Hasan Husen Assagaf

♣ Hubungan Sahabat Dengan Ahlul Bait Nabi saw

Posted by HASAN HUSEN ASSAGAF pada Oktober 6, 2015

Hubungan Sahabat Dengan Ahlul Bait Nabi saw

 

Sebelumnya mari kita telaah hubungan Nabi saw dan sahabatnya

 

keturunan-page-001

Rasulallah saw menikah dengan Siti Khadijah binti Khuailid ra mendapat keturunan anak yaitu Qasim, Zainab, Abdullah, Ruqayah, Fatimah. Dan yang dari istrinya Mariyah Al-Qibthiyah, Rasulallah saw mendapat keturunan anak yaitu Ibrahim. Anak2 laki Nabi saw Qasim, Abdullah dan Ibrahim semuanya meninggal semasi kecil. Anak2 perempuannya semuanya hidup sampai berumah-tangga.

  1. Zainab puteri Nabi saw dinikahi Abul-Ash bin Ar-Rabi’ ( dari keturunan Bani Umayah). Dari perkawinan ini mendapat anak dua yaitu Ali dan Umamah. Yang Umamah dinikahi Ali bin Abi Thalib ra setelah wafatnya Fatimah ra.
  2. Ruqayah puteri Nabi saw dinikahi Ustman bin Affan ra
  3. Ummu Kalstum puteri Nabi saw dinikahi Ustman bin Affan ra setelah wafatnya Ruqayah.
  4. Fatimah puteri Nabi saw dinikahi Ali bin Abi Thalib ra. Dari perkawinan Ali dan Fatimah mendapat keturunan anak lima, yaitu Hasan, Husen, Ummu Kaltsum, Zainab dan Muhsin. Yang bernama Ummu Kalstum puteri Ali ra dinikahi Umar bin Khattab ra. 

 

Keturunan Abu Bakar Siddik ra

keturunan-page-002

Abu Bakar Siddik ra mendapat keturunan anak lima yaitu Ummu Kaltsum, Asma’, Aisyah, Abdurahman dan Muhammad.

  • Aisyah binti Abubakar ra dinikahi Nabi saw
  • Asma’ binti Abubakar ra dinikahi Zubair bin Awam ra. Dari perkawinan ini asma’ mendapat keturunan anak tiga yaitu Mus’ab, Abdullah dan Hindun. Yang Mus’ab menikah dengan Sakinah binti Husen bin Ali ra. Yang Abdullah menikah dengan Umul Hasan bin Ali bin Abi Thalib. Dan yang Hindun menikah dengan Abbas bin Abdullah bin Abbas bin Abdul Muthalib.
  • Abdurahman bin Abubakar mendapat keturunan anak tiga yaitu Muhammad, Hafshah dan Asma’. Yang Hafshah dinikahi Hasan Bin Ali bin Abi Thalib. Yang Asma dinikahi Qasim bin Muhammad bin Abubakar. Dari pernikahan Asma’ dan Qasim mendapat keturunan anak bernama Fatimah yang kemudian dinikahi Muhammad Al-Baqir bin Ali Zainal Abidin bin Husein bin Ali ra. Dari perkawinan ini mendapat keturunan anak Ja’far As-Shadiq.
  • Muhammad bin Abubakar mendapat keturunan anak satu bernama Qasim yang sudah disebut diatas menikah dengan Asma’ bin Abdurahman bin Abubakar dst.  

 

Keturunan Umar bin Khattab ra.

keturunan-page-003

Umar bin Khattab ra  mendapat keturunan anak empat yaitu Hafshah, Ashim, Ruqayah dan Zeid

  • Hafshah binti Umar ra dinikahi Nabi saw
  • Ibunya Ruqayah dan Zeid bin Umar bin Khattab adalah Ummu Kalstum bin Ali bin Abi Thalib ra.
  • Ashim bin Umar bin khattab menikah dengan anaknya Ramlah binti Ali bin Abi Thalib.   

 

Keturunan Ustman bin Affan ra

 

keturunan-page-004

Ustman bin Affan ra mendapat keturunan anak tiga yaitu Amr, Aban dan Umar

  • Amr bin Ustman bin Affan mendapat anak laki laki bernama Abdullah Al-Muthrif yang kemudian menikah dengan Fatimah binti Husen bin Ali ra setelah wafat suaminya yang pertama Hasan Al-Mustanna. Dari perkawinan ini  mendapat keturunan anak bernama Muhammad Ad-Dibaj.
  • Aban bin Ustman bin Affan menikah dengan Ummu Kalstum bin Abdullah bin Jafar At-Thayyar. Dari perkawinan ini mendapat anak bernama Marwan. Ia (Marwan) kemudian menikah dengan Umu Al-Qasim binti Hasan Al-Mustana setelah dinikahi Hasan bin Ali bin Abi Thalib.
  • Umar bin Ustman bin Affan mendapat keturunan anak laki laki bernama Zaid yang kemudian menikah dengan Sakinah binti Husen bin Ali ra  

 

Keturunan Ali bin Abi Thalib

keturunan-page-005

Sebelumnya telah disebut bahwa Ali bin Abi Thalib ra menikah dengan Fatimah puteri Nabi saw mendapat keturunan anak lima yaitu Hasan, Husen, Ummu Kaltsum, Zainab dan Muhsin.

  • Umu Kalstum binti Ali bin Abi Thalib dinikahi Umar bin Khattab ra.

Kemudian Ali bin Abi Thalib ra menikah lagi setelah wafatnya Siti Fatimah ra. Beliau mendapat keturunan anak banyak diantaranya: Abbas, Umar Al-Akbar, Fatimah, Abu Bakar, Umar Al-Ashghar, Ustman Al-Akbar, Ramlah, Umu Kalstum, Umul Hasan dan Muhammad.

  • Abbas dan Umar Al-Akbar bin Ali bin Abi Thalib ra mati syahid bersama saudaranya Husen bin Ali ra di Karbala.
  • Fatimah binti Ali bin Abi Thalib ra dinikahi Mundzir bin Obaid bin Zubair bin Awam.
  • Ramlah bin Ali bin Abi Thalib ra dinikahi Muawiyah bin Marwan bin Al-Hakam. Dari perkawinan ini mendapat keturunan anak satu perempuan yang kemudian dinikahi oleh Ashim bin Umar bin Khattab.
  • Umu Kalstum binti Ali bin Abi Thalib ra dinikahi Umar bin Khattab ra
  • Umul Hasan binti Ali bin Abi Thalib ra dinikahi Abdullah bin Zubair bin Awam.  

 

Keturunan Hasan bin Ali bin Abi Thalib ra

keturunan-page-006

Hasan bin Ali bin Abi Thalib ra mempunyai keturunan anak yaitu Umul Hasan, Abu Bakar, Umar dan Hasan Al-Mustanah

  • Umul Hasan binti Hasan bin Ali ra dinikahi Abdullah bin Zubair bin Awam.
  • Abubakar dan Umar bin Hasan bin Ali mati syahid bersama Husein bin Ali ra di Karbala.
  • Hasan Al-Mustana bin Hasan bin Ali ra mendapat keturunan anak tiga yaitu Umul Qasim, Muhammad dan Zainab. Umul Qasim binti Hasan Al-Mustana menikah dengan Marwan bin Aban bin Ustman bin Affan. Muhammad bin Hasan Al-Mustana ibunya bernama Ramlah bin Said bin Zaid (10 sahabat yang dijamin masuk surga). Dan Zainab binti Hasan Al-Mustana menikah dengan Walid bin Abdul Malik bin Marwan (dari bani Umayyah).  

 

Keturunan Husen bin Ali ra

keturunan-page-007

 

Husen bin Ali bin Abi Thalib mempunya keturunan yaitu: Ali Zainal Abidin As-Sujjad, Abu Bakar, Umar, Fatimah, Sakinah)

  • Ali Zainal Abidin As-Sujjad yaitu satu-satunya keturunan Husen bin Ali ra yang berkembang biak tidak terputus-putus sampai akhir zaman. Beliau mendapat keturunan anak tiga yaitu: Aisyah, Muhammad Al-Baqir, Umar Al-Asyraf
  • Fatimah binti Husen bin Ali ra menikah dengan Abdullah bin Amr bin Ustman bin Affan ra
  • Sakinah binti Husen bin Ali ra menikah dengan Zaid bin Umar bin Ustman bin Affan. Kemudian menikah lagi dengan Mus’ab bin Zubair bin Awam.
  • Muhammad Al-Baqir mendapat keturunan Jafar As-Shadik.. dst dst..

 

Sekarang, setelah kita mengetahui silsilah hubungan sahabat Nabi saw dengan Nabi dan Ahlul Bait, mari kita telaah siapa itu Ahlul Bait Nabi saw dan siapa itu sahabat Nabi saw?

Cinta kepada Ahlul Bait adalah hal yang wajib dan disarankan oleh agama, tidak sempurna agama seseorang jika tidak dikaitkan kecintaanya kepada Nabi saw, keluarga dan sahabatnya. Ahlul Bait Nabi saw adalah orang yang paling dekat dengan beliau, yang secara khusus dicintai, dihormati, dan dipeliharanya. Allah memuliakan mereka dan secara khusus dijaga agar tetap suci dan dijauhkan dari kekejian.

”Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu, hai ahlul bait dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya.” (al-Ahzab, 33)

Telah sama kita maklumi, Rasulullah adalah nabi dan rasul Allah kepada seluruh manusia. Keberadaan beliau merupakan rahmat bagi alam semesta. Ayat Al-Quran secara tegas menyatakan hal tersebut, “Dan kami tidak mengutus engkau (wahai Muhammad) melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi seluruh alam.” (Al-Anbiya’,: 108).

Beliau juga rasul yang paling dicintai oleh Allah dan diberi gelar Al-Habib Al-A`zham (Kekasih yang Teragung). Kecintaan Allah kepada beliau telah dibuktikan dari akhlaq beliau yang begitu luhur. Dalam ayat lain dikatakan, ”Dan sesungguhnya engkau benar-benar berbudi pekerti yang luhur.” (Al-Qalam: 4).

Tak ada yang mengingkari betapa besar jasa yang telah diberikan oleh Rasulullah saw kepada umat manusia bahkan kepada alam semesta. Dengan risalah yang Allah perintahkan untuk disampaikannya, beliau telah menunjukkan jalan yang lurus, telah mengalihkan manusia dari kegelapan menuju cahaya yang terang benderang. Beliau telah berjasa membawa umat manusia untuk mengenal Allah, Pencipta mereka.

Melalui beliaulah kita mengenal Allah dan mengenal apa yang diperintahkan Allah dan apa yang dilarang Allah. Melalui beliau pula kita mengetahui bagaimana cara-cara mendekatkan diri kepada-Nya. Bahkan, bagaimana menjalani kehidupan sehari hari dalam segala segi. Makanya kita tidak akan sanggup menghitung jasa-jasa Nabi saw yang sangat besar bagi umat manusia. Sekarang, apa balasan setimpal yang patut diberikan kepada beliau atas jasa jasa yang telah diperbuatnya dalam menyampaikan risalah?

Allah berfirman:

قُل لاَّ أَسْأَلُكُمْ عَلَيْهِ أَجْراً إِلاَّ الْمَوَدَّةَ فِي الْقُرْبَى

“Katakanlah Wahai Muhammad, aku tidak minta balasan apapun atas risalah yang aku sampaikan pada kalian kecuali kecintaan kalian terhadap keluargaku” (as-Syuro, 23)

Ayat ini menjelaskan bahwa satu-satunya balasan setimpal yang harus dipersembahkan kepada Rasulallah saw atas jasa-jasa beliau yang begitu besar dalam penyampaian risalah Allah adalah kecintaan terhadap keluarga beliau. Atau dapat pula disimpulkan bahwa kecintaan kepada mereka adalah kewajiban Ilahi sebagai balasan umat atas risalah yang telah disampaikan oleh beliau. Allah menjadikan kecintaan pada Ahlul Bait adalah jalan menuju kecintaan kepada Allah dan Rasul-Nya.

Ahlul-Bait dalam bahasa ahlu artinya ahli, penghuni, keluarga, famili atau penduduk. Sedang bait artinya rumah. Jadi ahlul bait adalah penghuni atau keluarga rumah. Dalam tradisi Islam alhul bait artinya keluarga atau sanak famili Rasulallah saw yang memiliki tali kekeluargaan dengan beliau. Banyak terjadi perbedaan penafsiran, ada yang menafsirkan ahlul bait itu adalah lima keluarga Nabi saw yang mempunyai hubungan sangat dekat dengan beliau yaitu Ali, Fatimah, Hasan, Husen dan beliau sendiri. Ada lagi yang menafsirkan ahlul bait adalah keluarga Nabi saw dalam arti luas, meliputi istri-istri dan cucu-cucunya, hingga terkadang ada yang memasukkan mertua-mertua dan menantu-menantunya.

Mereka yang menyatakan bahwa Ahlul-Bait adalah anggota keluarga Nabi saw yang dalam hadits disebutkan haram menerima zakat, seperti keluarga Ali dan Fatimah beserta putra-putra mereka (Hasan dan Husain) serta keturunan mereka. Juga keluarga Abbas bin Abdul-Muththalib, serta keluarga-keluarga Ja’far dan Aqil yang bersama Ali merupakan putra-putra Abu Thalib.

Adapun hadits yang terkuat dalam hal yang bersangkutan denga alhul Bait adalah hadits atsaqalain yang disebut dibawah ini

”Kutinggalkan di tengah kalian dua peninggalanku: Kitabullah dan keturunanku, ahlul baitku. ” (HR Muslim)

Pekembangan Ahlul Bait tidak bisa dibendung walaupun sepanjang sejarah kekuasaan Bani Umayyah dan Bani Abbasiyah mengalami penindasan luar biasa, tapi mereka tetap berkambang dan didapatkan di mana saja di seluruh dunia. Ini kemungkinan karena do’a Rasulallah saw kepada siti Fatimah putri beliau dan sayyidina Ali ra di saat pernikahan mereka yang sangat sederhana.

Doa Nabi saw adalah,”Semoga Allah memberkahi kalian berdua, memberkahi apa yang ada pada kalian berdua, membuat kalian berbahagia dan mengeluarkan dari kalian keturunan yang banyak dan baik”

Disamping kewajiban kita sebagi muslim mencinta Ahlul Bait, kita diharuskan pula mencintai para sahabat Nabi saw. Karena mereka adalah manusia manusia mulia yang hidup di zaman Nabi saw, mengenal dan melihat Nabi saw, membela Nabi saw di saat kesusahan dan kesenangan, dan mereka wafat dalam keadaan muslim.

Bahkan diantara mereka ada mempunyai hubungan karabat dengan Nabi saw misalnya empat khulafur Rasyidin, terutama Ali bin Abi Thalib ra disamping ia adalah menantu Nabi saw (menikah dengan siti Fatimah puteri Nabi saw) juga ia adalah sepupu Nabi saw. Begitu pula Utsman bin Affan yang merupakan putra dari sepupu Nabi saw yakni Arwa (putri dari bibi Nabi saw, al-Baidha’ binti Abdul Muththalib), ia juga menikah dengan dua putri Nabi saw secara bergantian yaitu Ruqayyah dan Ummu Kaltsum ra. Sedangkan Umar bin Khattab merupakan mertua Nabi saw. Beliau menikah dengan Hafshah binti Umar bin Khattab ra. Begitu pula Abu Bakar Siddiq merupakan mertua Nabi saw, karena ’Aisyah putri Abu Bakkar ra dinikahi Nabi saw.

Jelasnya, kita tidak bisa meragukan hubungan baik antara para sahabat Nabi saw dan keluarga Nabi (Ahlul bait) sebagaimana diterangkan dalam silsilah hubungan mereka diatas. Mereka semua sahabat Nabi saw yang sangat dekat hubungannya dengan Nabi saw dan Ahlul Bait. Mereka semua mencintai Nabi saw dan Ahlul Bait. Inilah salah satu alasan mengapa Nabi saw sangat mencintai para sahabatnya. Beliau tidak segan-segan memuji para sahabatnya dan menyebutnya sebagai generasi terbaik dalam sejarah Islam.

“Dari sahabat ‘Imron bin Hushain ra ia berkata. Nabi saw bersabda, ”Sebaik-sebaik generasi adalah generasiku, kemudian generasi sesudahnya lalu generasi sesudahnya”. (Shahih al-Bukhari).

Sebagai manusia tentu para sahabat Nabi saw tidak luput dari kesalahan dan terjadi antara mereka perselisihan faham bahkan sampai terjadi kekhilafan. Tapi semua ini tidak bisa dijadikan tanda kalau di antara para sahabat tidak terjalin persaudaraan yang sangat erat, tidak terjalin persahabat yang akrab, atau tidak terjalin rasa cinta antara mereka. Justru sebaliknya, jalinan persahabatan dan kecintaan atara mereka tidak putus. Berapa banyak hadits Nabi saw yang meriwayatkan indahnya pergaulan antara sahabat Nabi yang harus diteladani oleh umat Islam.

Jadi apa yang sebenarnya diajarkan oleh Ahlul Bait? Mereka mengajarkan kecintaan, persahabatan dan penghormatan yang dalam kepada para sahabat Nabi saw terutama kepada khulafa Ar-Rasyidin Abu Bakar, Umar, Utsman dan Ali ra, bukan menanamkan kebencian dan penghinaan apalagi melaknat atau mengkafirkan (al’iyadu billah).

Rasulallah saw bersabda ”Jangan kamu mencaci sababat sahabat-ku. Demi yang diriku berada di tangan-Nya, seandainya seseorang menginfakan hartanya berupa emas sebesar gunung Uhud (untuk membalas jasa jasa mereka), maka apa yang diinfakan tidak sampai bebesar mud atau setengah mud dibanding dengan jasa mereka.

Maka mari kita hindari berbantah-bantahan dan perdebatan yang tidak mengajak kepada iman. Apalagi di depan kita sudah tersedia sabda Nabi saw yang tidak mungkin diingkari lagi. Tidak ada pilihan lain kecuali kita mengimaninya dengan sepenuh hati. Janganlah kita bermental seperti ahli kitab yang mengingkari nabinya serta membangkang terhadap petunjuknya.

Wallahu’alam// Hasan Husen Assagaf

Dari beberapa sumber

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: