Hasan Husen Assagaf

♣ Dahulukan Yang Wajib

Posted by HASAN HUSEN ASSAGAF pada Agustus 3, 2015

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم : دِينَارٌ أَنْفَقْتَهُ فِى سَبِيلِ اللَّهِ وَدِينَارٌ أَنْفَقْتَهُ فِى رَقَبَةٍ وَدِينَارٌ تَصَدَّقْتَ بِهِ عَلَى مِسْكِينٍ وَدِينَارٌ أَنْفَقْتَهُ عَلَى أَهْلِكَ أَعْظَمُهَا أَجْرًا الَّذِى أَنْفَقْتَهُ عَلَى أَهْلِكَ

Dari Abu Hurairah ra berkata: Rasulullah saw bersabda: “Satu dinar yang kamu nafkahkan di jalan Allah, satu dinar yang kamu nafkahkan di dalam memerdekakan budak, satu dinar yang kamu sedekahkan kepada seorang miskin dan satu dinar yang kamu nafkahkan atas keluargamu lebih besar pahalanya yang engkau telah nafkahkan atas keluargamu.” (HR. Muslim).

Hadits ini menunjukkan bahwa infak yang wajib lebih utama dari infak yang sunnah. Menafkahi istri dan anak adalah wajib sehingga pahalanya lebih besar. Kemudian berinfak kepada para kerabat yang membutuhkan, baru orang lain.

Yang sering terjadi sekarang ini justru banyak orang yang mendahulukan orang lain dalam berinfak dan melupakan hak-hak orang yang terdekatnya (istri, anak, kerabat). Padahal pahalanya lebih besar jika dia termasuk orang yang tidak mampu dan membutuhkan.

Bukan berinfak saja tapi semua perkerjaan ibadah yang harus didahulukan adalah yang wajib dahulu.. kalau sudah benar yang wajibnya baru masuk ke yang sunah.. jangan mendahulukan yang sunah baru yang wajib.. itu yang sunah.. apalagi kalau bukan yang wajib atau sunah.. Mari simak cerita dibawah ini:

Seorang guru memulai materi kuliah dengan menaruh toples diatas meja. Lalu guru itu mengisinya dg bola pingpong hingga gak muat lagi.

Guru bertanya: sudah penuh?

Dijawab oleh murid2: sudah penuh pak.

Lalu guru mengeluarkan kelereng dan dimasukkan ke dalam toples tadi. Kelereng mengisi sela2 bola hingga tidak muat lagi.

Guru bertanya lagi: sudah penuh?

Murid2 menjawab: sudah pak.

Lalu guru mengambil pasir dan dimasukkan ke dalam toples tadi. Pasir mengisi sela2 bola dan kelereng hingga tidak bisa muat lagi. Semua sepakat toples sudah penuh dan tidak ada benda yang bisa dimasukkan lagi.

Tapi terakhir dosen itu menuangkan secangkir kopi. Air kopi masuk mengisi toples yg sdh penuh dengan bola, kelereng dan pasir itu.

Kemudian ia bertanya: Apakah pesan yang dapat diambil dari apa yang saya kerjakan ini?

Lantas ia menjelaskan. Hidup kita kapasitasnya terbatas seperti toples ini. Tiap kita berbeda ukuran toplesnya. Bola pingpong adalah hal2 besar dalam hidup kita, yakni tanggung jawab terhadap Allah, anak isteri, keluarga, makan minum, tempat tinggal dan kesehatan. Kelereng adalah hal2 yang penting, seperti pekerjaan, kendaraan, sekolah anak, gelar, dll. Pasir adalah yang lain2 dalam hidup kita, seperti olah raga, rekreasi, ngobrol, nonton tv, whatsaap, bb, model baju, model kendaraan dll.

Jika kita isi hidup kita lebih dahulu dengan pasir hingga penuh, maka bola & kelereng tdk bisa masuk. Berarti hidup kita hanya berisi hal2 kecil. Hidup kita habis dangan dengan yang kecil. Kewajiban terhadap Allah & keluarga terabaikan.

Jika kita isi dg mendahulukan bola, lalu kelereng dst seperti tadi, maka hidup kita berisi lengkap, mulai dr hal2 besar & penting hingga hal2 yg menjadi pelengkap.

Jadi, kita mesti mengelola hidup secara cerdas & bijak. Tahu menempatkan mana yg perioritas (wajib) & mana yg menjadi pelengkap (sunah). Jika tdk, hidup bukan saja tdk lengkap, bahkan bisa tidak berarti sama sekali.

Sekarang saya mau tanya Al-Quran itu prioritas (wajib) atau pelengkap (sunah)? Jawab di hati masing2.. Kalo kitabullah saja hanya dijadikan pelengkap (sunah) bukan prioritas (wajib), maka wajar saja Allah tidak memprioritaskan kita untuk sukses dalam hidup.

Lalu sang guru bertanya: ada yang mau bertanya? Semua terdiam, karna sangat mengerti apa inti pesan dlm pelajaran tadi. Namun, tiba2 seseorang nyeletuk bertanya. Apa arti secangkir air kopi yg dituang tadi..? Sang guru mjemjawab sebagai penutup. Sepenuh dan sesibuk apa pun hidup kita, bisa disempurnakan dengan silaturrahim..

Salam dari riyadh HHS

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: