Hasan Husen Assagaf

Kenapa Nabi Berpoligami?

Posted by HASAN HUSEN ASSAGAF pada Juli 7, 2008

Makam Khadijah Makkah

Oleh: Hasan Husen Assagaf

 

Ada beberapa hal yang sangat perlu diketahui kenapa Nabi saw berpoligami?:

 

Pertama, mari kita lihat bagaimana cintanya Rasulallah saw kepada istrinya yang pertama Khadijah ra. Rasulallah saw sangat mencintai istrinya Khadijah. Kisah cinta beliau dengan Khadijah ra adalah kisah cinta paling setia sepanjang sejarah umat. Tidak bisa dibandingkan dengan kisah cinta Qais dan laila atau kisah cinta Romeo dan Juliet, karena kisah ini tidak hanya berakhir dengan perkawinan kemudian menghilang tanpa bekas, atau berakhir dengan berumah tangga kemudian melanglangbuana tanpa arah. Akan tetapi kisah cinta Rasulallah saw dengan siti Khadijah adalah kisah yang tidak putus dan tidak pernah putus walaupun salah satu dari insan itu sudah meninggal dunia. Maka kisah cinta beliau dan istrinya Khadijah adalah kisah cinta yang paling sejati, cinta yang paling suci, kisah cinta yang paling sejati, cinta yang luar biasa yang terus belanjut walaupun siti Khadijah telah pulang ke rahmatullah. 

 

Kisah cinta beliau dengan istrinya Khadijah pernah berkisah, yaitu setelah merebut kota kelahiranya, Makkah, beliau ditawarkan penduduk agar tinggal di rumah rumah mereka. Akan tetapi beliau menolak dan menyarankan para sahabat agar segera mendirikan kemah di muka kuburan istrinya, Khadijah ra. Beliau berseru: “Dirikanlah bagiku kemah di muka kuburan Khadijah”. Begitulah kecintaan Rasul saw terhadap istrinya, Khahdijah ra.

 

Di lain kisah, pernah setelah penaklukan kota Makkah, banyak suku Quraisy yang datang mengelilingi Rasulallah saw, mereka datang untuk meminta maaf kepadanya. Kaum Quraisy di bawah pimpinan Abu Sufyan datang menghampirinnya. Tiba tiba saja beliau melihat seorang nenek yang sangat tua datang terbungkuk bungkuk ingin menemui beliau. Begitu melihat nenek tadi, beliau segera meninggalkan rombongan kaum Quraisy yang ada di sekelilingnya dan langsung berdiri menyambut kedatangannya. Beliau duduk di samping nenek tua tadi dan diajaknya berbicara dan bercerita. Kelihatanya begitu akrab Rasulallah saw dengannya. Tidak sedikit waktu yang diluangkan untuk berbincang bincang denganya.

 

Melihat kejadian itu A’isyah ra bertanya kepada beliau: “Siapa gerangan nenek tua tadi wahai Rasulallah?”. Beliaupun menjawab “Ia adalah sahabat akrab Khadijah”. A’isyah kembali berkata: Apa yang engkau bicarakan denganya wahai Rasulallah? Beliau menjawab “Kami membicarakan hari hari indah bersama Khadijah”. Ketika itu timbulah raca cemburu dalam diri A’isyah, lalu ia berkata “Apakah engkau masih mengingat ngingat orang tua yang sudah menjadi tanah itu. Sedangkan Allah telah menggatinya dengan yang lebih baik?”. Rasulallah marah besar dan nampak jelas kemarahannya dari raut muka beliau, lalu berkata “Demi Allah, Dia tidak pernah menggantinya dengan seorang perempuan yang lebih baik darinya”. Kemudian Rasulallah menyebut jasa jasa baik Khadijah terhadap beliau dan Agama Islam. A’isyah merasa bersalah, lalu dia berkata “Mintailah ampunan bagiku wahai Rasulallah”. Lalu beliau menjawab “Mintalah maaf kepada Khadijah, baru aku akan memintakan ampun bagimu”.(HR Bukhari).

 

Kita lihat lagi hadits dibawah yang menerangkan tentang keistimewaan Khadijah ra, dari Aisyah ra, ia menceritakan,

 

كَانَ النَّبِىُّ -صلى الله عليه وسلم- إِذَا ذَكَرَ خَدِيجَةَ أَثْنَى عَلَيْهَا فَأَحْسَنَ الثَّنَاءَ – قَالَتْ – فَغِرْتُ يَوْماً فَقُلْتُ مَا أَكْثَرَ مَا تَذْكُرُهَا حَمْرَاءَ الشِّدْقِ قَدْ أَبْدَلَكَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ بِهَا خَيْراً مِنْهَا. قَالَ « مَا أَبْدَلَنِى اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ خَيْراً مِنْهَا قَدْ آمَنَتْ بِى إِذْ كَفَرَ بِى النَّاسُ وَصَدَّقَتْنِى إِذْ كَذَّبَنِى النَّاسُ وَوَاسَتْنِى بِمَالِهَا إِذْ حَرَمَنِى النَّاسُ وَرَزَقَنِى اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ وَلَدَهَا إِذْ حَرَمَنِى أَوْلاَدَ النِّسَاءِ »

Nabi saw ketika menceritakan Khadijah pasti ia selalu menyanjungnya dengan sanjungan yang indah. Aisyah berkata, “Pada suatu hari aku cemburu.” Ia berkata, “Terlalu sering engkau menyebut-nyebutnya, ia seorang wanita yang sudah tua. Padahal Allah telah menggantikannya buatmu dengan wanita yang lebih baik darinya.”

Nabi saw lalu menyampaikan, “Allah tidak menggantikannya dengan seorang wanita pun yang lebih baik darinya. Ia telah beriman kepadaku tatkala orang-orang kafir kepadaku, ia telah membenarkan aku tatkala orang-orang mendustakan aku, ia telah membantuku dengan hartanya tatkala orang-orang menahan hartanya tidak membantuku, dan Allah telah menganugerahkan darinya anak-anak tatkala Allah tidak menganugerahkan kepadaku anak-anak dari wanita-wanita yang lain.” (HR. Ahmad, 6:117. Syaikh Syuaib Al-Arnauth menyatakan bahwa hadits ini shahih.)

Jelasnya, bahwa jasa Khadijah ra yang besar pada risalah nubuwwah dan kemuliaan akhlaknya sangat membekas di hati suaminya, Rasulallah saw, sehingga beliau selalu menyebut nyebut kebaikanya walupun ia telah wafat. Makanya tak heran jika Allah telah menyampaikan salam khususNya untuk Khadijah ra melalui perantaraan Jibril as kepada Rasulallah saw disertai kabar gembira “Aku telah sediakan baginya rumah di surga yang dibuat dari emas yang tiada kesusahan baginya atau kepayahaan”

 

Dari Abu Hurairah ra, ia berkata,

أَتَى جِبْرِيلُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ هَذِهِ خَدِيجَةُ قَدْ أَتَتْكَ مَعَهَا إِنَاءٌ فِيهِ إِدَامٌ أَوْ طَعَامٌ أَوْ شَرَابٌ فَإِذَا هِيَ أَتَتْكَ فَاقْرَأْ عَلَيْهَا السَّلَامَ مِنْ رَبِّهَا عَزَّ وَجَلَّ وَمِنِّي وَبَشِّرْهَا بِبَيْتٍ فِي الْجَنَّةِ مِنْ قَصَبٍ لَا صَخَبَ فِيهِ وَلَا نَصَبَ

“Pada suatu ketika Jibril pernah datang kepada Rasulullah saw sambil berkata, ‘Wahai Rasulullah, ini dia Khadijah. Ia datang kepada engkau dengan membawa wadah berisi lauk pauk, atau makanan atau minuman.’ ‘Apabila ia datang kepada engkau, maka sampaikanlah salam dari Allah dan dariku kepadanya. Selain itu, beritahukan pula kepadanya bahwa rumahnya di surga terbuat dari emas dan perak, yang di sana tidak ada kebisingan dan kepayahan di dalamnya.’” (HR. Bukhari Muslim)

Kedua, Rasulallah saw berumah tangga bersama istri Khadijah binti Khuilid ra berlangsung selama 28 tahun dan paut usia antara mereka sangat berjauhan. Khadijah pada waktu disunting Rasulallah saw usianya 40 tahun. Sedang Nabi saw seorang jejaka usia beliau pada waktu itu 25 tahun. Selama 28 tahun beliau berumah tangga, Khadijah ra tidak pernah dimadu. Baru kemudian setelah wafatnya Khadijah ra Rasulallah saw kawin lagi. Itu pun tidak dilakukan langsung setelah meninggalnya siti khadijah akan tetapi beliau kawin lagi dua tahun setelah wafatnya istri beliau. Rasulallah saw kawin lagi dengan Aisyah ra yang pada saat itu masih kanak kanak dan masih menunggu beberapa tahun lagi agar Aisyah ra memasuki usia dewasa.

 

Kalau memang betul Rasulallah saw itu senang kawin, sebagaimana dikatakan orang orang oriaentalis, kenapa tidak dilakukan langsung setelah Khadijah meninggal dunia dan kenapa beliau tidak kawin dengan wanita yang muda belia, tapi kenyataanya beliau kawin lagi dengan seorang anak kecil yang masih menunggu beberapa tahun lagi untuk bisa digauli. Begitulah seterusnya yang dijalani Rasulallah saw sekitar delapan tahun dari sisa hidup beliau. Kalau kita telaah secara seksama sebab sebab perkawinan Rasulallah saw yang kedua, ketiga dan seterusnya hanya untuk penyelesaian problem sosial dan ini bisa dilihat dari hadist hadist nabi yang membicarakan perkawinan-perkawinan Rasulallah saw. Kebanyakan dari mereka adalah janda mati atau korban perang, kecuali Aisyah ra. Maka singkatnya, kita bisa mengambil satu kesimpulan bahwa sebenarnya tidak beralasan untuk mengatakan banyak beristri itu adalah perbuatan Rasulallah saw.

 

Jelasnya, hanya ada satu ayat yang menerangkan tetang poligami, yaitu surat an-Nisa ayat-3

 

وَإِنْ خِفْتُمْ أَلَّا تُقْسِطُوا فِي الْيَتَامَىٰ فَانْكِحُوا مَا طَابَ لَكُمْ مِنَ النِّسَاءِ مَثْنَىٰ وَثُلَاثَ وَرُبَاعَ ۖ فَإِنْ خِفْتُمْ أَلَّا تَعْدِلُوا فَوَاحِدَةً أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ ۚ ذَٰلِكَ أَدْنَىٰ أَلَّا تَعُولُوا

“Dan jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil terhadap perempuan yatim, maka kawinlah wanita wanita yang kamu senangi: dua, tiga atau empat . Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil maka kawinilah seorang saja”.

 

Kalau kita telaah dengan rinci ayat itu turun untuk melindungi hak terhadap yatim piatu dan janda korban perang. kemudian dikatakan lagi kita boleh kawin lagi asal saja bisa berlaku adil karena islam mengajarkan kita untuk berlaku adil, tapi kenyataanya berlaku adil sangat sulit, dan tidak mungkin bisa dilakukan. Lihat surat an-Nisa-129

 

وَلَنْ تَسْتَطِيعُوا أَنْ تَعْدِلُوا بَيْنَ النِّسَاءِ وَلَوْ حَرَصْتُمْ ۖ فَلَا تَمِيلُوا كُلَّ الْمَيْلِ فَتَذَرُوهَا كَالْمُعَلَّقَةِ ۚ وَإِنْ تُصْلِحُوا وَتَتَّقُوا فَإِنَّ اللَّهَ كَانَ غَفُورًا رَحِيمًا

Dan kamu sekali kali tidak akan dapat berlaku adil diantara istri istrimu, walaupun kamu sangat ingin berbuat demikian, karena itu janganlah kamu terlalu cenderung kepada yang kamu cintai, sehingga kamu biarkan yang lain terkatung katung”.

 

Ketiga, Rasulallah melarang berbuat sewenang-wenang terhadap wanita, melarang pelecehan terhadap wanita dan melarang menyakiti hati wanita. Hal ini kita bisa lihat dari sikap Rasulallah yang sangat tegas dan bijaksana menolak Sayyidina Ali bin Abi Thalib ra untuk kawin lagi semasih putri beliau, Fatimah ra, hidup.

 

Pernah Rasulallah saw marah besar ketika mendengar putri beliau, Fathimah ra akan dimadu Sayyidina Ali bin Abi Thalib. Ketika mendengar rencana itu, Rasulallah saw pun langsung masuk ke masjid dan naik ke atas mimbar, lalu berseru, “Beberapa keluarga Bani Hasyim bin al-Mughirah meminta izin kepadaku untuk mengawinkan putri mereka dengan Ali bin Abi Thalib. Ketahuilah, aku tidak akan mengizinkan, sekali lagi aku tidak akan mengizinkan. Sungguh aku tidak izinkan, kecuali Ali bin Abi Thalib menceraikan putriku, dan aku persilakan mengawini putri mereka. Ketahuilah, putriku itu bagian dariku, apa yang mengganggu perasaannya adalah menggangguku juga, apa yang menyakiti hatinya adalah menyakiti hatiku juga.” Begitulah kurang lebih bunyi hadist Rasulallah saw.

 

Terakhir, saya hanya ingin bertanya: kalau Rasulallah melarang Ali bin Abi Thalib ra untuk memadu putri beliau, Fatimah ra. Maka saya rasa hampir setiap orangtua di muka bumi tidak akan rela jika putrinya dimadu. Karena, seperti dikatakan Rasulallah saw, perbuatan itu akan menyakiti hati perempuan, dan juga menyakiti hati orangtuanya.

 

Wallahu’alam

Kartu Keluarga Nabi

 

Ringkasan Biografi Nabi

Istri Istri Nabi

Putra Putri Nabi

♣ Cucu Cucu Nabi

♣ Peninggalan Nabi

♣ Kenapa Nabi Berpoligami

Slide (pps) Biografi Nabi

Iklan

20 Tanggapan to “Kenapa Nabi Berpoligami?”

  1. Nurul wahyuni said

    Subhanallah,aq begitu kagum dg kmuliaan Rasulullah. Andai semua orang dpt berlaku sprti Rasulullah,maka Insya Allah dunia pasti aman, dan pastinya,wanita gak akn jd korban laki2 yg gak brtggjwb..

  2. deltapapa said

    http://deltapapa.wordpress.com/2008/06/05/mengapa-nabi-muhammad-saw-mempunyai-banyak-istri/

  3. jang said

    Sungguh terharu habis baca tulisan di atas. Rasulullah sangat berhati mulia. Cintanya pun luar biasa kepada Siti Kahdijah dan begitu pula sebaliknya.

  4. Uday Jorey said

    Memang seperitulah contoh cinta sejati takkan pudar dimakan waktu dan zaman dan pempimpin terbaik adalah pemimipin yang cinta keluarganya dan Rakyatnya.

  5. emaknyamaxi said

    Posting yang sangat bagus dan patut ditiru !

  6. muhammad BSA said

    Alhamdulillah tulisan anda benar2 menjelaskan bahwa pernikahan itu bukan dilandasi oleh sex…
    gimana dengan KIAI2… dan USTAD2 dan laki2 hidung belang sekarang yang demen kawin yah…? oleh karena Dakwah Atau hanya untuk melegalkan Zinnah…?????

    kalau saya lihat sekarang Poligami merupakan salah satu sunah rasul yang paling di gemari… karena mereka buta maksud dan tujuan Nikah……
    Mudah2an tulisan anda ini sekali lagi membuka mata kami yang membaca……
    InsyaAllah

  7. Rach_maa said

    Tak ada kata yang pantas diducapkan selain Subhanallah…

  8. chairun said

    Assalamu alaikum Wr Wb.
    Salam kenal sebelumnya, Subhanallah saya salut sekali dengan Rasulullah akan kisah cintanya yang mengharu biru dan penuh hikmah tentang berpoligami, dimana poligami yang beliau laksanakan dilandaskan untuk masalah sosial bukan untuk masalah sex belaka. Pada intinya saya sangat setuju sekali dengan poligami ala Rasulullah.Ditambah lagi, sekarang untuk jumlah pertumbuhan wanita jauh lebih banyak dari pria, dari masalah ini akan timbul masalah sosial baru dan apakah mungkin kita masih bisa berkata kalau satu pria harus kawin dengan satu wanita ???. Kalau konteksnya seperti ini bagaimana dengan sisa wanitanya, apakah ia akan melajang selamanya atau menunggu wanita dari istri orang harus meninggal terlebih dahulu baru sang suami datang melamar??? . Dan apakah kita sebagai orang tua akan menolak bila seorang pria yang sudah berumah tangga datang dengan niat baik untuk melamar perempuan anak kita sedangkan anak perempuan kita sudah mempunyai usia ( 30 -40 ), apakah kita harus menolak pria tersebut ??? ( Nista sekali kalau kita membiarkan anak kita melajang selamanya sedangkan para bujangan tidak ada yang hadir untuk melamar ). Mohon dipikirkan kembali untuk masalah Poligami ini.
    Wasalamu alaikum Wr Wb.

  9. AKBAR said

    AKU RINDU KE PADA ALLOH SWT YANG TELAH MENURUNKAN ROSULULLOH SEBAGAI RAHMAT BAGI DUNIA

  10. Dhanu cOLLIN said

    Subhanallah, sungguh terharu banget habis baca tulisan diatas rasulullah sangat berhati mulia. rasa kasih sayangnya dan cintanya begitu luar biasa kepada sitri khadijah bgtu pula sebaliknya. andai semua orang berperilaku seperti rasulullah,insya allah dunia ini pasti aman.subhanallah.

  11. Kebanyakan orang tidak paham dg arti “poligami” yg sebenarnya
    mereka hanya memandang dari satu sisi saja
    itupun dari sisi yg negatif, tidak disandarkan menurut pandangan syari’at
    akan tetapi hanya berdasarkan pandangan diri mereka sendiri, berdasarkan nafsu
    sungguh ironis sekali…!!
    kl saja mereka memahami bahwa semua aturan yg Allah buat itu demi kemaslahatan, untuk umat manusia di muka bumi ini

  12. sholikin said

    Subhanallah, sungguh terharu serasa mau menangis, tiada tara ketabahan Rosululloh dan juga orang2 disekelilingnya, rindu sekali akan kehidupan seperti itu, kesederhanaan penuh kasih sayang tak ada iri dengki dan perselisihan. semoga tulisan2 ini dibaca oleh semua orang agar lebih terbuka hati kita semua akan hidup yang fana ini. kalau berkenan bisa tolong kirim semua artikel2 ini ke email saya… buat referensi bagi hidup saya dan kerabat… terimakasih…

  13. IRWANRUBAI said

    inilah ajaran islam yang benar, yakni tidak sepenuhnya membolehkan laki-laki untuk berpoligami. karena berdasarkan tulisan diatas betapa hancurnya perasaan wanita apabila dimadu dan itu dilarang oleh Rosulullah.

  14. Zuraida Berglund said

    tak bisa ditahan airmata yg mengalir keluar ketika membaca kisah cinta rasulallah kepada istrinya khadijah…mengharukan sekali..subhanaullah ..
    trimakasih udah sharing sejarah ini.

  15. abdul said

    alhamdulillah, akhi telah memaparkan materi ini dengan jelas namun saya baca dlm surat annisa tadi, diawali dengan perintah menikahi lebih dari satu= bagi yang dimampukan dan cukuplah satu bagi= yang blm mampu, ini menunjukan bahwa ada perintah bagi yang mampu dan larangan bagi yang tidak mampu alangkah lebih baiknya kita tidak mendahului allah dan rosulnya dengan tidak menghukumi bahwa poligami itu layak dan tidak layak krn sudah jadi ketentuanNya bahwa ada positif dan negatif ada yang mampu dan tidak.. terima kasih.

  16. CaCa said

    Assalamualaikum…maaf..sekedar memberitahu..semestinya surah An Nisa ayat 129 bukan ayat 129…jazakillah khair..Wassalamualaikum

  17. Naufal Alatas said

    habeb, kenapa komentar ana di hapus…kalau merasa tidak sependapat silahkan di jawab. ana tidak sependapat dengan antum mengenai tulisan di atas, oleh karena itu ana beri masukan ke antum.

    kalau di hapus, kesannya tidak baik.

    ana ulangi,
    poligami di halalkan dalam islam dengan berbagai syarat dan ketentuan. bila melihat dari sisi keadilan, keadilan bukan milik manusia. yang maha adil hanya ALLAH SWT. keadilan manusia bersifat relatif. masing-masing bisa berbeda.

    Nabi muhammad adalah manusia. bedanya dengan kita, beliau adalah manusia yang paling agung, kekasih ALLAH SWT dan segala kebaikan manusia ada pada beliau.

    poligami bukan hanya milik Rasulullah SAW..Poligami milik seluruh umat.untuk apa di berikan petunjuk kepada umat manusia melalui Rasulullah SAW bila hanya di tujukan kepada Rasulullah SAW.

    yang bisa kita lakukan adalah, menerima poligami sebagai ketentuan ALLAH SWT. bukan dalam kapasitas kita untuk melarang orang poligami.

    yang ingin poligami, silahkan…hanya saja patuhi syarat dan ketentuannya.

    ibarat jalan raya, bila ingin memasukinya…patuhi rambu-rambu lalu lintas agar kita selalu dalam keselamatan…bila melanggar, potensi celaka semakin besar dan minimal kena tilang (diomeli pihak yang anti poligami yang percaya poligami adalah kesalahan ALLAH SWT dalam membuat ketentuan)

    wallahualam…mohon maaf bila ada yang salah, dan itu datangnya dari ini ana sendiri.

    nabi berpoligami sebagai contoh untuk umatnya

    • HASAN HUSEN ASSAGAF said

      Saudaraku Naufal Alatas
      Yang dicintai Allah..

      Terima kasih anda telah sudi mampir ke situs saya.

      Mengenai komentar anda tentang poligami saya tidak hapus apa lagi sampai membuat kesan yang tidak baik sama sekali saya tidak harapkan. Justru saya sangat mengharap kalau semua orang seperti anda, karena tidak semua makalah atau pendapat saya bisa diterima atau harus diterima. Semua kritik baik saya sambut dengan baik.

      Sekali lagi terima kasih yang anda sudah luangkan waktu anda untuk membaca artikel2 saya yang masih banyak perlu diperbaiki.

      Salam dari kota Nabi
      Hasan Husen Assagaf

  18. Alidin Hasan Asseggaff said

    Satu uraian yg sangat bermakna dan menjadi arahan buat orang2 yg memahami masalah poligami hanya dari pandangan yang sempit.Semoga ALLAH SWT mencatat apa yg antum buat sebagai satu amal ibadah.

    Salam,takziem.
    Alfaqier,

    Alidin hasan

  19. Azif Rayani said

    Hal yang selalu diniatkan muslim untuk mencontoh Rasulullullah SAW, tapi yang lainnya diabaikan. Masya Allah.
    Astagfirullah . . . semoga kami diampuni oleh NYA.
    jauhkan kami dari niat yang mengutamakan nafsu semata.
    Ingatlah wahai kaum ku yang selalu ingin beristri lebih dari satu, periksa diri dulu, apakah bisa berlaku ADIL ???

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: