Hasan Husen Assagaf

♣ Cintailah Yang Di Langit

Posted by HASAN HUSEN ASSAGAF pada Juli 16, 2014

CINTAILAH YANG DI LANGIT
Oleh: Hasan Husen Assagaf
4
 
 
عَنْ أِبِي الدَّرْدَاء رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ‏ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ‏:‏ ‏كَانَ مِنْ دُعَاءِ دَاوُدَ عَلَيْهِ السَّلاَمُ‏:‏ ‏” ‏اَللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ حُبَّكَ، وَحُبَّ مَنْ يُحِبُّكَ، وَالْعَمَلَ الَّذِي يًبَلِّغُنِي حُبَّكَ، اَللَّهُمَّ اجْعَل حُبَّكَ أَحَبَّ إِلَىَّ مِنْ نَفْسِي، وَأَهْلِي، وَمِنَ الْمَاءِ الْبَارِد‏ِ “‏‏. ( رواه الترمذي وقال حديث حسن )‏
 
 
Diantara doa Nabi Daud as adalah: ”Ya Allah, anugrahkan kepadaku cinta-Mu, dan cinta orang orang yang mencintai-Mu, dan amalan yang menyampaikan aku kepada cinta-Mu. Ya Allah jadikanlah cinta-Mu melebihi dari kecintaanku kepada diriku, keluargaku, dan melebihi dari kecintaanku kepada air yang sejuk. (HR at-Tirmidzi, hadits hasan)
 
Saudaraku,
 
Jika Allah ingin membuat sebuah kata yang indah, maka kata yang paling tepat bagi-Nya adalah kata cinta. Cinta kepada Allah akan menimbulkan gairah kepada kita untuk melakukan pengabdian sepenuh hati, ikhlas tanpa pamrih. Jika mendapat kecintaan Allah, kita akan medapatkan semuanya. Tanpa kecintaan-Nya, kita akan kehilangan semuanya. Jika mendapatkan kecintaan Allah kita akan mendapatkan hikmah. Dan barang siapa yang diberi hikmah, ia telah diberi kebaikan yang banyak
 
7Jika ia diberi hikmah maka ia akan bahagia dengan sedikit harta. Jika tidak ada hikmah, ia akan sengsara dengan harta berlimpah. Jika ia diberi hikmah, musuh bisa menjadi teman. Sebaliknya jika tidak diberi hikmah, teman bisa menjadi musuh. Allah menganugrahkan hikmah kepada siapa yang Dia kehendaki. Dan barang siapa yang dianugrahi hikmah, ia benar-benar telah dianugrahi karunia yang banyak. Dan hanya orang-orang yang ber-akal-lah yang dapat mengambil hikmah
 
Anugrah yang luar biasa besarnya jika mendapat hikmah. Hikmah adalah anugrah dari Allah sebagai hadiah atas keimanan dan istiqamahnya. Jika diberi hikmah maka ia akan ridho dengan pemberian-Nya. Jika diberi hikmah ia akan percaya terhadap dirinya sendiri. Jika diberi hikmah ia akan mendapatkan sakinah (ketentraman hati)
 
Dengan sakinah, Ashabul Kahfi bisa tidur nyenyak di dalam gua. Dengan sakinah, Nabi Ibrahim bisa selamat dari panasnya api, “Hai api menjadi dinginlah, dan menjadi keselamatanlah bagi Ibrahim”. Dengan sakinah, nabi Yunus bisa hidup tentram dalam perut ikan. Dengan sakinah, nabi Yakub bisa bertemu lagi dengan anaknya Yusuf. Dengan sakinah, Allah mengabulkan doanya Nabi Zakaria. Dengan sakinah, Rasulallah saw dan Sayyiduna Abubakar Shiddik ra selamat di dalam gua Tsaur dari kejaran kafir Quraisy.
 
Dengan sakinah mereka ridho dengan pemberian-Nya, baik atau buruk. Dengan sakinah mereka bersyukur dengan apa yang mereka miliki. Mereka tidak pernah mengeluh apa apa, tidak pernah menggerutu, selalu melihat hal hal yang baik adanya, dan selalu mengabaikan yang buruk.
 
Salah satu contoh dari sakinah (ketentraman hati), Allah telah memberi kepada nabi Ayyub ujian dan cobaan yang sangat berat, bukan kepada harta benda dan anaknya saja, akan tetapi ujian dan cobaan berat telah menimpah pula terhadap dirinya. Ia menderita penyakit kulit selama 18 tahun yang tidak bisa diobati oleh thabib. Ia bersabar dan menerima, kemudian memohon pertolongan kepada Allah, iapun berseru “Ya Rab.., sesungguhnya aku telah ditimpa penyakit dan Engkau adalah Tuhan Yang Maha Penyayang di antara semua penyayang”. Do’a dan seruan nabi Ayyub as didengar di atas langit dan segera dikabulkan-Nya.
 
Apakah pada saat itu Allah mendatangkan kepadanya spisialis kulit yang bisa mengobati penyakitnya? Tidak. Apakah Allah menurunkan dari langit malaikat yang bisa membantu mengobati penyakitnya? Tidak pula. Akan tetapi Allah meyembuhkan penyakit Ayyub dengan kekuasaan dan petunjuk-Nya, Dia menyembuhkannya dengan sebab yang sangat kecil sekali yaitu air. Pada saat itu Allah memerintahkannya agar menghantamkan kakinya ke bumi. Ayyub pun mentaati perintah-Nya.
 
Subhanallah, dengan kehendak-Nya  keluarlah air sejuk yang memuncrat dari bekas hantaman kakinya. Ayyub pun mandi dan minum dari air itu sehingga sembuhlah dia dari penyakit yang tidak bisa disembuhkan thabib dan ia dapat berkumpul kembali dengan keluarganya.
 
Itulah sakinah. Sakinah adalah menyukuri semua nikmat yang diberikan Allah. Sakinah adalah melihat kepada hal hal yang baik adanya, dan selalu mengabaikan yang buruk.
Sakinah adalah mengarahkan perhatian pada semua yang kita miliki. Dan yang kita miliki adalah kekayaan yang melebihi dari kisah kekayaan Karun. Apakah kita bersedia menjual sepasang mata kita kalau dihargai semilyar rupiah? Kita hargai berapa kaki dan tangan kita? Kita hargai berapa pendengaran dan penglihatan kita? Terus, berapa harga anak anak dan keluarga kita?
 
وَإِن تَعُدُّواْ نِعْمَةَ اللَّهِ لاَ تُحْصُوهَا إِنَّ الإنْسَانَ لَظَلُومٌ كَفَّارٌ
 
Artinya: “Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, tidaklah dapat kamu menghitungnya. Sesungguhnya manusia itu, sangat lalim dan sangat mengingkari (nikmat Allah).”  Ibrahim 34
 
Apakah kita mensyukuri kesemuanya itu? Kita jarang melihat pada apa yang kita miliki
Yang selalu kita ingat hanya apa yang tidak kita punyai. Kalau kita memiliki sakinah, kita akan mensyukurinya. Kalau kita memiliki sakinah, kita akan mensyukuri nikmat
Kalau kita mensyukuri nikmat berarti kita telah dianugrahi hikmah.
 
وَلَقَدْ آتَيْنَا لُقْمَانَ الْحِكْمَةَ أَنِ اشْكُرْ لِلَّهِ وَمَنْ يَشْكُرْ فَإِنَّمَا يَشْكُرُ لِنَفْسِهِ وَمَنْ كَفَرَ فَإِنَّ اللَّهَ غَنِيٌّ حَمِيدٌ 
 
Artinya: “Dan sesungguhnya telah Kami berikan hikmah kepada Lukman, yaitu: “Bersyukurlah kepada Allah. Dan barang siapa yang bersyukur kepada Allah, maka sesungguhnya ia bersyukur untuk dirinya sendiri; dan barang siapa yang tidak bersyukur, maka sesungguhnya Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji” Lukman 12
 
Wallahu’alam 
 
NB/ teruskan artikel ini sebayak mungkin kepada yang anda kenal, siapa tahu Allah akan membukakan jalan yang baik bagi kita dibulan yang penuh dengan kebaikan. amin  

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: