Hasan Husen Assagaf

♣ Baitul Maqdis Di Era Umar ra

Posted by HASAN HUSEN ASSAGAF pada Januari 20, 2009

245px-jerusalem_from_mt_olives1Baitul Maqdis

Dengan gigih khalifah Umar bin Khattab dan penngikutnya akhirnya bisa membebaskan kembali Baitul Maqdis dari cengraman musuh. Disaat memasukinya beliau berwasiat kepada pasukanya agar tidak menebang pohon, mengotori sungai, mencemari mata air, membunuh anak anak, wanita, orang tua, dan orang orang lemah. Selain itu beliau beliau berwasiat dengan tegas kepada pasukanya agar tidak menghacurkan gereja dan sinagog. Itulah pesan Umar ra kepada pasukannya saat saat memasuki Baitul Maqdis (Palestina).
 
Saat memasuki Baitul Maqdis, Sayyidina Umar ra dan pasukannya disambut hangat oleh penduduk setempat. Tua muda, besar kecil, laki perempuan di bawah pimpinan pendeta Nasrani semua keluar menyabut beliau. Keduanya kemudian berjalan keliling kota. Mereka menyaksikan secara langsung bagaimana tentara islam menghormati dan menjaga rumah rumah ibadah yang ada di tempat itu. Tidak ada satupun gereja atau sinagog rusak atau dihancurkan. Semuanya terpelihara sesuai dengan wasiat sayyidina Umar ra.
 
280px-holy_sepulchre_exteriorGereja Al-Qiyamah

Setibanya di gereja Al-Qiyamah tibalah waktu sholat. Lalu Sayyidina Umar berkata kepada pendeta “Maaf, saya ingin melaksakan sholat”. Sang pendeta terharu dan menjawab “Silahkan tuan shalat di tempat mana saja tuan inginkan. Kebetulan pada saat itu beliau berada di dalam gereja. Demi untuk menjaga kesalahfahaman di antara kaum muslimin, maka beliau meminta izin keluar dari gereja lalu sholat di dekat pintu masuk gereja. Hal ini beliau lakukan agar umat islam tidak menyalahgunakan gereja sebagai masjid.
 
Pada saat keberadaan sayyidina Umar ra di Baitul Maqdis, beliau tidak menyiakan waktunya. Beliau mencari tempat untuk mendirikan masjid yang tidak berjauhan dengan masjid Al-Aqsha’. Masjid itu diberi nama Al-Shakhrah dan memerintahkan umat islam untuk melaksanakan shalat berjamaah di masjid itu. Kamu Nasrani di Palestina pun diberikan perlindungan dan jaminan kebebasan beragama. Sayyidina Umar ra menyadari bahwa baitul Maqdis merupakan kota “tiga agama”.
 
Kisah diatas patut dijadikan renungan, bahwa Islam adalah agama penuh toleransi, agama teladan dan qudwah. Dan toleransi ini bisa diterapkan karena adanya keteladanan dari pemimpin yang bijak, terbuka dan rendah hati. Meskipun dalam posisi kuat dan menang tapi Sayyidina Umar ra dan tentaranya tidak bertindak berutal, melampaui batas, dan semena mena. Hal ini beliau lakukan sedemikian rupa agar tidak terjadi pertumpahan darah antara kaum muslimin dan penduduk setempat. contoh semacam inilah yang patut ditiru agar kita senantiasa bermuamalat baik, mendewasakan sikap dan suluk dengan penganut agama lain apalagi dengan sesame muslim, bukan menampilkan ego, merasa benar sendiri, gampang disundut dan cepat emosi.
 
Wallahualam
Hasan Husen Assagaf

6 Tanggapan to “♣ Baitul Maqdis Di Era Umar ra”

  1. Abu Rafa said

    Penutup tulisan yang bagus.
    Memang Kebanyakan Ummat Islam hingga kini (Tahun 1430 Hijriah / 2009 Masehi) masih menganggap Mesjid Sulaiman (Solomon Temple) atau sering disebut Baitul Maqdis, yang ada di Yerusalem (wilayah yg diperebutkan Arab dan Israel) sebagai Masjid AL Aqso yang termaktub dalam QS 17 ayat 1.
    Padahal jika Masjid Al Aqso, yang berarti “Mesjid Yang Jauh” seperti tercantum pada ayat diatas, dianggap sebagai Baitul Maqdis yang di Palestina, maka ini akan kontradiktif (bertentangan) dengan QS 30 ayat 2 – 3, dimana dikatakan pada ayat tersebut bahwa Palestina adalah “Negeri Yang Dekat”. Dan jika dikondisikan dengan masa kini……..
    Selengkapnya kunjungi :
    http://forum-iqro.blogspot.com

  2. rakasiwy said

    ISLAM ADALAH AGAMA PALING BENAR TIDAK AGAMA YANG PALING BENAR SELAI ISLAM!!!
    DAN ALLAH HANYA MENERIMA/MERIDOI AGAM ISLAM

  3. khusnul qotimah said

    @rakasiwy, smua org menganggap agamanya paling bner mas, yg pnting prakteknya gimana menjaga kerukunan dan kedamamian sesuai tujuan agama itu diwahyukan utk mengajarkan kasih dan perdamaian, jgn lupa asal kata Islam (Salam) yg artinya kasih.
    Kbanyakan umat abangan hanya blajar kulit aja, makanya umta2 beragama skrg makin terperosok dlm konflik yg tak berujung salam.

    • @Khusnul Qotimah Said, Saya setuju dengan Anda. Orang macam Anda ini sudah sangat jarang ditemui saat sekarang, yang mana orang yang mengaku ISLAM PALING BENAR itu justru tidak mencerminkan orang ISLAM. Bahkan sangat suka membenci bahkan memutus tali Silaturahmi.

  4. sipetualang edan said

    maksudnya “agama islam itu agama yang diridhoi Alloh,berarti agama yang paling benar saa ini’

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: