Hasan Husen Assagaf

♣ Cerdas Tangkas

Posted by HASAN HUSEN ASSAGAF pada Agustus 31, 2015

Cerdas Tangkas

kalau bawa cerita Imam Ali bin Abi Thalib ra orang sangka ana syi’i. Ana bukan Syi’i. Ana sunni..Syafi’i.. Asy’ari.. ana pencinta sahabat Nabi tanpa terkecuali.. termasuk imam Ali.

ceritanya begini:

Suatu hari, Ali bin Abi Thalib ra diundang seorang Yahudi untuk mengahadiri acara jamuan di rumahnya.

Kepada Imam Ali, Yahudi itu menyuguhkan anggur. Imam memakannya. Lalu Yahudi itu memberi segelas khamr kepadanya. Beliau menolak seraya berkata: “Maaf, khamr diharamkan bagi kami kaum muslimin”.

Yahudi berkata: “Aneh sekali kalian ini, kalian menghalalkan anggur tapi mengharamkan khamr padahal khamr berasal dari anggur”.

Sayyidina Ali ra menjawan dengan senyum: “Apakah kamu memiliki istri..???”. Yahudi menjawab “Punya..!!” Beliau bertanya lagi: “Apakah kamu punya anak perempuan.??”. Yahudi menjawab: “Punya..!!”

Beliau berkata: “Datangkan mereka ke sini..!”

Yahudi itu pun memanggil istri dan putrinya.

Imam Ali ra kemudian berkata: “Bukankah Allah menghalalkan kepadamu istrimu dan mengharamkan putrimu untukmu, Padahal putrimu berasal dari istrimu??”

Lalu, Yahudi berkata lantang. “Aku bersaksi bahwa tidak ada tuhan kecuali Allah dan Muhammad Rasulullah..!!”.

Dari kisah di atas jelas sekali kita bisa mengambi suatu bukti bahwa Imam Ali ra memiliki gudang ilmu yang tidak dimiliki para sahabat lainya. “Aku kota ilmu dan Ali pintunya”. Itulah sabda Rasulallah saw yang dicetuskan beliau kepada para sahabat. Beliau adalah lelaki pertama yang mempercayai wahyu setelah Khadijah ra. Pada waktu itu Ali ra masih berusia sekitar 10 tahun.

Setelah wahyu turun, Imam Ali ra banyak belajar langsung dari Rasulallah saw karena sebagai misanan dan sekali gus merangkat sebagai anak asuh, beliau selalu mendapat kesempatan dekat dengan Rasulallah saw. Hal ini berlanjut sampai belau menjadi menantunya.

Jadi banyak pelajaran pelajaran tertentu yang diajarkan Rasulallah saw kepada beliau yang tidak diajari kepada sahabat-sahabat yang lain.

Didikan langsung dari Rasulallah saw kepada imam Ali ra baik secara zhahir (syariah) atau secara bathin (tasawuf), banyak menggembleng beliau menjadi seorang pemuda yang sangat cerdas, tangkas dan bijak. Salah satunya kita bisa lihat dari kisah kisah di atas tadi.

kisah lain dari kecerdasan Imam Ali ra

Zaman Berbeda Orang Berbeda

Ada satu orang datang kepada Sayyidina Ali ra. Ia berkata: “Dulu di zaman khalifah Abu Bakar dan Umar keadaannya begitu tentram, damai dan penuh berkah. Mengapa di masa kekhalifahanmu, hai Amirul Mukminin, keadaanya begini kacau dan rusak?”

Sayyidina Ali ra menjawab sambil senyum: “Sebab, pada zaman Abu Bakar dan Umar, rakyatnya seperti aku. Adapun di zamanku ini, rakyatnya seperti kamu!”

Kesimpulannya, manusia pada hakekatnya sama. Semuanya dari Adam. Dan Adam dari tanah. Tapi setiap orang memiliki latar belakang yang berlainan. Makanya tidak selayaknya kita mengukur orang dengan baju kita sendiri, dan tidak ada yang berhak memaksanya untuk menjadi siapa pun yang ada dalam angannya.

Masing-masing hati memiliki kecenderungannya, masing-masing badan memiliki pakaiannya dan masing-masing kaki mempunyai sepatunya. Jadi sangat tidak bijak menuntut seseorang untuk menjadi orang yang tidak sezaman dengannya. Apalagi menggugatnya agar tepat seperti tokoh atau pemimpin yang berbeda zaman dengannya.

Maka pahamilah dalam-dalam pribadi kita dan jadilah diri kita sendiri. Sesudah itu tak perlu sakit hati jika kawan-kawan lain tak mengikuti cara kita.

Imam Asy Syafi’i pernah menyatakan sesuatu yang indah. “Pendapatku ini benar. Tetapi mungkin mengandung kesalahan. Adapun pendapat orang lain itu salah, namun bisa jadi mengandung kebenaran.”

Wallahu’alam Riyadh 16/08/2015.. Hasan Husen Assagaf

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: