Hasan Husen Assagaf

♣ Jadam

Posted by HASAN HUSEN ASSAGAF pada Agustus 30, 2015

Jadam

Dunia itu berputar, sesaat ia berada diatas dan sesaat lagi berada di bawah. Kalau ia sedang berada di atas jangalah sombong, angkuh dan bangga, sebaliknya kalau ia berada di bawah jangalah gelisah atau putus asa. Sesungguhnya di langit itu ada kerajaan yang Maha Besar, tertulis di depan pintu gerbangnya: “Dan Kami tidaklah lengah terhadap ciptaan Kami” almu’minun 17

“Katakanlah: Ya Allah yang mempunyai kerajaan, Engkau berikan kerajaan kepada orang yang Engkau kehendaki dan Engaku cabut kerajaan dari orang yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan orang yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan orang yang Engkau kehendaki. Di tangan Engkaulah segala kebajikan. Sesungguhnya Engkau maha kuasa atas segala sesuatu” al-Quran

Pada suatu pagi, seorang anak muda yang sedang dirundung banyak masalah datang ke tempat Habib Zen bin Abdullah Alaidrus. Raut mukanya ruwet, ga enak dilihat. Tamu itu, memang tampak seperti orang yang meiliki segudang kesulitan dan tidak bahagia. Setelah cium tangan dan duduk sebentar, orang itu menceritakan semua masalahnya.

Habib zen, hanya mendengarkannya dengan seksama. Kemudian memberikan kepadanya sebuah amalam yang diambil dari alquran. Ia menyuruh orang itu membaca surat Alam Nasyrah.. dst .

Dengan bijak, habib zen menepuk-nepuk pundak si anak muda sambil berkata:

“Dengarlah. Pahitnya kehidupan, adalah seperti seiris jadam, tak lebih dan tak kurang. Jika jadam itu dimasukan kedalam segelas air maka rasa air itu akan pahit. Tapi kalo jadam itu dimasukan kedalam telaga maka jadam itu itu tidak mempunyai fungsi sama sekali. jadi, kepahitan yang kita rasakan, sangat tergantung dari wadah yang kita miliki. Semakin besar wadah yang kita miliki semakin kepahitan itu tidak dirasakan. Begitu pula kesulitan, kesusahan, kesedihan semua itu akan tergantung pada hati kita.”

“Jadi”, kata Habib Zen, “saat kamu merasakan kegagalan dalam hidup, hanya ada satu hal yang bisa kamu lakukan. Lapangkanlah dadamu dalam menerima semuanya. Luaskanlah hatimu untuk menampung setiap kepahitan itu. Jangan jadikan hatimu itu seperti gelas, tapi buatlah laksana telaga yang mampu meredam setiap kepahitan itu dan merubahnya menjadi kesegaran dan kebahagiaan”.

“Maka”, kata habib zen “bacalah ayat ayat ini sambil kamu memegang dadamu:

الم نشرح لك صدرك .. ووضعنا عنك وزرك .. الذي انقض ظهر .. ورفعنا لك ذكرك .. فان مع العسر يسرا .. ان مع العسر يسرا .. فاذا فرغت فانصب .. والى ربك فارغب .. سورة الشرح 1-8

“Bukankah Kami telah melapangkan untukmu dadamu?, Dan Kami telah menghilangkan dari padamu bebanmu, yang memberatkan punggungmu? Dan Kami tinggikan bagimu sebutan (nama)mu. Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain, dan hanya kepada Tuhanmulah hendaknya kamu berharap. (Surat As-Syarh 1-8)

Riyadh 11 Ramadhan 1436H / 28 Juni 2015 Hasan Husen Assagaf

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: