofyar ali pamuncak said

    allohhu akbar,baru sekarang mendapatkan gambar semua peninggalan rasulku,ya alloh semoga ini bermanfaat.hanya alloh yang membalas kebaikan dan pelajaran ini.terima kasih kepada pengasuh blogger ini.

  3. rifky said

    assalammualaikum, mohon maaf saya mohon ijin untuk mencopy foto2nya. terimakasih.

  4. tomz said

    Alhamdulillah bisa melihat2 foto2 yang belum di kasih wkt melihant sendiri tapi baru melihat dari foto2..

    kok ukuran foto nya di klik gak bisa besar ya..tapi tetep masih kecil..
    coba bisa ukuran besar…mantab..

  5. galih said

    asss…

    ALLAHU AKBAR !!!!!!

    saya sangat kagum SUBHANALLAH !!!!

    wass….

  6. ahmad royan said

    gambrny kren abis smg dngn gmbr itu bisa mmprtbl iman kita….,’/;

  7. muhamad samiun said

    subhanallah allahuakbar mud2hn dgn gmbr ni smakn tbl imn kita amiiiiiiiiiiiiin tangkyou….,;’/

  8. ahmad hafiz said

    monggo ngopi foto nya mass

  9. bintang said

    subhannallah,Allahu akhbar kami sangat kagum pada beliau,
    semoga dengan adanya bukti ini keimanan kita dan ibadah kita
    bertambah,dan semoga kita menjadi umatnya,amin………..

  10. dimas anindito said

    sholawat serta salam sllu ku panjatkan pda junjungan kita Nabi Agung MUHAMMAD SAW yg kita harpkan syafaatnya di akhir zaman.amin

  11. Hj. Suaida Ibrahim said

    Allahumma shalli ‘alaa Sayyidina Muhammad…
    wa ‘alaa aali Sayyidina Muhammad…

  12. adit awok said

    ya allah walaupun ga mgliat secara langsung tapi aku bner2 kagum.

  13. khairul ihsan said

    tolong dibuatin nama2nya mas biar kami ngerti

  14. fauzi rahman said

    segala puji bagi Allah yg mengasihi hambaNYA. Shollu ala nabiy..

  15. Edy said

    Mohon ijin untuk mengCOPY foto fotonya.
    Terima kasih

  16. asdan said

    Ass…mas minta d perjelas tentang k gambarx minta ijin tuk mengk copix

  17. suryadi said

    Subahannallah……

  18. lia said

    alhamdulillah…walaupun cuma liat peninggalannya saja. mudah2an bisa ketemu dengan rasulullah nanti di akhirat..amien

  19. subhanallah,,,,,,,,,

  20. eko w a said

    pengingat

  21. rijwan said

    allahu akbar

  22. Sholluuuu ala Nabi….

  23. Shallahu “ala Muhammad

  24. Pengalaman saya umroh tahun 2002 begitu berkesan ketika berada di pintu luar makam nabi dari arah raudhah bersama rombongan syeikh sufi dari persia, ini adalah puncak wisata rohani

  25. m.amril akbar said

    muhammad saw nabiku

  26. Hifny Azzah said

    Subhanallah,, Allah hu akbar.. it’s amazing….!!!!

  27. fafan said

    nasib-nasibmu wahai nabi Muhammad saw,sejak dulu ajaranmu selalu dihina dan dilempari kotoran dan diludahi dan diinjak-injak dan tidak diterima.

  28. rafiqazizi said

    subhanallah…allahumma shalli ala muhammad…mrinding bulu kuduk,,bergetar hati ini,,terharu batin ini…serasa mau menangis..melihat foto2 orang yang paling ku idolakan..andaikan aku hidup di jamannya …niscaya aku kan selalu memeluknya,mengikuti sunnahnya..

  29. rafiqazizi said

    asw..allahu akbar….terimakasih atas info2ny.wlpn hanya foto peninggalan beliau..namun serasa hati ini begitu dekat dengan nabiku.

  30. rafiqazizi said

    mohon ijin copy …

  31. rafiqazizi said

    bermanfaat banget…mudah-mudahan smua foto ini asli peninggalan rosul yang sangat kita cintai…. mohon ijin copy …mksh

  32. اللهم صل على سيدنا محمد وعلى أل سيدنا محمد

  33. irfan bayu said

    dengan adanya bukti ini berarti telah terbukti bahwa allah telah mendatangkan nabi dan rosul untuk meluruskan hidup manusia agar tidak sesat

  34. […] ♣ Foto Peninggalan Nabi […]

  35. afrizal said

    afrizal berkata
    subhanallah…saya baru kali ini melihat peninggalan nabi besar kita nabi muhammad saw
    smoga bermanfaat amin……

    • dimas said

      Dimas berkata
      alhamdulillah saya baru kali ini melihat peninggalan sejarah nabi muhammad saw
      yaa…rasulullah sallamun alaik semoga bermanfaat bagi kaum muslimin dan muslimat amin……

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 82 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: