Hasan Husen Assagaf

♣ Apa Dan Siapa Kita

Posted by HASAN HUSEN ASSAGAF pada Agustus 31, 2015

Apa Dan Siapa Kita

Kota madinah pernah dihebohkan dengan seorang pemuda yang solih, baik dan penampilannya dalam agama sangat mena’jubkan. Berita ini tersebar sampai ke telinga Sayyidina Umar ra. Lalu beliau menghampiri masyarakat yang sedang asyik menceritakan kebaikan pemuda tadi, lalu berkata: ”Dari mana kalian tahu bahwa orang itu baik?”. Mereka menjelaskan bahwa setiap hari pemuda tsb selalu giat dalam urusan agama dan tampil di muka dalam merefleksikan segala yang berurusan dengan ibadah. Sayyidina Umar bertanya lagi: ”Lantas nafkahnya dari mana?”. Mereka menjawab: ”Ia hidup dari saudara lakinya yang bekerja di pasar”. Lalu Umar ra berkata: ”Ketahuilah bahwa saudara lakinya yang bekerja di pasar itu lebih baik dan afdhal darinya”

Kisahnya, waktu saya dalam perjalanan dari Jakarta ke Riyadh naik pesawat yang harus transit di Abu Dhabi satu jam menurunkan dan mengambil penumpang. Karena keberangkatan dari jakarta ditunda 1 jam saya menunggu di lobi ruang tunggu bandara Cengkareng. Di depan saya duduk seorang ibu sudah agak tua, wajahnya tampak tenang dan keibuan.

Kemudian saya menyapa: mau pergi kemana bu?

Ibu: ”Iya dik, hanya mau ke Abu Dhabi”.

Saya: ”Kalau boleh, mau nanya, ada keperluan apa ibu ke Abu dhabi?”

Ibu: ”Menengok anak saya yang nomor dua dik, istrinya melahirkan di sana terus saya dikasih ongkos untuk datang ke sana.”

Saya: ”Puteranya kerja dimana, bu?”

Ibu: ”Anak saya ini insinyur perminyakan, kerja di perusahaan minyak asing di Abu Dhabi.

Saya: ”Berapa anak ibu semuanya?”

Ibu: ”Anak saya ada 4 dik, 3 laki2, 1 perempuan. Yang di Abu Dhabi anak nomer 2. Yang nomer 3 juga laki2, dosen fakultas ekonomi UGM, sekarang lagi ambil program doktor di Amerika. Yang bungsu perempuan jadi dokter spesialis anak. Suaminya juga dokter, ahli bedah dan dosen di Universitas Airlangga Surabaya.

Saya: ”Kalau anak yang paling tua?”

Ibu: ” Oh..dia supir taxi, dik. subuh2 keluar cari nafkah sore pulang. kasian dia cape sekali kerjanya.”

Saya tertegun sejenak lalu dengan hati-hati saya menanya: ”Tentunya ibu kecewa kepada anak sulung ibu ya. Kok tidak sarjana seperti adik-adiknya?”

Ibu itu menjawab dengan senyum: ”Sama sekali tidak, dik. Malahan kami sekeluarga semuanya hormat kepada dia. Dari hasil taxinya, dia yang membiayai hidup kami setelah suami saya meninggal dan dia menyekolahkan semua adik-adiknya sampai selesai jadi sarjana”.

Saya merenung, ternyata yang penting bagi manusia bukan apa atau siapa kita, tetapi apa yang telah ia perbuat. Allah tidak akan menilai apa dan siapa kita tetapi apa amal-perbuatan kita.

Salam dari Riyadh 23/08/2015, HHS

Satu Tanggapan to “♣ Apa Dan Siapa Kita”

  1. Reblogged this on Amin Doc and commented:
    inspiratif..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: