Hasan Husen Assagaf

Kenapa dia Rela Bunuh Diri?

Posted by HASAN HUSEN ASSAGAF pada Juli 28, 2008

Oleh: Hasan Husen Assagaf

 

SURAT KABAR al-Jazirah – Saudi Arabia , pernah memuat berita kejadian seorang pembantu rumah tangga melakukan bunuh diri di atas rumah bertingkat dua di Jeddah. Saat ditemukan, leher korban terjerat kain kerudung yang dililitkan pada sebatang kayu tangga. Kejadian misterius itu betul-betul sangat mengejutkan masyarakat setempat. Setelah diproses ternyata pembantu rumah tangga, yang sudah berkeluarga, tak ditemukan tanda-tanda bekas penganiayaan, sehingga dipastikan ia tewas akibat bunuh diri. Perbuatan nekat ini, diduga karena ia selalu mengirimkan gajinya kepada suaminya rutin setiap bulan untuk biaya kedua anaknya yang masih kecil. Akan tetapi digunakan sang suami untuk kawin lagi dan berpesta pora dengan istri muda. Frustasi ini yang membuat pembantu kehilangan akal dan iman, lalu nekat membunuh diri di tangga.

 

Kejadian kedua yang saya alami sendiri, terjadi dahulu di waktu musim haji. Rombongan jama’ah haji Indonesia, setelah melakukan tahallul pertama, berangkat ke Makkah untuk melakukan solat Idul Adha, toaf ifadhah dan berlebaran.  Setiba di Makkah, salah satu dari rombongan Jama’ah haji yang dipimpin Ustadh HAA, ada yang bunuh diri di kamar mandi dengan menggunakan sarung yang dijerat di lehernya. Kejadian itu cukup menghebohkan para jama’ah haji. Hasil pengusutan polisi menunjukkan, tak ditemukan alasan yang cukup sehingga Pak Haji harus membunuh diri di kamar mandi. Yang jeles pasti ada problem besar yang membuat Pak Haji kehilangan akal dan iman lalu nekat membunuh diri di kamar mandi.

 

Bunuh diri merupakan hal yang ganjil dan para pelakunya merupakan korban kekejahatan dirinya. Di Australia, telah didirikan lembaga aneh yang diberi nama Lembaga Penyelidik Bunuh Diri. Sesuai dengan namanya, lembaga ini bertugas untuk menyelidiki secara rinci sebab-sebab terjadi bunuh diri dan bangaimana pencegahannya. Yang lebih aneh, menurut hasil research, bahwa kebanyakan bunuh diri terjadi di musim panas. Ini tidak terjadi hanya di Australia, akan tetapi hampir di seluruh belahan dunia (www.theaustraliannews.com).

 

Sudah pasti hal ini sangat bertentangan dengan keadaan yang sebenarnya. Bunuh diri tidak terjadi di musim panas atau di negara negara yang beriklim panas, akan tetapi mayoritasnya terjadi di negara negara barat yang bersuhu dingin sepanjang tahun. Contohnya negara Lithuania meraih juara pertama, diperkirakan 46 jiwa mati karna bunuh diri dari setiap 100.000 jiwa. Setelah itu Rusia meraih martabat yang kedua yang diperkirakan 42 jiwa mati karna bunuh diri dari setiap 100.000 jiwa. Dan ketiga dan seterusnya semuanya diraih oleh negara negara Eropa dan Amerika yang maju. Akan tetapi bunuh diri masih terdapat di negara negara tersebut disebabkan karna masalah yang sangat sepele.

 

Bunuh diri merupakan perbuatan yang terkutuk dan dibenci. Perbuatan ini dikatagorikan dosa besar (minal kabair), sebagaimana firman Allah didalam al-Quran yang berbunyi  “Dan janganlah kamu membunuh dirimu, sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu“. An-Nisa,29.

 

Islam mengharamkan dan melarang perbuatan yang sifatnya menjerumuskan pelakunya kedalam kerusakan dan kebinasaan seperti perbuatan membunuh diri, sebagaimana firmanNya dalam surat al-Baqarah ayat 195, “Dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan, dan berbuat baiklah, karna sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik“.

 

AKAN tetapi berlainan dengan aksi bunuh diri yang dilakukan rakyat Palestina demi untuk membela kehormatan, negara dan agama mereka. Hingga saat ini masih terus dilacak dasar aksi serangan bunuh diri yang dilakukan para aktivis Islam militan di Palestina. Menurut pandangan ulama, serangan bunuh diri demi untuk mengakhiri kolonialisme adalah suatu hak yang terpuji dan pelakunya mendapat gelar syahid.

 

Di akhir tahuh 1995, Syeikh al-Azhar Prof Dr Mohammad Sayed Tantawi  menyebut pejuang Palestina yang menggelar bom bunuh diri sebagai syahid. Ketika ia dikritik banyak pihak, ia pun meralat pandanganya dan mengatakan, orang meledakan dirinya di pangkalan meliter Israel adalah syahid. Adapun orang yang meledakan dirinya di tengah sipil Israil bukanlah syahid. Ungkapan ini tetap dibantah para ulama, karena semua warga Israil bersenjata.

 

Adapun serangan bunuh diri pertama kali bagi warga muslim dalam sejarah modern ini dilakukan oleh seorang murid Jamaluddin al Afghani bulan maret tahun 1896, ketika dia melancarkan serangan bunuh diri terhadap Shah Iran Nazaruddin Shah. Aksi ini demi untuk membangkitkan pemerintah dan rakyat muslim untuk memerangi negara-negara kolonialisme demi kehormatan umat dalam upaya megusir penjajahan.

 

Nah! sekarang, apa yang membuat seseorang menyerahkan hidupnya untuk membunuh orang lain? Sepintas, hal semacam ini tidak mungkin terjadi atau tidak masuk akal. Akan tetapi, apa yang terjadi di Palestina bukan sesuatu yang baru, yang terjadi di sana sudah menjadi sesuatu yang biasa. Bahkan banyak di negeri itu orang yang rela mati demi orang lain, atau demi apa yang disebut sebagai  perjuangan mengusir penjajahan.

 

Mengapa mereka rela mati dengan cara seperti itu? Bukankah hidup itu sangat berharga? Menurut mereka, memang betul hidup itu sangat berharga, tetapi pada akhirnya semua orang bakal mati. Peristiwa kematian pasti akan menimpa setiap orang. Ada orang yang mati karena kecelakaan, ada yang mati di ujung pedang, ada yang mati di atas kasur dan ada lagi yang mati karena membela hak. Singkatnya, semua orang pasti mati “bermacam macam sebab kematian, tetapi hakekatnya manusia pasti harus mati”. (al-Hadits). Allah berfirma “Di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendatipun kamu di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh”. An-Nisaa’,78.

 

Menurut Islam, kematian itu bukanlah akhir dari perjalanana hidup seseorang. Setiap orang pasti akan mati dan jasadnya hancur dimakan tanah. Hukum kehancuran berlaku hanya bagi jasad, benda dan meteri. Sedangkan roh bukanlah benda atau materi, maka ia tidak terkena hukum kehancuran. Maka dari itu jika sesorang mati, jasadnya ditinggalkan di pekuburan, tapi ruhnya berpindah dari alam dunia ke alam baru yang disebut alam barzakh. Oleh karena itu orang yang semasa hidupnya banyak menabur dan menanam kebaikan, maka kematian baginya adalah sebuah pintu yang membawanya masuk kedalam kehidupan baru yang jauh lebih baik dan lebih indah dari kehidupan di dunia.

 

Itulah yang diyakini para pembom bunuh diri di negara Palestine. Mereka berkeyakinan bahwa setelah kematian yang mereka lakukan secara mestiri itu demi membela agama dan negara dalam upaya mengusir penjajahan, akan mengantarkan mereka ke taman surga Firdaus yang mengalir di bawahnya sungai sungai, sehingga kematian yang mereka lakukan akan tidak terasa atau tidak lebih dari sekedar bentokan atau pukulan. Menurut mereka kematian semacam ini adalah mistiri yang tidak mungkin dipahami oleh manusia secara rasional. Hanya iman yang kokoh, keikhlasan yang luas dan cinta kasih terhadap agama, sesama dan negara.

 

Itulah sebabnya, ketika dikabarkan bahwa pembom bunuh diri tewas saat menjalankan tugasnya, keluarga mereka akan mendapat pujian, penghargaan, bukan ucapan belasungkawa. Bahkan kematian mereka disambut dengan sorak gembira disertai dengan zaghrathah (jeritan suara perempuan Arap disaat pesta perkawinan) dan mereka dianggap sebagai pahlawan yang akan dikenang sepanjang masa.

 

Adapun aksi bunuh diri yang dilakukan terhadap rakyat sipil yang tak berdosa di Negara yang berdaulat seperti yang telah terjadi di Legian-Bali dan Hotel Marriot-Jakarta, tidak tergolong mati syahid. Karena tindakan menjadikan rakyat sipil sebagai sasaran merupakan tindakan yang keji dan dikutuk oleh seluruh lapisan masyarakat dunia dan ulama.

 

Wallahua’lam,

12 Tanggapan to “Kenapa dia Rela Bunuh Diri?”

  1. meski sepintas keduanya memiliki kesamaan, yaitu sama-sama menghilangkan nyawa sendiri. tapi keduanya memiliki jalan dan tujuan yang sangat berbeda. yang satu mati sia-sia yang satunya lagi mati membawa harum bangsa. wa’allahualam….
    semoga kita meninggal dalam keadaan khusnul khotimah. Amin

  2. gak ada jalan lain kah selain harus membunuh diri sendiri?
    mati syahid kah orang2 yang mengambil jalan seperti ini?
    wallahua’lam

  3. roni said

    banyak tragedi di dunia seperti Bom bunuh diri padahal islam tidak mengajarkan kekerasan, yg sangat disayangkan setelah kejadian seperti ini pasti selalu dikaitkan dengan JI padahal JI ini sendiri menentang tindak kekerasan apalagi sampai menghilangkan nyawa seseorang yg tidak bersalah, yang saya tanyakan bagimana menurut habib seorang yg mempunyai akal sehat,sadar mau melakukan bunuh diri dengan meledakkan bom bunuh diri???

  4. catur said

    luk09:25 “Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia, tetapi ia membinasakan atau merugikan dirinya sendiri?” memperoleh seluruh dunia dpt dimaksudkan spt mendapatkan gelar atau kekuasaan atau jabatan atau jg nama. bukankah dng kehidupan seharusnya dapat membuat lebih baik untuk sesamanya manusia? cintailah sesamu manusia spt dirimu sendiri, kecuali bagi mereka yg tidak suka disebut sebagai manusia yg merugikan dirinya sendiri dng membinasakan diri sendiri.

  5. Kunkun said

    Dikala ummat terjajah, itu hal lumrah, sejak kekalahan ummat islam mempertahankan kekuasaannya, sehingga seluruh wilayah muslim dicabik cabik oleh musuh2nya maka perbedaan pendapat, fitnah, tuduhan dan segala bentuk penipuan itu sangat sangat lumrah, karena ummat islam tidak bisa mengontrol dunia. dan dalam posisi terjajah orang orang munafik akan berbuat ulah untuk kepentingan perutnya. maka mari kita kuasai diri sendiri, luruskan niat kepada alloh mohon petunjuk Nya dengan berdasar pada Qur-an wa sunnah.

  6. ahmad Fan said

    Masalah sasaran, saya tidak setuju. Hanya saja mungkin dia ngawur, yang penting akibatnya bisa menggoncangkan amerika negara raksasa itu. Dan perhitungan inilah yang selama ini disembunyikan semua orang. Tak ada satupun mulut bicara tentang akibat ini. Perhatian orang hanya diarahkan dalam opini pembunuhan ngawur, orang tak salah dibunuh, negara sudah tenang dibom, ngacau masyarakat yang sudah tenang, dsb. Dan dalam kenyataan, amerika, benar benar kalang kabut, kesana kemari mencari dukungan. Bahkan dia mengeluarkan beaya yang tidak sedikit untuk membasmi apa yang disebut teroris itu.

  7. Firdaus said

    Menurut saya, dalam ilmu islam, tidak ada yang mengajarkan konsep bunuh diri. Yang pernah ada adalah taktik mundur dalam berperang,itu diperbolehkan. Walaupun dalam konteks berjihad, tidak pernah diajarkan bunuh diri. Bunuh diri dan terbunuh adalah berbeda jauh. Seorang mujahiddin dalam perang adalah berusaha untuk membunuh lawan, adapun kalau saat perang kemudian dia terbunuh itulah syahid. Sementara yang terjadi adalah pemahaman salah, mereka sengaja melengkapi bom untuk membunuh dirinya sendiri dengan tujuan untuk meledakkan musuh. Walaupun niat baik, tetapi kalau prakteknya salah yaa tetap salah. Dan Nabi Muhammad tidak pernah mengajarkan taktik bunuh diri. Bunuh diri tetaplah bunuh diri.

  8. Saya muslim dan perlu anda tahu bunuh diri apapun alasannya adalah dosa besar!
    Justru penderitaan dalam penjajahan, jika kita bertahan hidup dan terus berdoa itu lebih baik daripada melakukan bom bunuh diri yang jelas sia2!
    Jangan menjadi muslim yang taqlid aatu bid’ah!

  9. akungtama said

    bunuh diri tetap dosa besar

  10. bunuh diri apapun alasanny tetaplah haram hukumnya…apakah tdk ada cara lain yg lebh baik?
    Apakah harus demi menegakan agama Allah dengan cara hina seperti itu?menghalalkan yang haram dan mengharamkan yang halal
    naudzubillah

  11. Tasawuf said

    Jika kalian bertanya kpd seorang Mursyid yang Mujtahid tentang orang yang bunuh diri demi membunuh musuh, beliau akan menjawab :

    “Dia tidak akan masuk syurga! Karna dia tidak mempercayai Al-Quran!”

    Apakah kita tidak berfikir?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: