Hasan Husen Assagaf

♣ Al-Mu’tashim

Posted by HASAN HUSEN ASSAGAF pada Desember 10, 2013

MU’TASHIM

Oleh:hasan Husen Assagaf

1Majalah Nisfi al-Dunia (Mesir) pernah memuat artikel kecil yang berjudul “Keanehan Dunia”. Artikel ini menceritakan tetang seorang gadis Mesir memiliki pendengaran sangat tajam sehingga bisa mendengar suara dari jarak puluhan km. Kelebihan ini didapatkan mulai gadis cilik itu berusia dua tahun. Ibunya bercerita pernah satu kali ayahnya mendapat eksident jatuh dari traktor yang mengakibatkan kaki kirinya patah, pada saat itu tidak ada seorangpun yang melihatnya. Kemudian dia ingat anaknya, lalu memangilnya dengan suara lemah. Beberapa saat kemudian anak dan Ibunya datang dengan mobil ambulan yang segra membawanya ke rumah sakit.

Percaya atau tidak percaya, kelebihan yang diberikan si anak ini kelihatannya memang aneh dan ganjil. Tetapi ini bukan pertama kali terjadi pada diri seseorang.. Hal aneh dan ganjil serupa ini banyak terjadi dalam sejarah umat manusia, bahkan yang lebih aneh dari itu sering kita dengar dari sejarah Islam.

Contohnya, disaat Sayyidina Umar bin Khattab ra sedang berkhutbah diatas mimbar. Tiba tiba beliau memotong khutabnya Selesai khutbah, beliau ditanya oleh Sayyidina Ali ra kenapa beliau memotong khutbahnya dan memanggil nama Sariyah bin Husun. Khalifah Umar menjawab bahwa beliau melihat tentara Muslimin di bawah pimpinan Sariyah akan diserbu dari gunung oleh orang-orang kafir di salah satu tempat yang jaraknya ratusan km dari kota Madinah. Maka beliau memotong khutabnya dan berseru agar Sariyah dan pasukannya naik keatas gunung untuk menghadang tentara kafir.

Sebulan kemudian, tentara Sariyah bin Husun datang membawa kabar gembira atas kemenangan Islam yang gemilang. Mereka mengabarkan bahwa pada hari itu mereka mendengar teriakan Umar bin Khattab: “Ya Sariyah bin Husun!..Naik ke gunung!..Naik ke gunung!..“. Mendengar teriakan itu, Sariyah dan pasukan naik kegunung, menghadang tentara kafir yang berada disana sehingga Allah memberikan kemenangan.

Pula pernah terjadi atas diri Al-Mu’tashim khalifah Abbasiyah pada peperangan Romawi dan jatuhnya kota Ammuriah ke tangan Muslimin. Kemenangan gemilang ini disebabkan karena keluhan dan rintihan seorang perempuan dari keturunan Bani Hasyim yang ditawan oleh raja Romawi. Dalam penjara ia berteriak memanggil: “Waa Mu’tashimaah!..Waa Mu’tashimaah!..“, yang artinya: “Wahai Mu’tashim tolonglah aku”. Mendengar teriakan permpuan itu dari jarak ribuan km, khalifah Mu’tashim bangun dari tempat duduknya dan segera menyiapkan tentara untuk menyerbu kota Ammuriah.

2Ringkasnya, ribuan tentara muslim bergerak dari Baghdad menuju Ammuriah. Kota Ammuriah dikepung oleh tentara Muslim selama kurang lebih lima bulan hingga akhirnya takluk ke tangan Khalifah al-Mu’tasim pada tanggal 13 Agustus 833 M. Kemenangan ini disebabkan teriakan seorang perempuan dari keturunan Bani Hasyim yang terdengar diatas kepala Khalifah Mu’tasim dari jarak ribuan km.

Adapun di abad  modern sekarang ini yang memiliki teknologi serba canggih, kita bisa mendengar dan melihat secara langsung semua yang terjadi di dunia melalui siaran tv, radio, internet, dll. Jutaan keluahan dan jeritan wanita wanita muslimah dan anak-anak yang dari alamnya tidak pernah mengetahui apa itu perang, didengar secara langsung melalui media trb. Semua kita mendengar teriakan : “Waa Mu’tasimaaaah..” tapi tidak ada satu dari pemimpin-pemimpin Arab dan Muslimin yang bergerak membantu mereka.

Musibah yang menimpah kita sebagai Muslim sekarang ini, karena kita tidak mempunyai kekuatan iman dan kesatauan kalimat. Muslimin sekarang ini hanya memiliki “Kalimat Tauhid” tapi sayang mereka tidak memiliki “Tauhidul Kalimah”(kesatuan kata). Setiap kelompok menganggap mereka paling benar, setiap kelompok membawa cara mereka masing-masing. Makanya dengan mudah umat Islam bisa dipojokan ke sudut yang gelap, ke sudut yang membuat mereka dilecehkan dan dipecahbelahkan. Ini yang kita rasakan. Umat Islam jumlahnya lebih dari satu milyar tapi tidak bisa berbuat apa apa hanya menonton dan berteriak-teriak.

Rupanya ini tanda hari kiamat sudah dekat. Sesuai dengan hadist Nabi, disaat Rasulallah saw menyatakan kepada para sahabatnya bahwa kelak diakhir zaman akan terjadi fitnah besar, orang Islam akan tertekan dan lemah, dan Islam menjadi asing dikalangan pengikutnya. Rasulallah saw ditanya oleh para sahabat: apakah bilangan Muslimin pada saat itu sedikit ya Rasulallah? Dijawab oleh Rasulallah saw: “Tidak!, pada saat itu bilanganya sangat besar tapi mereka seperti buih yang tidak berfungi”.

“Allahuma Farrij Karbal Muslimin”

Wallahua’lam

2 Tanggapan to “♣ Al-Mu’tashim”

  1. Aries said

    Assalamualaikum Abah Hasan Husen Assagaf ijin copy karya tulis jenengan mau saya posting di facebook.sangat relevan dengan keadaan umat muslim saat ini.terima kasih keikhlasanya

  2. Deden said

    Assalamualaikum. Ya habib hasan. Tolong sampaikan istighatsah ku pada Baginda Rasulullah saw. Tolong sampaikan ya habib. Saya perlu sekali.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: