Hasan Husen Assagaf

♣ Perjalanan ke Kota Nabi

يا غاديا نحو الحبيب عســـــاك  تقر الســــلام إذا وصلت هناك
و عســـــاك تجري ذكر مثلي عنده فهو الشــــفاء لدائنا و لداك
و قل السلام عليك يا خير الورى من عاشق طول المدى يهواك

Wahai musafir sampaikanlah salamku kepadanya setibamu di Madinah
Mudah2an menyebutku di maqamnya karena beliau obat bagi kita semua
Katakanlah “Salam atasmu wahai sebaik baiknya manusia” dari perindu
setiap masa yang tak henti henti mencintainya

Makkah dan Madinah berjarak kurang lebih 350 km. Sudah pasti kita harus melewati desa bersejarah yang selalu dikenang umat Islam. Desa itu bernama Bader, tempat peperangan antara pasukan Muslim yang dipimpin Rasulallah dan pasukan kafir Quraish. Perang Bader terjadi ketika kafilah Quraisy melintas Madinah dengan harta rampasan milik kaum muslimin. Nabi berusaha ingin mengambil kembali barang milik mereka, namun Abu Jahal mengerahkan bala tentaranya. Perang antara Muslimin dan pasukan kafir Quraisy tak bisa terhindarkan. Perang itu terjadi di bulan Ramadhan di desa Bader yang penuh kenangan dengan membawa kemenangan yang gemilang bagi kaum muslimin. Tak lupa di tempat yang mulia itu saya dan kelauraga memanjatkan do’a dan membacakan surat fatihah bagi arwah syuhada’ Bader.

Kurang lebih jam 03.30 pagi hari Juma’at saya dan keluarga tiba di kota Rasulallah saw. Nampak dari jauh sinar lampu yang terang menderang menerangi menara-menara Masjid Nabawi dan Qubbah Rasul berwarna hijau (al-Qubbatul Khadhra’). Sementara ribuan bintang di langit berkedip kedip dan sinar bulan yang sudah hampir separuh bayangan nampak jelas di atas qubbah Rasul berwarna hijau yang diberkahi Allah. Ini yang membuat saya tenggelam ke telaga keindahan dan keberakahan Rasul saw.Sebelum menuju Masjid Nabawi, kami mencari tempat pemondokan yang tidak berjauhan letaknnya dengan Haram Nabawai kurang lebih satu kilometer.

Setelah menaroh tas-tas koper, kami bergesa-gesa berangkat ke Masjid dengan tujuan agar bisa dapat sholat di Raudhah, yaitu tempat antara mimbar dan makam Rasulallah, sesuai dengan hadistnya “ Antara rumahku (makam Nabi) dan mimbarku terdapat kebun dari kebun-kebun sorga “. Siapa gerangan diantara kita yang tidak tergiur untuk duduk di kebun surga itu?.

Dua jam sebelum shalat subuh di Masjid Nabawi, lautan manusia termasuk saya dan keluarga sudah memadati pelataran luar, mereka umumnya berada di depan pintu Masjid yang masih ditutup. Dengan suhu udara sekisar 12-15 derajat Celsius, maka hampir semua penziarah dan yang ingin shalat di Masjid itu, menggunakan pakaian hangat berupa baju-baju tebal atau jaket.

 

Tepatnya jam 04.30 pagi waktu setempat, pintu masjid baru dibuka. Begitu pintu dibuka ribuan orang berusaha keras mengejar  tempat di Raudhah agar sedapat mungkin bisa berdoa dan shalat di sana. Masjid Nabawi yang mampu menampung sekitar 500 ribu orang dengan seketika sudah mulai dipadati jamaah sekitar satu jam sebelum shalat subuh dimulai. Kemudian terdengar suara azan subuh yang dikumandangkan dari atas surau bertingkat yang dibangun terbuka berdekatan dengan mimbar Nabi. Suara azan di Masjid Nabawi itu memiliki nada khas yang tak bisa dilupakan dan membuat saya hanyut ke dalam lautan keberkahan Nabi.

 

Selesai shalat subuh, kami berziarah ke makam jungjungan Nabi Muhammad saw, yang terletak didalam Masjid. Pula disemayamkan bersama-sama beliau para sahabatnya Abubakar dan Umar. Salawat dan salam sejahtera disertai doa, bertubi tubi saya sampaikan kepada manusia termulia Muhammad bin Abdillah saw dan para sahabatnya yang benar benar  telah menjadi mengnet menyedot milyaran manusia datang untuk berziarah. Madinah tak pernah tidur menyambut para pengunjung yang datang dari seluruh pelosok permukaan bumi sepanjang tahun.

 

Tidak tahu apa yang saya harus lakukan di hadapan makam Rasulallah. Dada saya terasa sesak. Air mata berleleran di pipi. Tak mampu saya menyimpan kenangan dan keindahan makam Rasulallah. Tak kuasa saya menerima keindahan-keindahan yang mampir pada hidup saya pada saat itu. Keindahan yang saya rasai pada pagi itu dan peristiwa yang saya saksikan pada hari itu bukan semata mata peristiwa yang kebetulan, tapi itu adalah kenyataan yang membuat diri saya tidak percaya. Di luar kesadaran, saya menagis tersedu sedu sambil berdoa kepada Pencipta makhluk dengan keberkahan makhluk termulia Muhammad bin Abdillah saw, agar pada suatu saat saya dan keluarga bisa diperkenankan kembali lagi ke Madinah yang penuh keberkahan.

 

Ketika melangkah keluar masjid bersama lautan manusia, hari telah terang tanah. Matahari panas mulai mengusir dinginnya angin gunung. Kami melangkah perlahan-lahan menuju losmen pemondokan, tempat dimana kami berisirahat dan tinggal selama 3 hari.

 

Sudah barang tentu, selama tinggal di kota Nabi, saya dan rombongan tidak menyia-nyiakan kesempatan baik itu untuk berziarah ke tempat-tempat bersejerah. Karena berziarah sangat penting dalam ibadah, setidaknya dengan mengunjungi pusat-pusat kebudayaan, tempat-tempat yang berkaitan dengan agama atau bekas-bekas peninggalan Rasulallah saw. Di sana saya dan rombongan sempat berziarah ke pemakaman Baqi’ yang letaknya tidak berjauhan dengan Masjid Nabawi. Baqi’ merupakan pemakaman bersejarah bagi umat Islam. Pemakaman tsb terbuka untuk umum, tapi tempat yang mengarah ke kuburan siti Fatimah dan karabat Nabi saw tertutup. Pada tahun 80-an saya dan Almarhum Ustadz Abdurahman AlJufri (Pekojan-Jakarta) pernah memasuki makam siti Fatimah dan karabat Nabi satu persatu. Sekarang dilarang memasukinya, sehingga yang berziarah cukup berdiri dan melihat dari kejahuan untuk berdoa dan membacakan surat fatihah bagi arwah mereka.

 

Di pemakaman Baqi’ yang Rasulallah selalu menyebut Baqi’ al-Gharqad, terdapat kurang lebih 10 ribu kuburan sahabat, diantaranya kuburan Sayyidina Utsman bin Affaf yang terletak disebelah ujung pemakaman, kuburan Said al-Khudhri, kuburan Sa’ad bin Mua’dh dan kuburan syuhada’ al-harrah, pula terdapat kuburan Utsman bin Madh’un, Abdurahman bin A’uf, Sa’ad bin Abi Waqqash, Abdullah bin Masu’ud, Khunais bin Hudhafah, As’ad bin Zararah. Terdapat pula di pemakaman itu kuburan Umahatul Mu’minin (istri-istri Rasulallah saw), anak-anak dan ahli bait Rasulullah saw, Ibrahim bin Rasulullah, Fatimah al-Zahra’, Ruqayah binti Rasulallah, Hasan bin Ali bin Abi Thalib, Ali Zainal Abidin bin Husein, Muhammad al-Baqir, Ja’far as-shodik, Ali al-U’raidhi yang baru saja dipindahkan ke Baqi’ setelah kuburan dan masjidnya digusur dan dibongkar, Abbas bin Abdul Muthalib (paman Nabi), Sufyan bin al Harits, Aqil bin Abi Thalib, Abdulah bin Ja’far al-Thayyar dan masih banyak lagi yang tidak bisa disebut satu persatu.

 

Dari Baqi’ yang barakah, saya dan rombongan melanjutkan perjalanan berziarah ke gunung Uhud yang letaknya kurang lebih 15 kilomenter dari kota Madinah. Gunung yang dicintai Nabi ini, sesuai dengan hadithnya  “Uhud adalah gunung yang  kita cinatai dan mencintai kita“,  nampak anggun dan megah. Tentu di Uhud, kami terkenang dengan sebuah cerita yang amat poluler di kalangan muslimin. Hampir setiap muslim yang berziarah ke kota Madinah pasti berkunjung ke bukit Uhud mengenang peristiwa kemenangan gemilang yang lalu seketika berubah menjadi keterpurukan yang pernah dialami Rasul dan para sahabatnya. Malapetaka itu terjadi disaat komandan perang dan jago panah dari pasukan muslim yang seharusnya bertahan di bukit Uhud turun berebutan harta rampasan yang melimpah di depan mata mereka. Bahkan mereka terlibat pertengkaran dengan sesama teman seperjuangan gara-gara harta rampasan. Melihat suasana umat Islam yang mulai bertengkar berebutan harta. Maka orang kafir Makkah dibawah pimpinan Khalid bin Walid dengan mudah menyerang dari belakang bukit. Sebuah serangan balik yang tidak diduga sama sekali oleh pasukan Muslim. Tentara muslimin pun menjadi berantakan dan kacau balau sehingga Hamzah, paman Nabi, mati syahid, perutnya dirobek-robek dan jantungnya dikunyah-kunyah oleh Hindun istri Abu Sufyan. Nampak jelas dibawah kaki bukit Uhud kuburan Sayyidina Hamzah yang berdampingan dengan kuburan Abdullah bin Jahsy (puanakan Hamzah) dan Musha’b bin U’mair. Salawat dan salam serta doa dan fatihah tak lupa kami panjatkan untuk arwah syuhada’ Uhud.

Di Madinah tak lupa pula kami berziah ke beberapa peninggalan sejarah Islam seperti masjid Quba’, masjid pertama yang dibangun Rasulallah, terletak di sebelah selatan kota Madinah berjarak kurang lebih 5 kilometer dari Masjid Nabawai. di masjid Quba’ kami sholat sunat dua raka’at mengambil barakahnya Nabi. “ Rasulallah selalu sembahyang sunah dua raka’at di masjid Quba’ jika tiba dari pepergian baik berkendaraan onta atau berjalan kaki “ – hadist Bukhari Muslim dari Abdullah bin Umar ra .

 

Setelah itu kami meneruskan perjalan berziarah ke mashid Qiblatain (dua kiblat). Masjid ini dinamakan masjid Qiblatain (masjid Dua Kiblat), karena ketika Rasulallah mengimami shalat di masjid ini, tiba-tiba turun firman Allah yang memerintahkan Nabi mengubah kiblat ke Masjidil Haram di Makkah : “ Sungguh Kami sering melihat mukamu diarahkan ke langit, maka sungguh Kami akan memalingkan kamu ke kiblat yang kamu sukai. Palingkanlah mukamu ke arah Masjidil Haram dan dimana saja kamu berada palingkanlah mukamu ke aranya.”- al-Bakarah,144.  Suatu putaran sekitar 180 derajat semula kiblat kaum Muslim adalah Masjid al-Aqsa di Jerusalem, dan sejak Nabi menerima perintah Allah itu, kiblat muslimin berubah di Makkah hingga akhir zaman. Di sana kami shalat sunnah dua raka’at tabarukan atau mengambil barakah Nabi saw.

 

Masih banyak lagi masjid-masjid di Madinah yang merupakan sebagai peninggalan sejarah Islam yang patut diziarahi dan dihargai seperti Masjid al-Juma’t yang terletak di wadi Ranuna sebelah kiri dari Masjid al Quba’. Di Masjid ini Rasulallah dan sahabatnya pertama kali medirikan sholat Juma’at setelah keluar perintah Allah untuk melakukannya. Begitu pula masjid al Ghumamah, masjid al-Fath, masjid Abubakar Siddik ra, masjid Fatimah al-Zahra’, masjid Umar bin Khathab, masjid Ali bin Abi Thalib, masjid Bilal, juga tedapat bekas peninggalan perang khandak (perang Parit), dimana kaum muslimin menggali parit yang membentengi kota Madinah, dan tidak sedikit peningalan sejarah Islam di Madinah yang tidak bisa disebut satu persatu.

 

Begitu pula tempat-tempat bersejarah yang tidak begitu dikenal oleh masyarakat muslim seperti Mahbathul Wahyi (tempat turun wahyu) yang terletak di dalam Masjid Nabawi, tidak berjahuhan dengan makam Rasulallah, Mihrab Rasul, Mihrab Utsman bin Affan, Mihrab Sultan Sulaiman al-Rumi, semuanya itu terletak di dalam Masjid Nabawi. Adapun menara-menara yang sangat poluler dan dikenal penduduk kota Madinah yaitu menara Babussalam, menara Bab Utsman bin Affan dan menara Umar bin Khatthab.

 

Pada hari terakhri sebelum berangkat ke Riyadh, saya dan rombongan sempat duduk beri’tikaf di Raudhah untuk beberapa saat sambil mengarahkan pandangan kami ke arah Makam Rasulallah saw yang penuh keindahan dan keberkahan. Kemudian kami melakukan sholat sunah dua raka’at, bersalam kepada Rasulallah saw dan para sahabatnya dan mengucapkan selamat tinggal kepada beliau. Di sana sempat saya memandang makam beliau berulang kali dan dan bersyukur kepada Allah tak henti-hentinya yang mana Dia telah membawa saya dan anak istri saya ke kota yang penuh keberakahan, disertai doa semoga  kesempatan indah dan barakah ini terulang di hari-hari mendatang.

 

Kami kembali ke Riyadh pada hari Minggu dengan membawa kenangan indah penuh barakah dan rahmat Allah yang melimpah. Semoga Allah menerima niat dan amal baik kita. Amiiin

Assalamualaikum, Hasan Husen Assagaf

 

413252076097280_a002f775c1_m2076100946_aaf2471428_malbaqibaqibaqi sekarangjumahkubur ahli bait di baqimadinah th 1908madinah th 1930madineh-03madineh-11makam nabi saw madineh-47masjid abi dhar al-ghifarimasjid ali ra solat aidmasjid al-mubahalahmasjid al-syajarah. pohon yang nangismasjid miqat di jahfahmasjid qiblatainmasjid qubarumah fatimahثنية الوداع في المدينةقلعة اليهود في الخيبرمساجد سبعة المدينة

 

56 Tanggapan to “♣ Perjalanan ke Kota Nabi”

  1. Harun Musawa said

    Salam! Tulisan yang bagus –seperti tulisan2 Akh HHA sebelumnya. Tentu saja layak di-share dengan pembaca alKisah.

  2. Husein Hasan Barakwan said

    Informasi yg sangat berharga dan bermanfaat bagi kita semua. Semoga ALLAH SWT memberinya pahala dan menambah mizan hasanatnya, amin.

  3. Abdullah said

    Ass wr.wb. Wah…..,ini baru fantastis saya peminat islam abad pertengahan merasa puas heeheehee

  4. DRG. IRCHAM MACHFOEDZ, M.S. said

    Dokumen sepeti ini amat sangat berguna dan bermanfaat bagi dakwah Islamiah. Bahkan saya sedang mengumpulkan , dan saya sangat berminat insyaAllah membukukan dan menerbitkan. Saat ini beberapa akan saya cetak masuk ke buku Bimbingan Haji dari KBIH yang saya pimpin, sehingga makin banyak jamaah haji yang mengetahui hal-hal yang luar biasa ini. Buku bimbingan ini, sama sekali bukan untuk komersial. Murni dakwah Islamiah.
    Oleh karena itu saya mohon diizinkan, menyunting dan mencetak dalam buku-buku yang saya maksud, tentu akan saya sebutkan sumbernya ini.

  5. subhan fauzi said

    saya sangat terkesan dengan gambar-gambar ini dan dapat menambah mahabbah terhadap baginda Rasulullah saw

  6. Allah Yubarik Fiik. Foto-fotonya yang sangat antik :, ana rada-rada tertegun dan terkagum-kagum setelah melihatnya, Precious!. Semoga dapat menambah Iman Islam kita🙂

  7. Agus Kamal said

    Subhanallah, Almahdulillah, Allahuakbar semoga media ini akan membawa serta dapat membantu kita menjaga Islam dan memeliharanya.

  8. smasaski said

    alhamdulillah bisa melihat gambar ini

  9. Abd Faqih said

    SUBHANALLAH SUBHANALLAH….

  10. oki yosi said

    Wahai Nabi akhir zaman beri saya syafaat kelak di Akhirat

  11. Iyed said

    Subhanallah

    wahai saudara saudariku kita mendo’akan manusia yang membuat blog ini begitu indah dan sangat bergua bagi kita

    Ya Allah ya Rabb ampunilah dosa saudaraku ini dan kaluarganya, lindungi beliau dari kejahatan baik manusia maupun jin baik siang maupun malam, ridhoi beliau, keluarga dan keturunannya, sesungguhnya engkau tidak menyalahi janji ya Rabb, ya Aziz ya Gaffur ya Rabbal Alamin undanglah kami untuk datang ke rumahMu tanah haramMu dan kota kekasihMu, Amin

    Allahumma shoalli ala Muhammad

  12. Alhamdulillah sy msh dikasih kesempatan melihat peninggalan2 islam, trimakasih kepada Allah SWT dan HHA.

  13. Hamdi Zen Alhadi said

    Assalamualaikum Wr. Wb.
    Alhamdulillah serta sholawat dan salam kepada junjungan
    Nabi muhammad beserta keluarganya yg suci dan para sahabatnya
    yang setia,
    atas web Al habib Hasan yg sarat atas informasi sejarah, figih dan lain lain nya yang menyangkut keagamaan, memang sangat di perlukan oleh bangsa indonesia sat ini, syukron habib, jazakallahu khairon jazaa.
    Al faqir ila rohmati Robbihi Alhadi
    Muhammad hamdi bin Zein Alhadi

  14. Abu Faidh said

    Ass. wr. Wb

    SubhanalLah, tertegun ana melihat website ini, Syukron syekh, Semoga menjadikan amal ibadah buat Syekh yang tidak terputus karena memberi “ilmu yang bermanfaat…” kepada umat manusia. syabas, tahniah dari bumi Malaysia.

    Boleh kita berkenalan, alamat email ana : abufaidh@yahoo.com.my

  15. Novel Al Mutahar said

    Assalamualaikum, ana kagum dan salut sama antum yang mau memperlihatkan foto foto bersejarah, jarang sekali yang memiliki foto foto tersebut. mudah mudahan yang masuk ke situs ini menjadi tambah iman dan ketakwaannya..amin.

  16. barang siapa yang melihat foto AULIA’LILLAH/sejarah Beliau terus dia sampai senang dan takjud,,,,maka hari itu pula dia mendapatkan pahala……..

  17. Assalamualaikum,barang siapa yang melihat foto AULIA’LILLAH/sejarah Beliau terus dia sampai senang dan takjud,,,,maka hari itu pula dia mendapatkan pahala……..

  18. al4mien said

    Assalamu’alaikum

    Bib, ana minta ijin copy paste di blog ana ya bib, syukron sebelumnya….

  19. risdianto said

    MasyaAllah, Terimakasih buat habib Hasan Husen Assegaf..sangat menggugah semangat keislaman ane. mudah2an bermanfaat sebagai bagian syiar islam, Syukron bib.

  20. ma`ruf said

    al hamdulillah…dengan rahmat dan karuniahnya …. Thank to ALLAH SWT and saudara ku Habib Hasan Husen Assegaf…untuk memberikan kenangan ini…

  21. Rudiana said

    Subhanallah, ini situs yang hebat. Amin.

  22. wahyu nugroho said

    subhannallah,bib ini web bagus banget dan alhamdulillah ini sangat bermanfaat sekali bagi saya,dan teman-teman ana.amin

  23. Subhannallah, alhamdulillah foto foto ini sangat indah sekali, trimakasih Abah Habib Hasan Husen Assagaf.

  24. Azif Rayani said

    Masya ALLAh, terbayangkan suasana 100 tahun lalu.

  25. Muliyadi said

    Subhanallah…
    Alhamdulillah, telah digunakan penglihatan untuk melihat yang diridhoi…

  26. adjie said

    Assalamualaikum
    Maha suci Allah yang menggenggam dunia seisinya…..
    Alhamdulillah bertambah lagi nikmat yg saya terima, terima kasih ustd Hasan asegaf, mohon izin untuk men-download foto2 anda dan saya sebarkan ke teman2,
    wass

  27. subhanallah

  28. rudy said

    alhamdulillah moga moaga ana bisa berkumpul dgn rasullullah amin

  29. anjarpratiwi said

    semakin rindu kepada Nya…..mudahan bisa menjajakan kaki k sana,amin…

  30. fatimatuz said

    subhanallah….!!!ternyata masih banyak peninggalan yng bersejarah bagi umat muslim….!!!nie bisa membuat kt bersemangat dalam karunia yang telah ada di dunia…
    I LOVE ALLAH….
    I LOVE RASULULLAH…
    i always remember with you…

  31. Jamil said

    ALLAHUAKBAR..,
    SUBHANALLOH.,

  32. mazerang dahlan said

    subhaanallah,makkah dan madinah tidak ada saingannya serta tandingannya sampai akhir zaman…..amin.

  33. abdus syukur said

    subhanallah sungguh perjalanan sejaran yang menakjubkan dan mengesankan jiwa muslim di seluru dunia

  34. syukron akhi….atas informasinya, jarang loh orang banten yang kretif macam antum….

  35. Irwan Gibran said

    SUBHANALLAH takterlintas ada blog yang spserti ini,… boleh tahu Bantennya dimana….

  36. Izal said

    Assalamualaikum wrwb
    Subhanallah..syukron Bib…
    Ana izin copas

    Barokallahu fikum

  37. aminullah said

    alhamdulillah, saya senang sekali hari ini: bertemu dengan foto kubur nabi yang lebih meyakinkan, karena foto2 yang beredar dipasar ternyata palsu. saya sudah lama mencari2nya. ketika umrah pun saya tidak dapat melihatnya karena pemerintah saudi telah memasang penghalang berlapis.
    tapi sejujurnya saya tidak bisa percaya 100%, karena foto di atas berukuran kecil dan agak gelap. mohon jika teman2 ada yang punya, emel ke saya: aminullah_ak@yahoo.co.id

  38. kimmy arkaan said

    bsa krim ke email sya gmbr2 ini..

  39. muhamad toyib said

    Subhanallah indahnya kapan saya bisa menginjakan kaki ke sana ya

  40. doa sangat berharga sekali

  41. ijab said

    masya allah tabarakallah

  42. ernawati said

    Subhanallah……..info penuh manfaat dan penuh berkah bagi km,utk menambah kecintaan kt pada junjungan dan penghulu kt Rasulullah SAW.Amin.

  43. alhamdulillah masih banyak kaum2 muda islam indonesia,yang sangat besar kecintaannya kpd baginda alam yaitu…Nabiyulllah muhammad saw.

  44. Haedir said

    mohon ijinnya untuk di share…

  45. Alhamdulillah masih banyak yang mau mengangkat kembali Kekuatan Islam.Allahu Akbar maju trus saudaraku……mohon izin copas

  46. Zakiah Alatas said

    Labbaik Allahummaa labbaik,ya Allah semoga saya tahun ini bisa ziarah lagi ke makam Kekasih Engkau ,Rasullullah SAW,amiiiiin

  47. Ya Allah Ya Rasulullah… Hamba Sangat merindukan Mu…..

  48. Ika said

    Wah bgz yach semua yg di ciptaka ALLAH S.A.W

  49. ya allah mahabesar engkau telah menciptakan segala yg ada didunia dan bumi ini

  50. Zein said

    mohon izin share, salam🙂

  51. Masya Allah semoga kami sekeluarga dapat menyaksikan dan beribadah disana..bib mohon ijin ngopy potonya

  52. terpesona aku melihat nya.

  53. […] ♣ Foto Foto Nostalgia Kota Nabi […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: