Hasan Husen Assagaf

♣ Makkah Dalam Renungan…

Posted by HASAN HUSEN ASSAGAF pada September 9, 2015

Makkah Dalam Renungan…

Foto Makkah Dahulu

Baru saja saya tiba dari kota kelahiran Nabi, Makkah. Banyak perobahan terjadi di kota itu sejak saya tinggalkan bulan Rajab yang lalu . Renovasi besar-besaran di Haram telah digarap atas perintah raja Abdullah, selaku Penjaga Dua Kota Suci (Khadimul Haramain) sebelum ia meninggal. Belasan ribu bangunan hotel, rumah, toko, dan kantor yang terletak di sebelah barat dan utara Masjidil Haram, kini habis diratakan. Beberapa gedung masih tegak berdiri, tapi nyaris akan dibumiratakan. Ratusan truk, buldozer milik kontraktor Saudi Bakar bin Laden terlihat hilir mudik.

Raja Abdullah ingin menambah 35% kapasitas Masjidil Haram. Pada saat ini, masjid seluas 350.000 meter persegi itu mampu menampung hingga 2 juta jamaah di dalam dan di luar haram. Dan diperkirakan setelah renovasi bisa menampung lebih dari 2 juta jamaah.

 

Proyek renovasi ini bisa dibilang yang terbesar. Pemerintah Arab Saudi telah memperluas halaman masjid, membangun tempat parkir, dan memperluas lokasi sa’i antara Bukit Shafa dan Marwah menjadi tiga tingkat. Renovasi ini bukan hanya dipusatkan di haram tapi terjadi juga di Mina, Musdalifah, dan Arafah, yang menjadi rangkaian tempat pelaksanaan ibadah haji. Tempat pelemparan jumrah ditata ulang demi keamanan jamaah. Jaringan transportasi juga akan dibangun mulai seputar Masjidil Haram hingga Arafah. Tentu proyek itu bakal menyerap dana milyaran dolar. Ini belum termasuk dana pembangunan gedung pencakar langit. Yang baru saja diresmikan yaitu sebuah super-gedung, yang disebut Abraj al Bait. Raksasa ini lebih dari 600 tingginya: menara jam yang paling jangkung sedunia. Empat muka jam di puncaknya masing-masing berbentuk mirip Big Ben di London, di depannya diterangi lampu LED tertulis الله أكبر, “Allahu Akbar.” dan juga dibangun gedung gedung lainya sebagai pusat perbelanjaan, apartemen, dan hotel-hotel baru di sekitar haram.

 

Menurut saya, ya sudah sewajarnya terjadi renovasi besar besaran di Makkah, karena setiap tahun, jumlah jamaah haji mencapai 4 juta orang, ditambah belasan juta jamaah umrah. Selain dari itu jumlah haji dan umrah setiap 5 tahun sekali meningkat hingga 10 %. Kehadiran 15-an juta jamaah itu tentu saja membutuhkan akomodasi tempat tinggal begitu juga kesempatan beribadah yang nyaman, aman dan mengesankan. Inilah salah satu sebab utama Raja Abdullah menggelar renovasi dan perluasan Haram dan seluruh lokasi ibadah haji lainnya.

 

Tapi salain dari perluasan dan perombakan besar-besaran di dalam dan sekitar Haram, kita mengharap agar jangan hanya memikirkan bagaimana menampung sebanyak mungkin jamaah dan berapa banyak uang yang diperoleh tapi kita harus memikirkan pula keaslian kota Makkah dan tempat bersejarah di sekitarnya bisa dipertahankan. Karena beberapa fihak banyak yang menyangkan pembangunan gedung pecakar lagit di sekitar haram. Sebab gedung pecakar langit itu akan menutupi pemandangan ka’bah dan keaslian kota kelahiran Nabi.

Foto Makkah Dahulu

     

Foto Makkah Sekarang

15  17  1611

14  2  3122

1  4  jamarat-project-in-mina-makkah-al-mukkarrma-after-completion1abaraj-elbait-buldings

kereta-listrik-yang-akan-beroprasi-tahun-depan-dari-haram-ke-mina-mina-ke-muzdalifa-muzdalifa-ke-arafat1  madina-haram-masque-after-four-years1  projek-perumahan-raksasa-akan-dibangun-di-dekat-haramimages

 

 

Salam Dari Kota Nabi, Hasan Husen Assagaf

 

Baca berikutnya:

Makkah Dalam Renungan…”Catatan Pinggir Gunawan Mohamad”

— Kala kini, di abad ke-21, Wahabisme dan kapitalisme bertaut, dan Mekkah berubah

Betapa berubahnya Mekah. Duduk di satu sudut Masjidil Haram ketika matahari meredakan panasnya, kita bisa merasakan bayang-bayang sebuah bangunan yang menjangkau langit dari arah Selatan.

Memang: di seberang gerbang Baginda Abdul Aziz, berdiri sebuah super-gedung, (baru diresmikan Agustus tahun ini), yang disebut Abraj al Bait. Raksasa ini lebih dari 600 tingginya: menara waktu yang paling jangkung sedunia. Empat muka jam di puncaknya masing-masing berbentuk mirip Big Ben di London, meskipun mengalahkannya dalam ukuran: diameternya masing-masing 46 m, dengan jarum panjang yang melintang 22 meter. Dan berbeda dari Big Ben, di jidatnya yang diterangi dua juta lampu LED tertulis الله أكبر, “Allahu Akbar.”

Di Abraj al Bait ada 20 lantai pusat perbelanjaan dan sebuah hotel dengan 800 kamar. Juga tempat tinggal. Garasenya bisa menampung 1000 mobil. Tapi para tamu dan penghuni juga bisa datang dengan helikopter (ada lapangan untuk menampung dua pesawat), karena ini memang tempat bagi mereka yang mampu menyewa, atau memiliki, kendaraan terbang itu. Ongkos semalam di salah satu kamar di Makkah Clock Royal Tower bisa mencapai 7.000.000 rupiah.

Dari ruang yang disejukkan AC itu orang-orang dengan duwit berlimpah bisa memandang ke bawah — ya, jauh ke bawah — mengamati ribuan muslimin yang bertawaf mengelilingi Kaabah bagai semut yang berputar mengitari sekerat coklat.

Saya tak bisa membayangkan, bagaimana dari posisi itu akan ada orang yang bisa menulis seperti Hamka di tahun 1938. Apa kini artinya “di bawah lindungan Kaabah”? Justru kubus sederhana tapi penuh aura itu yang sekarang seakan-akan dilindungi gedung-gedung jangkung, terutama Abraj al Bait yang begitu megah dan gemerlap — dengan 21.000 lampunya yang memancar sampai sejauh 30 km dan membuat rembulan di langit pun mungkin tersisih.

Betapa berubahnya Mekah. Atau jangan-jangan malah berakhir. “It is the end of Mekkah“, kata Irfan al-Alawi, direktur pelaksana Islamic Heritage Research Foundation di London kepada The Guardian. Nada suaranya murung seperti juga suara Sami Angawy.

Hampir 40 tahun yang lalu arsitek ini mendirikan Pusat Penelitian Ibadah Haji di Jeddah. Dengan masygul ia menyaksikan transformasi Mekah berlangsung di bawah kuasa para pengusaha properti dan pengembang. “Mereka ubah tempat ziarah suci ini jadi mesin, sebuah kota tanpa identitas, tanpa peninggalan sejarah, tanpa kebudayaan dan tanpa lingkungan alam. Bahkan mereka renggut gunung dan bukit.”

Angawy, 64 tahun, mungkin terlalu romantis. Ia mungkin tak mau tahu hukum permintaan dan penawaran: jumlah orang yang pergi haji makin lama makin naik; kalkulasi masa depan mendesak. Mekah harus siap. Tapi Angawy justru melihat di situlah perkaranya. Ia menyaksikan “lapisan-lapisan sejarah” Mekah dibuldoser dan dijadikan lapangan parkir.

Akhirnya ia, yang lahir di Mekah, menetap di Jeddah, di rumah pribadinya yang didesain dengan gaya tradisional Hijaz. Ketika Abraj al Bait dibangun seperti Big Ben yang digembrotkan (“meniru seperti monyet”, kata Angawy) ia merasa kalah total. Ia lebih suka tinggal di Kairo.

Tapi bisakah transformasi Mekah dicegah? Kapitalisme membuat sebuah kota seperti seonggok besi yang meleleh, untuk kemudian dituangkan dalam cetakan yang itu-itu juga. Dengan catatan: dalam hal Mekah, bukan hanya karena “komersialisasi Baitullah” kota suci itu hilang sifat uniknya. Angawy menyebut satu faktor tambahan yang khas Arab Saudi: paham Wahabi.

Wahabisme, kata Angawy, adalah kekuatan di belakang dihancurkannya sisa-sisa masa lalu. Dalam catatannya, selama 50 tahun terakhir, sekitar 300 bangunan sejarah telah diruntuhkan. Paham yang berkuasa di Arab Saudi ini hendak mencegah orang jadi “syrik” bila berziarah ke petilasan Nabi, bila menganggap suci segala bekas yang ditinggalkan Rasulullah—dan sebab itu harus disembah.

Sejarah Arab Saudi mencatat dihapusnya peninggalan sejarah itu secara konsisten. April 1925, di Madinah, kubah di makam Al-Baqi’ diruntuhkan. Beberapa bagian qasidah karya al-Busiri (1211–1294) yang diukir di makam Nabi sebagai himne pujaan ditutupi cat oleh penguasa agar tak bisa dibaca. Di Mekah, makam Khadijjah, isteri Nabi, dihancurkan. Kemudian tempat di mana rumahnya dulu berdiri dijadikan kakus umum.

Contoh lain bisa berderet, juga protes terhadap tindakan penguasa Wahabi itu. Di awal 1926, di Indonesia berdiri “Komite Hijaz” di kediaman K. H. Abdul Wahab Khasbullah di Surabaya, ekspresi keprihatinan para ulama.

Reaksi dari seluruh dunia Islam itu berhasil menghentikan destruksi itu. Tapi kini, di abad ke-21, Wahabisme dan kapitalisme bertaut, dan Mekkah berubah.

Mengherankan sebenarnya. Di sebuah tulisan dari tahun 1940 Bung Karno mengutip buku Julius Abdulkarim Germanus, Allah Akbar, Im Banne des Islams. Di sana Bung Karno menggambarkan kaum Wahabi sebagai orang-orang yang dengan keras dan angker mencurigai “kemoderenan”; mereka bahkan membongkar antena radio dan menolak lampu listrik. Tapi kini, seperti tampak di kemegahan Abraj al Bait bukan hanya lampu listrik yang diterima, tapi juga transformasi Mekah jadi semacam London & Las Vegas. Apa yang terjadi?

Mungkin sikap dasar Wahabisme tak berubah. Menghapuskan petilasan (menidakkan masa lalu), sebagaimana menampik “kemoderenan”, (menidakkan masa depan) adalah sikap yang anti-Waktu. Jam besar di Abraj al Bait itu akhirnya hanya menjadikan Waktu sebagai jarum besi. Benda mati. Dan bagi yang menganggap Waktu benda mati, yang ada hanya rumus-rumus ibadah tanpa proses sejarah.

Tapi apa arti perjalanan ziarah, tanpa menapak tilas sejarah dan menengok yang pedih dan yang dahsyat di masa silam?

Mungkin piknik instan ke kemewahan.

     

43 Tanggapan to “♣ Makkah Dalam Renungan…”

  1. ridho said

    bagus….
    jadi para hujjaj gak ada yg mati terhimpit n berdesak2an pada saat d mina

  2. Artikel-artikel di blog ini bagus-bagus. Coba lebih dipopulerkan lagi di Lintasberita.com akan lebih berguna buat pembaca di seluruh tanah air. Dan kami juga telah memiliki plugin untuk WordPress dengan installasi mudah.
    Kami berharap bisa meningkatkan kerjasama dengan memasangkan WIDGET Lintas Berita di website Anda sehingga akan lebih mudah mempopulerkan artikel Anda untuk seluruh pembaca di seluruh nusantara dan menambah incoming traffic di website Anda. Salam!

  3. Itmam Aulia said

    syukur hamdulillah, kalo gitu indonesia kuotanya nambah dong?

  4. jodi setiawan said

    Hebat banget negeri arab terus mengadakan intropeksi dan membuat inovasi, biar yang pada melaksanakan ibadah haji nyaman dan aman,

    • Tapi sayang nya kalau terus di renopasi tapi tidak menghiraukan ke aslian tempat bersejarah dan rempat Ibadah itu ,sudah menghilang lah keasliannya.,,di ganti dengan ke mewahan yang tak bersejarah lagi…Jadi kalau kita ingin melihat sesuai dengan sejarahnya Sofa-Marwah dan Zam Zam yang ada dalam lingkungan itu tidak bisa di lihat lagi……yang ada hanya kemewahan DUNIA saja.

  5. OB Tempo said

    Wow..

  6. Semoga Alloh mengijinkan aku beserta keluarga besar dan keluarga kecilku untuk menuju ke sana,,
    Amiiin…

  7. omiyan said

    Semoga ibadah haji semakin nyaman….

  8. ndank said

    semoga kita berangkat haji hanya untuk menjadi tamu ALLAH dan ibadah yang kita laksanakan diterimanya. saya dan keluarga sangat-sangat ingin untuk menjadi tamuMU ya ALLAH …..

  9. Sonhaji said

    ya Allah Kapan Engkau Memberikan kesempatan kepada keluargaku untuk mengunjungi Rumah-Mu ?

  10. Subhanallah…kapan ya ana dan keluarga bisa mengunjungi rumah suci Mu,ya Allah…

  11. hamba Alloh said

    Buat apa sih di Mekah perluas dipermewah bla bla bla.. sebenarnya urusan haji sangat privasi antara diri dng Khalik sbg pengundang.. Kebanyakan haji sekarang hanya utk sekadar pasang titel haji depan nama, status sosial, ada uang, terkesan wisata/pelesir..Penguasa Arab juga ada motif kepentingan bisnis/dunia .. sungguh sangat sedikit yg betul2 haji mabrur.. berangkat haji benar2 murni panggilanMu.. bahkan ada teman ( sy rahasiakan ) bisa ke Haji tanpa naik pesawat dll tapi atas kuasaNya bisa miraj (sekedip mata)

    • dian said

      saya setuju dengan pendapat anda,bahwa pergi haji bkn karena status sosial tapi supaya lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT. saya tertarik dgn cerita anda bahwa teman anda pergi haji tanpa naik pesawat.kalau anda berkenan tolong dong bagaimana ceritanya ato lewat email jg boleh

  12. hamba Alloh said

    kadang sungguh geli lihat tetangga atau sanak saudara pulang haji di adakan acara selamatan undang orang banyak.. betul2 riya/pamer .. apakah ada tuntunan sesudah melaksanakan rukun islam misal shalat, zakat, haji melaksanakan selamatan kalo skrg diganti tasyakuran ?? ganti nama nggak merubah esensinya ;-(

  13. Refi said

    Allah Maha Mengetahui darh apa yg kamu ketahui

  14. megah00 said

    wuih……………..!!!!!!!!!

  15. Juan rusli said

    Assalam……..

    wah…wah Bapak sering bolak-balik makkah Indonesia ya…..
    Tulisan yang amazing…….

  16. lily said

    subhanallah… Ya Alah izin kan lah aku beserta keluarga ku untuk mengunjungi tanah suci Mu Ya Allah..

  17. send_ok said

    hmm… perluasan daya tampung…
    moga ibadah hajinya di terima di sisi Allah..gk cuma mencari panckat “Haji/Hajah”

    moga² smua yg di gusur dpt uang pengganti jd warga yg di gusur ttp dpt tempt tingggal (gak ky di indonesia, main gusur az!)dan moga situs² yg bersejarah jg gk di gusur….

    moga renovasi ini dijiijinkan YANG MAHA KUASA… jd bisa lancar……

    moga² w bisa bayarin emak bapak w nek haji pk duit w sndiri…
    moga² w bisa nek haji….
    moga² sekeluarga bica nek haji….
    moga² bisa ke mekah & madinah….wlpun bukan menunaikan ibadah haji…. doa’in yh..Amin

    btw grafisnya bagus yh….:D
    desain 3dnya kyk di game…..

    ka’bah masa depan…..
    moga gak “menggusur” ka’bah masa lalu😉

  18. As’salamualaikum
    Saya pernah naik haji thn 2000 dan umrah 2003, banyak cerita menarik…tapi 2010 dah ada banyak perubahan ..Ya Allah saya ingin mengunjungi lagi dengan melihat sendiri perubahan yang begitu canggih..murahkanlah rezekiku untuk dapat aku ketanah suci lagi.

    • yustin fatmawati said

      subhanalloh,
      insyaallah saya n suami dpt kuota 2012, tp da tak sbr.
      saya sudah sgt merindukan ka’bah seakan-akan sy sdh pernah kesana. sprt anda dpt berkunjung marrotan ba’da marrotin.

  19. dedjapan said

    Ya Allah, izinkanlah kedua orang tuaku untuk dapat memenuhi panggilanmu ditanah suci..

    Ya Allah, perlancarkanlah jalan dan ibadah mereka ketika dirumahmu..

    Ya Allah perkenankanlah permohonan hambamu, walaupun hanya sekali..

  20. kembangjambu said

    Insya ALLAH mendapatkan ridho dari ALLAH SWT, demi kemaslahatan UMAT ISLAM yang terpanggil untuk Ziarah ke kota MADINAH dan juga Tanah SUCI MAKKAH serta MASJIDIL HARAM. Saya saksikan sendiri di awal AGUSTUS 2009 sebagian disisi MARWAH sudah sebagian di bongkar juga dibagian dekat HOTEL HILTON. Tapi tidak mengganggu bagi yang beribadah di Masjidil HARAM. Semoga sesuai RENCANA, amin ya robbalalamin…..

  21. rachmat k said

    subhanalloh,merinding dan trenyuh hati dan perasaan saya,wahai Nabi Muhammad SAW yang telah menggembleng langsung jiwa dan karakter para sohabat, sungguh mulya dan luhur akhlak yang Tuan tanamkan utk suritauladan generasi yang akan datang.

  22. Ayi Suryana said

    Assalamu’alaikum wr.wbr

    Alhamdulillah situs ini sangat banyak mendatangkan manfa’at khususnya buat saya pribadi.
    Komentar tentang perombakan besar-besaran sekitar masjidil haram sangat disayangkan apabila menghilangkan situs2 yang sangat berguna bagi sejarah disekitar rasul. Informasi terakhir bahwa 300 situs telah dihilangkan dan yang terakhir bekas rumah Rasul + Sayyidah Khadizah-pun dibongkar unuk lapangan parkir. Sangat disayangkan. Pembangunan Gedung2 bertingkat ditakutkan akan mengganggu ketenangan ber’ibadah.

    Wassalamu’alaikum wr,wbr
    Ayi Suryana

  23. sulistyowarni said

    SubhanaLoh….Allohu Akbar…
    Ya Alloh, perkenankan aku dan keluarga ku untuk bisa datang ke tanah suci….
    Walaupun secara manusia kami tak berdaya untuk menggapai, tapi aku percaya tidak ada yang mustahil jika Engkau berkehendak…

  24. reza said

    Semoga aku dan keluargaku bisa menjadi TamuMU Ya alloh Amin

  25. fadhil mubarak said

    aku ingin mati sebagai haji yang mabrur disana amin…………

  26. ordi said

    SubhanAlloh…
    Mekah sudah mulai banyak perubahan dari tahun ke tahun?
    setelah semakin banyak org yg pergi tiap tahunnya semakin banyak yg menunaikan ibadah haji.

  27. Derimo utama Hajj said

    Yaa robb cukupkanlah aku dan istri naik haji 3 kali’ dan berharap meninggal di Madinah. limpahkan rezeki untuk kami dan anak2 ku untuk naik haji juga aaammiinn..

  28. yustin fatmawati said

    1 keinginan yang mash membara di jiwaku.
    ya allah jadknlah hamba salah satu dr tamumu,
    mudahkan jln hamba u menuju surgamu. amiin.

  29. abdollah mudding, said

    doin saudaraku saya sebelum saya kembali kepada yg maha kuasa saya mau membawa istri dan anak saya menunaikan ibadah haji

  30. badriah said

    Subhanallah, rindu untuk kembali semoga Allah mengabulkan…

  31. saya ingin kemekkah dan tinggal disana supaya bisa mati jihad semoga allah mendengar betapa ingin dayat kesana tp duit tak ada

  32. saya sangat ingin ke sana saya ingin mmnawa ibu kluarga saya prgi ke mekkah saya ingin sekali mmbhgiakan smua keluarga sya erutma ayah dan ibu saya yg slma ni sdh mmbimbing sya saya ingin sakali mmbalas kabaikan ibu dan ayah saya dengan mbawa ibu ayah saya prgi haji
    semoga allah swt bisa mngabulkn apa yg saya ingin khan amienn

  33. Hal ini membuktikan bahwa kota Suci Makkah telah dirasupi para ekonom beraliran neoliberalisme. Apa gunanya membangun gedung pencakar langit yang menghabiskan banyak biaya, sedangkan masih banyak saudara kita di Afghanistan, Pakistan, Irak dan negara Islam minoritas dalam keadaan teraniaya dan teruji Islamnya. Ini sangat kontra sekali dengan Islam yang sederhana. Wallahualam bin sawab

  34. Ya ALLOH,karena izin Mu kota Mekkah sampai saat ini mejadi tempat berkumpulnya umat Islam dari penjuru dunia untuk mengamalkan segala perintah Mu.

  35. fachruddin M. dani said

    Semua yang akan membuat aman dan nyaman dalam melaksanakan haji ataupun umrah pantas kita sambut dengan ucapan Alhamdulillah, barangkali saja quota bertambah. Alhamdulillah …

  36. Safrial Boneh said

    Perlu kita ketahui bahwa ka’bah di kota mekah adalah kiblat hamba dengan Tuhannya yaitu alamat pertemuan hamba dengan Tuhannya yaitulah Shalat. Tidaklah shalat namanya kalau sihamba tidak berhubungan dengan Tuhan.

  37. dian said

    Ya Allah perkenankan kami,keluarga,saudara & teman2 kami agar dpt berkunjung ke rumah-Mu ya Allah

  38. M. Basuni said

    yang utama dari semua fasilitas yang ada..yakni kemabruran ibadah hajji itu sendiri..
    kmodrenan design semoga tidak meluluhlantahkan tempat2 bersejarah dalam perjalanan hidup tauladan kita, Al-Amin Baginda RasululuLlah Kanjeng Nabi Muhammad SAW…. semoga kami dan keluarga serta kaum muslimin dan muslimat dapat menunaikan ibadah haji menuju BaituLllah…..dan memperoleh predikat hajji mabruuur………………………..amiiiiin Ya Mujibas Sailiiiin…

  39. ayip shahab said

    Assamulaikum.wr.wb…
    ijin share..Yaa Habib….

  40. Siti Nurkolisiyah, S.Pd., M.Si said

    Ya Alloh, smg Engkau memberi kesempatan hambamu beserta keluarga hamba ini bersilaturahmi ke Kota Mekah/kota Alloh. Mudahkanlah menuju ke jalan sana yaitu kota Mekah, mudahkanlah rezki kami baik material maupun kesehatan dll. Shg kami beserta kelg nanti dpt bersilaturahmi ke tempatMu Ya Alloh. Amin.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: