Hasan Husen Assagaf

♣ Buta Huruf (Ummiy)

Posted by HASAN HUSEN ASSAGAF pada Mei 24, 2014

Apa betul Nabi saw itu buta huruf (Ummiy)?

Sebelumnya saya akan bawakan ayat al-Qur’an yang berbunyi:

وَمَا كُنتَ تَتْلُو مِن قَبْلِهِ مِن كِتَابٍ وَلَا تَخُطُّهُ بِيَمِينِكَ إِذًا لَّارْتَابَ الْمُبْطِلُونَ

Artinya : ”Dan kamu (wahai Muhammad) tidak pernah membaca sebelum Al-Qur’an sesuatu kitabpun dan kamu tidak (pernah) menulis suatu kitab dengan tangan kananmu. Andaikata (kamu pernah membaca dan menulis), maka benar-benar ragulah orang yang mengingkari(mu).” – Al-Ankabut: 48

==========

KATA  mukjizat berasal dari bahasa Arab a’jaza – yu’jizu yang artinya melemahkan atau menjadikan tidak mampu. kemudian diartikan sebagai suatu hal atau peristiwa luar biasa yang diberikan kepada seorang Nabi, sebagai bukti kenabiannya yang tidak mampu ditantang atau dilawan oleh manusia biasa. Mukjizat merupakan khariqul’adat atau sesuatu yang melanggar kebiasaaan.

Jelasnya, mukjizat merupakan sesuatu yang menyimpang dari kebiasaan dan tidak bisa diterima oleh akal manusia biasa hanya bisa dirasakan oleh keimanan. Berapa banyak mukjizat turun kepada para Nabi tapi tidak diimani oleh orang kafir. Mereka bukan tidak mempercayainya tapi karena sifat adat kejahiliyan, kesombongan dan kedengkian justru mereka menolaknya. Berapa banyak hal yang mereka tuntut supaya Nabi yang mereka tantang itu mampu menunjukkan kejadian-kejadian aneh diluar kebiasaan manusia, tapi setelah terbukti tetap mereka tolaknya.

Masing masing Nabi diberikan mukjizat yang berbeda-beda satu sama lain. Mukjizat ini hanya diberikan untuk menguatkan kenabiannya dan menunjukan bahwa agama yang dibawanya bukanlah bikinannya sendiri tetapi benar-benar dari Allah. Contohnya mukjizat nabi Musa as, tongkat yang diberikan kepadanya dapat menelan semua ular yang didatangkan tukang-tukang sihir dan dapat membelah laut. Dan mukjizat nabi Isa as dapat menghidupkan orang mati, menyembuhkan orang sakit dan sebagainya. Rasulallah saw berisra’ Mi’raj merupakan mukjizat. Rasulallah saw membelah bulan juga mukjizat, Rasullah saw berbicara dengan Allah secara langsung merupakan mukjizat. Al-Qur’an merupakan mukjizat. Dan masih banyak lagi mukjizat Nabi saw, salah satunya ialah bahwa beliau itu ummi (buta huruf), tidak bisa membaca dan menulis.

Beliau itu ummiy, tidak bisa membaca dan menulis, karena beliau tidak belajar kepada siapapun. Sejak kecil hati beliau telah dibedah oleh Jibril as atas perintah Allah dan dikeluarkan segumpal darah yang berisi was was syetan, lalu dicuci dan diisi dengan hikmah, makrifah dan ilmu yang tidak diberikan kepada siapapun. Setelah menjadi Nabi beliau diajarkan kepadanya oleh Allah melalui perantaraan Jibril. Makanya apa yang diucapkan beliau tidak menurut kemauan hawa nafsunya.

Yang menjadi perhatian kita bahwa Nabi itu ummiy tidak dapat membaca dan menulis, tapi kita harus berhati-hati buta huruf Nabi saw disini bukan berarti nabi itu bodoh atau jangan dikaitkan dengan kebodohan dan ketidakfahaman. Jangan sekali-kali berperasangka buruk karena yang mengajarkan Nabi saw bukan manusia tapi Allah.

Misalnya kalau kita datang kepada Albert Einstein, fisikawan terkenal di seluruh jagat yang menemukan teori relativitas dengan rumusnya yang paling terkenal adalah E=mc², kalau kita datang kepadanya dan sodorkan buku berbahasa Arab, ia pasti tidak faham karena ia buta huruf Arab. tapi kita harus berhati hati buta hurufnya Einstein dalam Bahasa Arab disini bukan berarti ia itu bodoh. 

Jadi jika dikatakan buta huruf bagi Nabi saw bukan berarti beliau itu bodoh. Allah Maha Kuasa, dan Sangat Bijaksana, dia telah membuat Nabi buta huruf agar semua sumber yang datang dari beliau hanya berupa wahyu Allah. Semua tindak-tanduk Nabi saw adalah wahyu, perbuatanya wahyu, pembicaraannya bersumber dari wahyu, keputusannya adalah wahyu. Jika beliau bisa membaca dan menulis maka ia akan belajar semua kebudayan ummat yang sudah maju pada saat itu, beliau pasti belajar kebudayaan yunani, kebudayaan Mesir, kebudaan Persia, kebudian Greek, lalu datang wahyu dari Allah maka terjadi tumpang-tindih antara kebudayan yang pernah dibaca Nabi dengan dengan wahyu yang turun dari Allah.  Jika beliau berbicara tentang satu ayat maka orang kafir akan bertanya;  “apakah ini wahyu dari Allah atau dari Anda”.  

Jadi suatu hikmat yang luar biasa Allah menjadi Nabi kita saw buta huruf, agar semua wahyu yang turun tidak bercampur-baur dengan kebudayan apapun, melulu wahyu dari Allah. Dan semua informasi dan fakta yang yang diucapkan Nabi saw hanya wahyu dari Allah Yang Maha Esa.  

Jelasnya, buta huruf bagi Nabi saw merpakan kehormatan, sebaliknya bagi kita sebagai manusia biasa merupakan cela dan aib, karena wahyu tidak turun kepada kita, kalau kita tidak belajar membaca dan menulis kita akan bodoh, sebalikna jika kita mengatakan Nabi ini buta huruf tidak bisa baca dan nulis berarti suatu kehormatan dan keistimewaan, maksudnya membuat semua perbuatan, perkataan, ilmu, dan tidak-tanduk Nabi saw adalah wahyu dari Allah.

وَمَا يَنطِقُ عَنِ الْهَوَى إِنْ هُوَ إِلاَّ وَحْيٌ يُوحَى عَلَّمَهُ شَدِيدُ الْقُوَى

 Allah berfirman, yang artinya:

“kawanmu (Muhammad) tidak sesat dan tidak pula keliru, dan tiadalah yang diucapkannya itu (Al Qur’an) menurut kemauan hawa nafsunya. Ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya),yang diajarkan kepadanya oleh (Jibril) yang sangat kuat,Yang mempunyai akal yang cerdas; dan (Jibril itu) menampakkan diri dengan rupa yang asli.” An-Najm 2-6

Al-Qur’an turun melalui Jibril as kepada Nabi saw bukan dengan tulisan (teks) tapi dengan lisan. Bahkan ayat pertama yang turun kepada beliau berbunyi “Iqra” (bacalah) bukan “Uktub” (Tulislah). Dari salah satu mukjizat Nabi saw adalah bahwa beliau itu buta huruf, tidak bisa membaca dan menulis, karena beliau tidak belajar kepada siapapun, beliau diajarkan kepadanya oleh Allah melalui perantaraan Jibril. Makanya apa yang diucapkan beliau tidak menurut kemauan hawa nafsunya.

Adapun hikmah Nabi itu buta huruf itu telah dijelaskan oleh ayat diatas yaitu untuk menghilangkan tuduhan atau sangkaan orang-orang kafir terhadap Rasulullah saw bahwa Al-Qur’an diambil dari orang lain, atau dikutip dari kitab-kitab sebelumnya. Dengan demikina mereka tidak mendapatkan alasan sedikitpun untuk menyerang apa yang telah dibawa oleh Nabi didalam risalahnya maupun Al Qur’an yang telah diterimanya sebagai sebuah wahyu dari Allah selama diturunkannya secara berangsur-angsur hingga akhir hayat beliau.

Sekarang kenapa wahyu yang turun kepada beliau dari Allah baik melalui Jibril atau langsung bisa diterimanya? Karena ingatan dan hapalan Nabi saw super hebat, luar biasa tidak bisa disamakan dengan ingatan dan hapalan orang orang biasa. Maka semua wahyu yang dibacakan Jibril as yang turun dari Allah kepada beliau bisa langsung melekat di ingitan Nabi saw tidak bisa terlepas lagi.

Jelasnya, kalau ada orang mengatakan bahwa Nabi saw itu pintar menulis berarti dia bodoh tidak mengetahui sejarah Nabi saw atau berarti dia telah melecehkan Islam. Orang pintar pada masa Nabi saw bukan orang yang pandai menulis tapi yang hebat pada zaman itu adalah orang yang hapalanya kuat. Kalau begitu menulis bukalah budaya orang Arab. Orang Arab di masa itu merasa malu jika diketahui ia pandai menulis. Karena mereka mengandalkan diri mereka kepada hapalan. Orang yang pandai menulis berarti hapalannya tidak kuat. Makanya hadist-hadist Nabi saw yang diriwayatkan atau disampaikan dengan lisan memiliki kedudukan yang lebih kuat daripada riwayat yang disampaikan dengan tulisan

Tapi Islam adalah agama terbuka dan bisa menerima budaya yang datang dari luar semasih budaya dan cara mereka itu baik tidak keluar dari rel-rel syariat. Contohnya setalah wafatnya Nabi saw para sahabat mulai mengumpulkan Al-Qur’an dari penghapal-penghapal agar mukjizat Nabi itu tidak putus dan habis sepeninggalan mereka. Maka terbentuklah “lajnah” untuk mengumpulkan Al-Qur’an dan ini tentu memerlukan waktu dan tenaga luar biasa. Setelah terkumpul mulailah mereka menulis demi untuk menjaga keselamatan Al-Qur’an dari tangan tangan kotor dan memeliharanya agar tetap bersih, murni dan terjaga.

Wallahu’alam //Hasan Husen Assagaf

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: