Hasan Husen Assagaf

♣ Shalat Tarawih Kilat, Apa Hukumnya?

Posted by HASAN HUSEN ASSAGAF pada Agustus 31, 2015

Shalat Tarawih Kilat, Apa Hukumnya?

Baru-baru ini tersebar di tengah-tangah masyarakat video tarawih kilat yang menimbulkan banyak komentar tentang shah dan tidaknya. Terawih ini dilakukan 20 rakaat selama 7menit. Bayangkan luar biasa. Sayangnya, hal semacam ini juga dimuculkan di Metro te-ve supaya rame.

Banyak yang memberi komentar bahwa shalat ini tidak shah. Ada lagi yang bilang shalat model begini tidak khusyuk, ada lagi yang bilang sholat ini tidak ada thuma’ninah. Lalu timbul pertanyaaan kok cepat sekali, apa yang dibaca, apakah imam sempat baca fatihan dan surat Al-Qur’an?

Sebenarnya tidak ada larangan dalam syari’at tentang shalat dari segi cepat dan tidaknya. Tetapi dalam ilmu fiqih ada yang disebut aturan dan anjuran dalam shalat, seperti khusyu’ dalam shalat, thuma’ninah dalam shalat, tidak terburu-buru dll. Karena dalam shalat berarti kita sedang berhadapan muka dengan Allah, kita sedang mengadakan hubungan dengan Allah, Semakin khusyu’ shalat kita semakin kuat hubungan dan ikatan kita dengan Allah.

Coba kita simak hadits dari Abu Hurairah ra: Rasulullah saw. pernah masuk masjid. Lalu ada seorang lelaki masuk dan melakukan shalat. Setelah selesai ia datang dan memberi salam kepada Rasulullah saw. Beliau menjawab salamnya lalu bersabda: Kembalilah dan shalatlah, karena sesungguhnya kamu belum shalat. Lelaki itu kembali shalat. Setelah shalatnya yang kedua ia mendatangi Nabi saw. dan memberi salam. Kemudian beliau bersabda lagi: Kembalilah dan shalatlah, karena sesungguhnya kamu belum shalat. Sehingga orang itu mengulangi shalatnya sebanyak tiga kali. Lelaki itu berkata: Demi Dzat yang mengutus Kamu dengan membawa kebenaran, saya tidak dapat mengerjakan yang lebih baik daripada ini semua. Ajarilah saya. Beliau bersabda: Bila kamu melakukan shalat, bertakbirlah. Bacalah bacaan dari Al Qur’an yang mudah bagimu. Setelah itu ruku’ hingga kamu tenang dalam ruku’mu. Bangunlah hingga berdiri tegak. Lalu bersujudlah hingga kamu tenang dalam sujudmu. Bangunlah hingga kamu tenang dalam dudukmu. Kerjakanlah semua itu dalam seluruh shalatmu (HR Bukhari Muslim). Lihat kitab Ad-Durusul Al-Fiqhiyah karya Habib Abdurahman bin Saggaf Assagaf, mengenal ajaran Fiqih lebih dekat.

Jadi dalam shalat juga ada tata-cara dan adab, bukan asal shalat saja. Karena dalam shalat berarti kita berada dalam posisi berbicara dengan Allah. Kalau berbicara dengan manusia saja kita harus sopan apalagi dengan Allah Pencipta alam semesta.

Riyadh 14 Ramadhan 1436H / 31 Juli 2015 Hasan Husen Assagaf

Satu Tanggapan to “♣ Shalat Tarawih Kilat, Apa Hukumnya?”

  1. opang said

    Assalamualaikum,

    Terima kasih Bib Hasan Husen Assagaf.

    Wassalam,

    Hasan Albahar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: