Hasan Husen Assagaf

♣ Huruf Arab

Posted by HASAN HUSEN ASSAGAF pada Mei 10, 2014

HURUF ARAB

usman

Al-Qur’an turun bukan dalam bentuk teks atau tulisan. Ia turun dalam bentuk wahyu baik langsung atau melalui perantaraan Jibril as. Adapun penulisan Al-Qur’an dalam bentuk teks sudah dimulai sejak zaman Nabi saw, tapi sangat rare dan jarang didapatkan, karena pada zaman itu mereka kebanyakannya mengandalkan kepada hafalan bukan kepada tulisan. Kemudian sedikit demi sedikit mulai didapatkan perobahan Al-Qur’an dari hafalan ke tulisan dan perobahan Al-Qur’an menjadi teks terus dijumpai dan dilakukan sampai pada zaman khalifah Utsman bin Affan ra.

Semua orang mengetahui bahwa Al-Qur’an pada zaman Utsman bin Affan ra ditulis tanpa titik dan harakat seperti yang kita lihat sekarang ini. Namun, hal ini tidak mempengaruhi bacaan Al-Qur’an karena kaum muslimin pada saat itu adalah orang-orang yang fasih dalam bahasa Arab. Keadaan ini terus berlangsung hingga Islam mulai berkembang terus meluas ke wilayah di sekitar jazirah Arab, Asia, Afrika sampai ke Eropa.

Bersamaan dengan itu, orang-orang Islam non-arab (disebut ‘ajami) merasa kesulitan untuk membaca Al-Qur’an yang pada waktu itu ditulis tanpa titik dan harakah.

Kejadian ini diawali dari cerita Abu al-Aswad Ad-duwali (1) yang hidup di zaman Muawiyah bin Abi Sufyan mendengar seseorang membaca satu ayat Al-Qur’an dalam surat At-Taubah ayat 3, yang berbunyi:

أَنَّ اللَّهَ بَرِيءٌ مِّنَ الْمُشْرِكِينَ وَرَسُولُهُ

(Innallaaha bariiun min al-musyrikiina wa rasuuluhu)

Artinya: “Sesungguhnya Allah dan RasulNya berlepas diri dari orang-orang musyrikin”.

Pada lafadz “Rasuluhu” (di baca dengan rafa’ atau dommah). Tapi, karena tidak ada harakah orang ‘ajam tersebut membacanya dengan:

“Innallaaha bariiun min al-musyrikiina wa rasuulihi”. Pada lafadz “Rasuluhu” dibaca rasuulihi (dibaca dengan kasrah)

Mendengar bacaan tersebut Abu Al-Aswad terkejut, lalu mengucap: ”Allahu Akbar, ini musibah besar, bagaimana mungkin Allah berlepas diri dari RasulNya!..

Setelah itu ia langsung berfikir dan berfikir untuk mencari solusi guna menjaga keutuhan Al-Qur’an,

Oleh karena itu, Abul Al-Aswad Ad-duwali mejadi sosok sangat penting bagi muslimin yang pertama berkiprah guna menjaga keutuhan al-Qur’an. Dialah yang menemukan kaidah tata bahasa Arab (Nahwu), salah satunya kaidah pemberian harakat. Harkat yang diciptakan oleh Abu al-Aswad ini lalu disempurnakan lagi oleh muridnya Kholil bin Ahmad al-Bashri (2) pada masa dinasti Abbasiyah, hingga menjadi bentuk harakat seperti yang ada sekarang.

Adapun titik yang terdapat pada huruf ba’, ta’, tsa’, ya, dan lain-lainnya, itu terjadi pada masa Abdul Malik bin Marwan. Dahulu huruf huruf tersebut tulisan dan bentuknya sama sehingga sulit bagi orang ’ajam (non-Arab) untuk membedakan mana yang ”ba”, mana yang ”ta”, mana yang ”tsh”, mana yang ”ya” mana yang ”nun” karena tidak bertitik. Lalu Abdul Malik bin Marwan memerintahkan Nashr bin Ashim (3) dan Yahya bin Ya’mur (4)  menyelesaikan tugas tersebut. Untuk mencari jalan keluamya, mereka berdua lalu menyusun huruf huruf yang sama karakter dan bentuknya untuk membedakan bacaanya dengan memberikan titik titik dibawah atau diatas dengan mendahulukan urutannya

Diantaranya ada beberapa huruf yang karakter dan bentuknya sama sebelum diberi titik titik yaitu:

ba (ب) , ta (ت  ) , tsa( ث ) , nun (نـ) , ya( يـ  )

jim (ج ) , ha ( ح ) ,kha( خ )

dal( د ) , dzal ( ذ )

ra ( ر ) , za ( ز )

sin ( س ) , syin ( ش )

shat ( ص ) , dhat ( ض )

‘ain ( ع ) , ghain ( غ )

fa ( ف ) , qaf ( ق )

tha ( ط ) , dza ( ظ )

Ada juga huruf huruf yang bentuk dan karakternya berbeda yaitu selain huruf huruf tersebut diatas. Karena berbeda bentuk dan karekternya maka tidak diberi titik kecuali ”ha” marbuthah, yaitu:

alif, lam, mim, kaf, ha, dan waw   أ  ل  م  ك  هـ  و

Dalam penulisan titik huruf tersebut, Nashr dan Yahya menggunakan tinta yang warnanya sama dengan tinta yang digunakan untuk menulis mushaf, agar tidak serupa dengan tanda harakat yang digunakan oleh Abu al-Aswad Ad-duwali

Maka, sejak saat itulah mushaf Alqur’an mulai ada titik dan harakat pada huruf-hurufnya.

Wallahu’alam

Hasan Husen Assagaf

—————-

(1) Abul Aswad Ad-Duwali. Namanya: Dzalim bin Amr bin Sufyan Ad-duwali al-kinani (dari bani Kinanah) al-adnani (dari Adnan datuk Rasulallah saw), lebih dikenal dengan julukannya Abu Al-Aswad Ad-Duwali (atau Ad-Dili). Dia dilahirkan pada masa Rasulallah saw dinobatkan menjadi Nabi, tapi beliau tidak pernah melihat Nabi saw, beliau beriman dengan iman yang penuh. Makanya dujuluki salah seorang tabi’in. Beliau selalu berdampingan dengan Sayyidina Ali bin Abi thalib ra saat menjadi khalifah di Basrah, ikut bersama beliau dalam peperangan Shiffin dan Al-jamal, juga dalam memberantas golongan Khawarij. Beliau dijuluki raja ilmu nahu dan bahasa arab, ia merupakan penggagas ilmu nahwu, pakar tata bahasa Arab,  sastawan arab unggul, syair tekenal, ahli hadist dan fiqih. Disamping itu beliau orang yang memiliki keutamaan dan Hakim (Qadhi) di Basyrah. Ia dianggap sebagai orang yang pertama kali mendefinisikan tata bahasa Arab. Dan yang pertama kali meletakkan harakat pada huruf hijaiyah. wafat tahun 69H (670-an M) dalam usia 85 tahun.

(2) Kholil bin Ahmad al-Bashri adalah Abu abdurahman Al-khalil bin Ahmad Al-farahidi (718 – 791). Dia peletak asas bahasa dalam bukunya ‘Al-Ain’,  pakar bahasa Arab, orang yang menemukan aturan tata bahasa dan harakat bahasa arab yang pernah digali oleh Abu Al-Aswad Ad-Duwali. Beliau sastrawan arab, pintar dalam ilmu nahwu. Guru guru beliau diantaranya Sibawai, al-ashma’i, al-kisai, Harun bin musa al-nahwi, dll. Beliau hidupnya miskin, terlantar, sabar, berambut kusut, berwajah pucat, berbaju compang camping.

(3) Nashr bin Ashim adalah Nasr bin Ashim Al-laisti (89H) dari Bani Kinanah, sastawan arab, nahu dan ilmu fiqih, fasih dan alim dalam bahasa arab, beliau salah satu anak murid Abu Al-Aswad Ad-Duwali. Dikatakan beliau adalah orang yang pertama menciptakan titik dalam huruf huruf bahasa arab atas perintah Hajjaj bin Yusuf.

(4) Yahya bin Ya’mur, beliau adalah Abu Sulaiman Yahya bin Yamur Al-Bashri dari kabilah Kinanah termasuk ulama besar, ahli bahasa, dan nahu, fasih dalam bahasa arab, berguru kepada Abu Al-Aswad Ad-Duwali.  Diriwayatkan beliau adalah orang yang pertama menciptakan titik titik dalam huruf Al-Qur’an. Wafat tahun 129H

Referece :

Lihat: Al-Bidayah Wa An-Nihayah

Oleh: Al-Imam Ismail ibnu Kastir Ad-Dimasyqi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: