Hasan Husen Assagaf

♣ Wahyu Nabi

Posted by HASAN HUSEN ASSAGAF pada Desember 9, 2013

Cara Nabi Menerima Wahyu  (Dikutip dari hadits Nabi)

Oleh: Hasan Husen Assagaf

عَنْ عَائِشَةَ أُمِّ الْمُؤْمِنِينَ أَنَّهَا قَالَتْ أَوَّلُ مَا بُدِئَ بِهِ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم مِنَ الْوَحْىِ الرُّؤْيَا الصَّالِحَةُ فِى النَّوْمِ ، فَكَانَ لاَ يَرَى رُؤْيَا إِلاَّ جَاءَتْ مِثْلَ فَلَقِ الصُّبْحِ (رواه التخاري)

112Dari Aisyah Ummul Mukminin r.a. bahwa ia berkata, “Pertama turunnya wahyu kepada Rasulullah SAW secara mimpi yang benar waktu beliau tidur. Biasanya mimpi itu terlihat jelas oleh beliau, seperti jelasnya cuaca pagi. (HR. Bukhari)

عَنْ عَائِشَةَ أُمِّ الْمُؤْمِنِينَ رضى الله عنها  أَنَّ الْحَارِثَ بْنَ هِشَامٍ رضى الله عنه سَأَلَ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ كَيْفَ يَأْتِيكَ الْوَحْىُ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم : أَحْيَانًا يَأْتِينِى مِثْلَ صَلْصَلَةِ الْجَرَسِ وَهُوَ أَشَدُّهُ عَلَىَّ فَيُفْصَمُ عَنِّى وَقَدْ وَعَيْتُ عَنْهُ مَا قَالَ ، وَأَحْيَانًا يَتَمَثَّلُ لِىَ الْمَلَكُ رَجُلاً فَيُكَلِّمُنِى فَأَعِى مَا يَقُولُ . قَالَتْ عَائِشَةُ رضى الله عنها وَلَقَدْ رَأَيْتُهُ يَنْزِلُ عَلَيْهِ الْوَحْىُ فِى الْيَوْمِ الشَّدِيدِ الْبَرْدِ فَيَفْصِمُ عَنْهُ وَإِنَّ جَبِينَهُ لَيَتَفَصَّدُ عَرَقًا (رواه البخاري)

Dari Aisyah Ummul Mukminin ra bahwa Harits bin Hisyam r.a. bertanya kepada Rasulallah saw, “Ya Rasulullah, bagaimana caranya wahyu turun kepada Anda?” Rasulullah menjawab, “kadang-kadang wahyu itu datang kepadaku seperti bunyi lonceng. Itulah yang sangat berat bagiku. Setelah bunyi itu berhenti, aku baru mengerti apa yang disampaikannya. Kadang-kadang malaikat menjelma seperti seorang laki-laki menyampaikan kepadaku dan aku mengerti apa yang disampaikannya,” Aisyah berkata, “Aku pernah melihat Nabi ketika turunnya wahyu kepadanya pada suatu hari yang amat dingin. Setelah wahyu itu berhenti turun, kelihatan dahi Nabi berkeringat.” (HR Bukhari)

Dari hadist2 di atas bisa diambil kesimpulan ada tiga macam cara Rasulallah saw  menerima wahyu dari Allah, yaitu pertama melalui mimpi, kedua melalui suara yang mirip dengan suara lonceng dan ketiga melalui Malaikat yang turun dalam bentuk aslinya atau menjelam menjadi seorang lelaki. Diantara tiga cara penurunan wahyu ini, yang paling berat bagi Rasulallah saw adalah wahyu yang turun melalui suara yang mirip dengan suara lonceng.

111Sekarang bagaimana caranya Rasulallah saw menerima wahyu Allah??  Tidak ada seorang pun yang mengetahui hakikatnya. Pengetahun tentang cara penerimaan wahyu tersebut merupakan salah satu rahasia Allah. Hal ini tidak bisa diuraikan secara akal atau fikiran atau yang lebih tepat lagi dikatakan hal yang bersifat ghaib atau berada di luar jangkauan akal manusia. kemudian diartikan sebagai suatu hal atau peristiwa luar biasa yang diberikan kepada beliau, sebagai bukti kenabiannya yang tidak mampu ditantang atau dilawan oleh manusia biasa.

Berlainan dengan Malaikat, mereka menerima wahyu dari Allah tampak huruf dan tampak suara. Disini Allah telah menciptakan ilmu tersendiri yang diberikan kepada diri si penerima wahyu sehingga ia dapat memahami apa yang diwahyukan oleh Allah. Sebagaiman ucapan Allah tidak seperti ucapan makhluk, maka kemampuan mendengar yang diberikan Allah kepada seseorang yang akan menerima wahyu juga berbeda dan tidak sama dengan kemampuan mendengar makhluk lain pada umumnya.

Cara penerimaan wahyu yang menyerupai lonceng tersebut terasa paling berat bagi Rasulallah saw. Sebab dalam kondisi tersebut, Rasulallah saw telah memasuki alam Malaikat dan meninggalkan alam kemanusiaan. Di alam tersebut Rasulallah saw menerima wahyu sebagaiman para malaikat menerima.

Beturan suara yang dihasilkan dari lonceng menimbulkan suara dengung. Suara Itulah yang sangat berat bagi Rasulallah saw. Memahami perkataan dengan bunyi lonceng lebih sulit daripada memahami perkataan secara langsung. Sebagian ulama mengatakan bahwa berat atau sulitnya menerima wahyu bertujuan agar Nabi lebih konsentrasi untuk memasuki alam baru. Setelah bunyi itu berhenti baru Rasulullah saw  mengerti perkataan yang disampaikan Allah kepadanya. Subahanallah (Maha Suci Allah) yang telah memberikan kekuatan kepada Rasulallah saw menerima wahyu dengan cara ini.

Sedang wahyu yang turun dengan perantaraan Malaikah dapat diterima langsung oleh Rasulallah saw tampa harus menuju alam Malaikat. Dalam hal ini baginya  tidak terlalu berat jika dibanding cara yang menyerupai suara lonceng. Penerimaan wahyu melalui Malaikat ada dua cara. Pertama Malaikat turun kepada Nabi saw dalam bentuk aslinya dan kedua turun menjelma sebagai seorang laki muda tampan.

Malaikat dalam Islam, merupakan makhluk mulia, halus dan mengagumkan yang diciptakan Allah dari cahaya dan terpelihara dari maksiat. Mereka bukan laki laki atau perempuan, tidak kawin, tidak berketurunan, tidak beribu dan berbapak, tidak tidur dan tidak makan dan minum. Mereka bisa berubah bentuk, sebagaimana terjadi pada malaikat Jibril as ketika menyampaikan wahyu kepada Rasulallah saw. Tidak jarang ia menampakkan dirinya dalam bentuk aslinya dan juga dalam bentuk seorang laki laki muda yang tampan. Begitu pula Malaikat telah menampakkan dirinya kepada siti Maryam dalam rupa laki-laki yang sempurna, sebagaimana Malaikat juga menampakkan dirinya sebagai tamu mulia kepada nabi Ibrahim as.

Para ulama menyatakan bahwa tidak ada seorang manusia pun yang bisa melihat malaikat dalam rupa aslinya, kecuali para nabi dan itu pun karena Allah menguatkan mereka. Allah berfirman dalam surat Al-An’am ayat 8 yang artinya: “Dan mereka berkata: “Mengapa tidak diturunkan kepadanya (Muhammad) malaikat?” dan kalau Kami turunkan (kepadanya) malaikat, tentulah selesai urusan itu,”. Para ulama mentafsirkan jika Malaikat turun dalam bentuk aslinya kepada manusia maka semua akan mati karena mereka tidak akan sanggup melihat bentuk malaikat. Sudah diketahui bersama bagaimana beratnya keadaan Nabi saw tatkala beliau melihat rupa asli Jibril di dalam goa Hira’. Terkadang wahyu turun pada musim dingin yang sangat dingin. Karna berat beban wahyu Allah sehingga beliau mengucurkan keringat yang sangat banyak. (Lihat kitab Akidah Menurut Ajaran Nabi oleh Habib Abdurahman Assagaf)

Allah memberi kekuatan dan kemampuan luar biasa kepada Rasulallah saw untuk menerima wahyu-Nya. Bahkan ketika menerima perintah sholat. Rasulallah menerimanya langsung dari Allah, tampak perantara Malaikat dan tidak ada satu pun malaikat yang mampu ikut menemani Rasulallah saw disaat bertemu dengan Allah.

Semua diatas menunjukan betapa kebesaran Junjungan Nabi kita Muhammad saw.

Allahumma shali wasallim wa barik ‘alih wa ‘ala alih

wallahu’alam

Hasan Husen Assagaf

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: