Hasan Husen Assagaf

♣ Kenapa Musti Marah

Posted by HASAN HUSEN ASSAGAF pada Juli 29, 2015

WTC roboh.. yang merobohkan adalah mereka.. Islam dituduh terrorist.

Al-Qaidah buatan mereka, kemudian dikejar seperti tikus.. masuk ke Afganistan..negaranya dibakar oleh mereka.. Islam dituduh terrorist.

ISIS buatan mereka, kemudian dikejar seperti cecurut.. masuk ke Irak dan Suria.. Negara2nya dibumihanguskan oleh mereka.. Islam dituduh terrorist.

Kalikatur Nabi buatan mereka, kemudian pembuatnya dibunuh oleh mereka.. Islam dituduh terrorist.

Penista Al-Qur’an buatan mereka..

Umat islam di abad modern pada melek, ga tidur, tahu semua yang terjadi. Sayangnya ga punya kekuatan dan kesatuan kalimat..Mereka miliki “Kalimat Tauhid” tapi mereka tidak memiliki “Tauhidul Kalimah” (kesatuan kalimat). Setiapa kelompok menggangap mereka paling benar. Setiap kelompok bawa cara mereka masing2.. Makanya, kita gampang dipojokan ke sudut yang gelap, ke sudut yang membuat kita dilecehkan dan dipecahbelahkan.

Kalo ada orang menghina Islam.. menghina al-Quran.. menghina agama kita spontan akan marah… Kalo orang tua kita dihina, bapak ibu kita dihina, kita tidak semarah seperti agama atau al-quran kita dihina.. Jangan lagi kita yang marah kalo agama kita dihina, maaf, tukang beca yang ga pernah solat dan puasa kalo sudah berurusan dengan agama yang dihina dia siap mati langsung lompat nyari senjata demi mempertahankan agamanya..

Dalam dunia yang serba bebas sekarang ini, tukang ngejek agama ada di mana-mana. Tentu kita sakit hati kalo agama kita, al-quran kita diejek, dihina, dijadikan bahan lelucon. Tapi untuk apa kemudian? Membalas? Menuntaskan rasa sakit tersebut? Kebencian di balas kebencian? Caci maki dibalas caci maki? Itu hanya akan memperburuk situasi dan ini yang diinginkan mereka.

Nah, jika masih kurang, silakan buka Al Qur’an, surah Al An’am 68, ana tuliskan artinya sbb: “Dan apabila kamu (Muhammad) melihat orang-orang memperolok-olokkan ayat-ayat Kami, maka tinggalkanlah mereka sehingga mereka membicarakan pembicaraan yang lain. Dan jika syaitan menjadikan kamu lupa (akan larangan ini), maka janganlah kamu duduk bersama orang-orang yang zalim itu sesudah teringat (akan larangan itu).”

Ana bukan ahli tafsir, tapi menurut hemat ana jelas sekali perintah tersebut. Silahkan buka kitab suci, juga silahkan cek. Itu Rasulallah saw yang jelas memiliki segalanya, keyakinan, pengetahuan, tapi beliau justru disuruh “tinggalkanlah” sehingga mereka membicarakan pembicaraan yang lain. Apalagi kita? ana tahu, kita tidak terima, gregetan, marah, ingin meluruskan, ingin membantah, ingin bilang tolong berhentilah mengolok2 agama ini, tapi jika Rasul Allah sendiri disuruh meninggalkan mereka, apalah artinya kita?

Tunjukkan bahwa Nabi kita yang dihina itu amat mulia ahklaknya. Diludahi, dilempar kotoran, dicaci maki, Nabi tetap penuh kasih sayang. Balaslah dengan hal tersebut, hingga akhirnya si tukang olok malu sendiri.. atau minimal mereka capek sendiri. Jangan pernah terpancing emosi, jangan ikut2an malah memanas2kan situasi. Apalagi sampai memuntahkan peluru, membunuh. Itulah yang mereka cari. Agar wajah mulia Nabi kita semakin buruk dimata para pembenci.

Sekembalinya dari Thaif, Rasulalah saw dalam keadaan terluka dan terusir, datanglah Malaikat meminta izin kepada beliau untuk menghacurkan warga Mekkah yang keji.

Malaikat berkata:

لو شئْتَ لأطْبقْتُ عليهم الأخْشبَيْن ! يعني الجبلين

“Wahai Muhammad, seandainya kamu berkehendak agar aku hempaskan ke dua gunung batu keras ini kepada mereka (kafir Quraisy), maka akan kulakukan”

Ajakan Malaikat tidak diterima oleh Rasulallah karena beliau tidak berda’wah dengan kekerasan, paksaan bahkan beliau mendo’akan kaumnya..

Balaslah dengan ahklak terbaik, hingga si pembenci besok lusa akan melihat kebenarannya, dan menangis menyesal atas apa yang dia lakukan.

Wallahu’alam.. Hasan Husen Assagaf

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: