Hasan Husen Assagaf

Posts Tagged ‘ramadhan’

Ya Allah

Posted by HASAN HUSEN ASSAGAF pada September 26, 2008

Oleh: Hasan Husen Assagaf

 

Kita sudah hampir mencapai puncak terakhir dari bulan Ramadhan. Dan di puncaknya kita dapatkan pembebasan dari api neraka. Pada malam-malam terakhir para malaikat turun dari langit untuk menaburkan kasih sayang Allah kepada hambanya dan menyampaikan salam kepada kaum beriman sampai terbit fajar. Itulah Lailatul Qadad

 

Lailatul Qadar adalah malam kebesaran Allah, malam keagungan Nya, malam pengampunan Nya, malam yang dimiliki Nya untuk memberi maaf dan dan kasih sayang kepada hamba Nya, para pembuat dosa.

 

Di langit ada kerajaan yang sangat besar yang mengatur dan mencatat segala amal manusai di bumi. Ketika para malaikat melihat kitab catatan amal manusia, mereka iri dengan amal yang hanya khusus dilakukan penduduk bumi di malam-malam Lailatul Qadar. Malaikat pun tidak ada yang dapat menirunya. Salah satu di antaranya adalah rintihan para pembuat dosa. Allah berfirman dalam hadist , ”Aku lebih suka mendengarkan rintihan para pembuat dosa ketimbang gemuruh suara tasbih. Karena gemuruh suara tasbih hanya menyentuh kebesaran Kami, sedangkan rintihan para pembuat dosa menyentuh kasih sayang Kami.”

 

YA ALLAH, kami datang mengemis dihadapan pintu Mu.

 

YA ALLAH, kami datang dengan deraian air mata, merenge dan memohon kasih sayang dan pengampunan Mu.

 

YA ALLAH, jika pada bulan yang mulia ini, Engkau hanya menyayangi orang-orang yang mengikhlaskan shiam dan qiyam nya, maka siapa lagi yang menyayangi kami yang tenggelam dalam dosa dan kemaksiatannya.

 

YA ALLAH, jika Engkau hanya mengasihi orang-orang yang menaati-Mu, siapa yang akan mengasihi kami yang berlepotan dengan dosa dan maksiat.

 

YA ALLAH, jika Engkau hanya menerima orang-orang yang tekun beramal, maka siapa yang akan menerima orang-orang yang malas.

 

YA ALLAH, beruntunglah orang-orang yang berpuasa dengan sebenarnya. Berbahagialah orang-orang yang shalat malam dengan sebaik-baiknya. Selamatlah orang-orang yang beragama dengan tulus. Sedangkan kami adalah hamba-hamba-Mu yang hanya berbuat dosa. Sayangilah kami dengan kasih-Mu. Bebaskan kami dari api neraka dengan ampunan-Mu. Ampunilah dosa-dosa kami dengan kasih-sayang-Mu. Wahai Yang Paling Penyayang dari semua yang Menyayangi.

 

YA ALLAH,.. tuangkanlah kesabaran atas diri kami, dan kokohkanlah pendirian kami dan tolonglah kami terhadap orang orang kafir.

 

YA ALLAH,.. janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah.

 

YA ALLAH,.. janganlah Engkau bebankan kepada kami baban yang berat sebagaiman Engkau bebankan kepada orang orang yang sebelum kami.

 

YA ALLAH,.. janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri maaflah kami, ampunilah kami, dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir.

 

YA ALLAH,.. ampunilah dosa-dosa kami dan tindakan-tindakan kami yang berlebih lebihan dalam urusan kami, dan tetapkanlah pendirian kami dan tolonglah kami terhadap kaum yang kafir.

 

YA ALLAH, janganlah Engkau jadikan kami sasaran fitnah bagi orang-orang kafir. Dan ampunilah kami Ya ALLAH, Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

 

YA ALLAH,.. jangalah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi Engkau, karena susungguhnya Engkaulah Maha Pemberi Karunia.

 

YA ALLAH,.. kami telah beriman, maka ampunilah kami dan berilah kami rahmat dan Engkau adalah Pemberi Rahmat Yang Paling Baik.

 

YA ALLAH,.. sempurnakanlah bagi kami cahaya kami dan ampunilah kami, sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.

 

YA ALLAH,.. terimalah daripada kami amalan kami, sesungguhnya Engkaulah yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

YA ALLAH,.. sesungguhnya kami telah beriman, maka ampunilah segala dosa kami dan peliharalah kami dari siksaan neraka.

 

YA ALLAH,.. berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksaan neraka.

 

YA ALLAH,.. jauhkan azab jahannam dari kami, sesungguhnya azabnya itu adalah kebinasaan yang kekal.

 

YA ALLAH,.. kami telah menganiaya diri kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya pastilah kami termasuk orang-orang yang merugi.

 

YA ALLAH,.. anugrahkanlah kepada kami, istri-istri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati kami dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa.

 

YA ALLAH,.. kami telah beriman kepada apa yang telah Engkau turunkan dan telah kami ikuti rasul, karena itu masukanlah kami ke dalam golongan orang-orang yang menjadi saksi.

 

YA ALLAH,.. sesungguhnya barang siapa yang Engkau masukan ke dalam neraka, maka sungguh telah Engkau hinakan ia, dan tidak ada bagi orang-orang yang zalim seorang penolongpun.

 

YA ALLAH,.. berilah kami apa yang telah Engkau jadikan kepada kami dengan perantaraan rasul-rasul Engkau. Dan janganlah Engkau hinakan kami di hari kiamat. Sesungguhnya Engkau tidak menyalahi janji.

 

YA ALLAH,.. beri apunlah aku dan kedua ibu bapaku dan sekalian orang-orang mu’min pada hari terjadinya hisab.

 

YA ALLAH,.. berikanlah rahmat kepada kami dari sisi Mu dan sempurnakanlah bagi kami petunjuk yang lurus dalam urusan kami.

 

YA ALLAH,.. jadikanlah aku dan anak cucuku orang-orang yang tetap mendirikan sholat.

 

YA ALLAH, perkenankanlah doaku.

 

Selawat dan salam Mu atas junjungan Nabi Muhammad, keluarga-nya dan para sahabat-nya.

 

Amin.

 

Iklan

Posted in Ya Allah | Dengan kaitkata: , , , , , , , , , | Leave a Comment »

Lailatul Qadar

Posted by HASAN HUSEN ASSAGAF pada September 17, 2008

Oleh: Hasan Husen Assagaf

 

DIRIWATKAN bahwa Rasulallah sedang duduk i’tikaf (berdiam di masjid) semalam suntuk, di hari hari terakhir bulan Ramadan. Para sahabat tidak sedikit yang mengikuti apa yang di lakukan Nabi. Beliau berdiri salat mereka juga salat. Saat itu langit mendung tidak berbintang. Angin pun meniup tubuh sahabat Rasulallah saw yang memenuhi masjid. Menurut sebuah riwayat malam itu malam ke 27 Ramadhan.

 

Di saat Rasulallah saw dan para sahabat sujud, tiba tiba hujan turun cukup deras. Masjid yang tidak beratap itu menjadi tergenang air hujan. Salah seorang sahabat ada yang ingin membatalkan solatnya. Dia bermaksud ingin berteduh dan lari dari shof. Tapi niat itu digagalkan karena dia melihat Rasulallah dan sahabat lainnya tetap sujud dengan khusyuk tidak bergerak. Air hujan pun makin menggenangi masjid dan membasahi seluruh tubuh Rasulallah saw. Akan tetapi Rasulallah saw dan para sahabat tetap sujud.

 

Beliau basah kuyup dalam sujud. Namun sama sekali tidak bergerak. Seolah olah beliau sedang asyik masuk ke dalam suatu alam yang melupakan segala galanya. Beliau sedang masuk ke alam keindahan. Beliau sedang diliputi oleh cahaya Ilahi. Beliau takut keindahan yang beliau saksikan ini akan hilang jika beliau bergerak dari sujudnya. Beliau takut cahaya itu akan hilang jika beliau mengangkat kepalanya. Beliau terpaku lama sekali di dalam sujudnya. Beberapa sahabat ada yang tidak kuat menggigil kedinginan. Ketika Rasulallah saw mengangkat kepala dan mengakhiri shalatnya, hujan pun terhenti seketika.

 

Anas bin Malik, sahabat Rasulallah, bangun dari duduknya dan berlari ingin mengambil pakaian kering untuk Rasulallah. Tapi belau pun menghalanginya dan berkata “Jangan, biarlah kita sama sama basah, nanti juga pakaian kita akan kering sendiri”. Anas pun duduk kembali dan mendengarkan dengan seksama cerita Rasulallah mengapa beliau begitu lama bersujud.

 

Ketika Rasulallah bersujud, dan disaat hujan mulai turun, disaat itu pula malaikat dibawah pimpin Jibril as turun dalam keindahan dan bentuk aslinya. Mereka berbaris rapih dan suara gemuruh tasbih dan tahmid mereka bergema di langit dan di bumi dan alam semesta dipenuhi dengan cahaya ilahi. Inilah yang membuat Rasulallah saw terpaku menyaksikan keindahan dan cahaya yang sama sekali tidak pernah dilihat oleh mata. Gema tasbih dan tahmid malaikat yang tak pernah didengar oleh telinga dan suasana yang tidak pernah bisa dibayangkan oleh pikiran manusia.

 

Itulah Laillatul qadar. Tahukan kamu, apakah lailatul qadar? Lailatul qadar yang sesaat itu saja lebih baik ketimbang seribu bulan. Di malam itu, malaikat dan Jibril turun atas izin Tuhan. Mereka menebarkan kedamaian, keselamatan, kesejahteraan, dan mengatur segala urusan. Mereka menyampaikan “salam” sampai terbit fajar ke seluruh semesta alam. (QS Al Qadar).

Sekarang kita sudah hampir mencapai puncak terakhir dari bulan Ramadhan. Dan di puncaknya kita dapatkan pembebasan dari api neraka. Pada malam-malam terakhir para malaikat turun dari langit untuk menaburkan kasih sayang Allah kepada hambanya dan menyampaikan salam kepada kaum beriman sampai terbit fajar. Itulah Lailatul Qadad

 

Lailatul Qadar adalah malam kebesaran Allah, malam keagungan Nya, malam pengampunan Nya, malam yang dimiliki Nya untuk memberi maaf dan dan kasih sayang kepada hamba Nya, para pembuat dosa.

 

Di langit ada kerajaan yang sangat besar yang mengatur dan mencatat segala amal manusai di bumi. Ketika para malaikat melihat kitab catatan amal manusia, mereka iri dengan amal yang hanya khusus dilakukan penduduk bumi di malam-malam Lailatul Qadar. Malaikat pun tidak ada yang dapat menirunya. Salah satu di antaranya adalah rintihan para pembuat dosa. Allah berfirman dalam hadist , ”Aku lebih suka mendengarkan rintihan para pembuat dosa ketimbang gemuruh suara tasbih. Karena gemuruh suara tasbih hanya menyentuh kebesaran Kami, sedangkan rintihan para pembuat dosa menyentuh kasih sayang Kami.”

 

YA ALLAH, kami datang mengemis dihadapan pintu Mu.

 

YA ALLAH, kami datang dengan deraian air mata, merenge dan memohon kasih sayang dan pengampunan Mu.

 

YA ALLAH, jika pada bulan yang mulia ini, Engkau hanya menyayangi orang-orang yang mengikhlaskan shiam dan qiyam nya, maka siapa lagi yang menyayangi kami yang tenggelam dalam dosa dan kemaksiatannya.

 

YA ALLAH, jika Engkau hanya mengasihi orang-orang yang menaati-Mu, siapa yang akan mengasihi kami yang berlepotan dengan dosa dan maksiat.

 

YA ALLAH, jika Engkau hanya menerima orang-orang yang tekun beramal, maka siapa yang akan menerima orang-orang yang malas.

 

YA ALLAH, beruntunglah orang-orang yang berpuasa dengan sebenarnya. Berbahagialah orang-orang yang shalat malam dengan sebaik-baiknya. Selamatlah orang-orang yang beragama dengan tulus. Sedangkan kami adalah hamba-hamba-Mu yang hanya berbuat dosa. Sayangilah kami dengan kasih-Mu. Bebaskan kami dari api neraka dengan ampunan-Mu. Ampunilah dosa-dosa kami dengan kasih-sayang-Mu. Wahai Yang Paling Penyayang dari semua yang Menyayangi.

 

YA ALLAH,.. tuangkanlah kesabaran atas diri kami, dan kokohkanlah pendirian kami dan tolonglah kami terhadap orang orang kafir.

 

YA ALLAH,.. janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah.

 

YA ALLAH,.. janganlah Engkau bebankan kepada kami baban yang berat sebagaiman Engkau bebankan kepada orang orang yang sebelum kami.

 

YA ALLAH,.. janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri maaflah kami, ampunilah kami, dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir.

 

YA ALLAH,.. ampunilah dosa-dosa kami dan tindakan-tindakan kami yang berlebih lebihan dalam urusan kami, dan tetapkanlah pendirian kami dan tolonglah kami terhadap kaum yang kafir.

 

YA ALLAH, janganlah Engkau jadikan kami sasaran fitnah bagi orang-orang kafir. Dan ampunilah kami Ya ALLAH, Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

 

YA ALLAH,.. jangalah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi Engkau, karena susungguhnya Engkaulah Maha Pemberi Karunia.

 

YA ALLAH,.. kami telah beriman, maka ampunilah kami dan berilah kami rahmat dan Engkau adalah Pemberi Rahmat Yang Paling Baik.

 

YA ALLAH,.. sempurnakanlah bagi kami cahaya kami dan ampunilah kami, sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.

 

YA ALLAH,.. terimalah daripada kami amalan kami, sesungguhnya Engkaulah yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

YA ALLAH,.. sesungguhnya kami telah beriman, maka ampunilah segala dosa kami dan peliharalah kami dari siksaan neraka.

 

YA ALLAH,.. berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksaan neraka.

 

YA ALLAH,.. jauhkan azab jahannam dari kami, sesungguhnya azabnya itu adalah kebinasaan yang kekal.

 

YA ALLAH,.. kami telah menganiaya diri kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya pastilah kami termasuk orang-orang yang merugi.

 

YA ALLAH,.. anugrahkanlah kepada kami, istri-istri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati kami dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa.

 

YA ALLAH,.. kami telah beriman kepada apa yang telah Engkau turunkan dan telah kami ikuti rasul, karena itu masukanlah kami ke dalam golongan orang-orang yang menjadi saksi.

 

YA ALLAH,.. sesungguhnya barang siapa yang Engkau masukan ke dalam neraka, maka sungguh telah Engkau hinakan ia, dan tidak ada bagi orang-orang yang zalim seorang penolongpun.

 

YA ALLAH,.. berilah kami apa yang telah Engkau jadikan kepada kami dengan perantaraan rasul-rasul Engkau. Dan janganlah Engkau hinakan kami di hari kiamat. Sesungguhnya Engkau tidak menyalahi janji.

 

YA ALLAH,.. beri apunlah aku dan kedua ibu bapaku dan sekalian orang-orang mu’min pada hari terjadinya hisab.

 

YA ALLAH,.. berikanlah rahmat kepada kami dari sisi Mu dan sempurnakanlah bagi kami petunjuk yang lurus dalam urusan kami.

 

YA ALLAH,.. jadikanlah aku dan anak cucuku orang-orang yang tetap mendirikan sholat.

 

YA ALLAH, perkenankanlah doaku.

 

Selawat dan salam Mu atas junjungan Nabi Muhammad, keluarga-nya dan para sahabat-nya.

 

Amin.

 

Wallau’alam

Posted in Lailatul Qadar | Dengan kaitkata: , , , , , , , , , , , | 25 Comments »

♣ Marhaban Ya Ramadhan

Posted by HASAN HUSEN ASSAGAF pada Agustus 31, 2008

 Oleh: Hasan Husen Assagaf

 

TIDAK terasa bulan yang penuh rahmat hadir lagi bersama-sama kita. Aneka ragam dalam menyambutnya. Semuanya bisa diterima dan dibenarkan, tapi yang paling pas dijadikan teladan dalam menyambut dan mengisi bulan Ramadhon adalah Rasulallah saw, para sahabatnya dan salafus sholih. Dalam menyabut bulan yang penuh pengampunan ini, Rasulallah saw suatu hari di akhir bulan Sya’ban bersabda:

 

“Wahai semua manusia, telah datang kepadamu bulan yang agug, penuh keberkahan, didalamnya terdapat satu malam yang lebih baik dari seribu bulan. Diwajibkan padanya puasa dan dianjurkan untuk menghidupkan malam-malamya. Siapa yang mengerjakan satu kebaikan (sunah) pada bulan ini, seolah-olah ia mengerjakan satu kewajiban dibulan-bulan lain. Siapa yang mengerjakan ibadah wajib seakan-akan mengerjakan tujuh puluh kali kewajiban di bulan-bulan lain “ (Sahih Muslim dari Salman).

 

Terdengar lagi sambutan “Marhaban ya Ramadhan”. Dalam bahasa Arab, marhaban berasal dari kata rahb yang artinya luas,lebar dan lapang. Kaya ada tamu penting mau datang, tentu saja kita siapkan tempat yang luas, lebar, bagus dan lapang agar tamu itu betah dan senang tinggal di rumah kita, karena kita juga senang dengan kedatangannya. Itu artinya kita harus meluaskan hati dan melapangkan dada dalam menyambut bulan Ramadhan sehingga ibadah dan kegiatan Ramadhan yang kelihatannya berat bagi kita akan terasa enteng.

 

Coba bayangkan, mendekati bulan Ramadhan saja kita sudah diminta untuk menyabutnya dengan suka cita, dengan gembira dan semangat, karena ada sesuatu atau oleh-oleh yang diharapkan dari tamu yang datang itu. oleh-olehnya yaitu surga. Kalau menyambut bulan puasa dengan gembira merupakan satu tanda masuk surga, apalagi mengerjakan ibadah di bulan ini dengan baik.

 

Tapi tunggu dulu. Sebab banyak orang yang kalau sudah habis bulan ramadhan habis pula tugasnya dan habis semua ibadah dan kegiatan lainya yang telah dilakukan selama sebulan. Kalau ingin mengetahui ibadah dan amal kita makbul atau diterima Allah di bulan Ramadhan dan kita telah mendapatkan sertifikat masuk surga kita harus buktikan lebih dahulu keberhasilan dan kesuksesan ibadah tersebut dengan meningkatkan amal soleh di bulan bulan yang lain.

 

Mestinya, setelah lewat Ramadhan, kita tidak lagi melakukan ma’siat dan dosa-dosa, apalagi secara harfiah Ramadh artinya dalam bahasa Arab membakar, yakni membakar dosa. Kalau dosa itu diibaratkan kaya pohon singkong, maka kalau sudah dibakar, pohon singkong itu mati dan tidak mungkin bisa tumbuh lagi. Begitu pula ma’siat dan dosa-dosa di bulan Ramadhan dibakar hangus, seharusnya tidak boleh ma’siat dan dosa-dosa dilakukan lagi dibulan bulan yang lain. Nah, kalau ma’siat dan dosa-dosa itu masih juga dikerjakan dan diperbuat di bulan-bulan yang lain setelah Ramadhan berlalu, ini sama saja dengan pohon singkong bukan dibakar tapi ditebang. Pohon singkong kalo ditebang dia akan tumbuh lagi, bahkan bukan satu cabang yang tumbuh tapi bercabang cabang. Begitu kan?

 

Waktu puasa, kita diajarin jujur tidak boleh curang, sehingga kita tidak berani makan atau minum meskipun tidak ada orang yang lihat. Itu kita lakukan melulu untuk Allah dan karena Allah. Kita betul belul yakin Allah mengetahui perbuatan kita, makanya kita dalam puasa selalu mengawasi diri kita dan selalu bersifat jujur kepada Allah dan diri kita sendiri. Inilah kejujuran yang sesungguhnya. Karna itu, setelah habis bulan puasa harus mampu menjadi orang-orang yang selalu berlaku jujur, baik jujur dalam perkataan, dalam tindakan, dan kelakuan bahkan dalam mu’amalat sesama manusia pula harus jujur. Ini namanya hikmah yang bisa diambil dari puasa.

 

Puasa bukan hanya menahan lapar dan haus, tapi kita harus bisa pula mengambil hikmah dari lapar dan haus itu, yaitu kita harus memiliki jiwa solider kepada mereka yang menderita dan kesusahan dan harus mempunyai rasa iba kepada fakir miskin dan anak anak yatim. Yaitu dengan memberi sebagian kecil dari harta kita (zakat mal atau zakat fitr) kepada mereka. Dan rasa solider ini bukan hanya nongol di bulan puasa, tapi kita harus selalu menjadi manusia yang solider dan mencintai sesama muslim kapan waktu saja.

 

Yang lebih pening dari itu, Ramadhan merupakan waktu paling tepat untuk melatih diri atau merobah akhlak buruk (penyakit) yang sudah berkarat dan mendarah daging di diri kita. Merobah akhlak buruk susahnya bukan main, apalagi kalo akhlak jelek itu sudah mengakar dan sudah tidak terkontrol. Pada saat itu akhlak jelek itu bukan lagi merupakan cacat, tapi ini sungguh sungguh telah menjadi mala petaka dan mushibah.

 

Setiap orang pasti memiliki segudang akhlak jelek dari mulai maki-maki, bohong, certain orang, sombong, nipu, maling, apalagi koropsi yang sudah jadi budaya kita dll sampai ke usil, nyindir, mau tahu urusan orang, fudhul, suu’ dhon (buruk sangka), ghurur (berbangga diri), dll.

 

Di bulan suci ini merupakan kesempatan yang paling tepat dan bagus untuk merobah akhlak jelek itu. Dan Ramadhan merupakan sekolah atau privat les yang bisa membuat manusia secara berangsur angsur merobah watak dan akhlak jeleknya atau sekurang-kurangnya sadar dan eling akan akhlak buruknya.

 

Saya rasa masih banyak hikmah-hikmah puasa yang kita bisa dapatkan dan temukan dan yang sangat penitng adalah kita harus banyak belajar dari Ramadhan dan mengambil hikmahnya supaya bisa diterapkan di bulan bulan yang lain bukan hanya di bulan puasa tok.

 

 

Salam Ramadhan.

 

Wallahu’alam

Posted in Marhaban Ya Ramadhan | Dengan kaitkata: , , , , , , , , , , , | 1 Comment »

♣ Amiin, sabda Nabi

Posted by HASAN HUSEN ASSAGAF pada Agustus 30, 2008

 

 

Ibnu Hibban dalam shahihnya meriwatkan bahwa Abi Hurairah ra berkata: Pernah Rasulallah saw naik ke mimbar dan berkata, “Amiin“ sebanyak tiga kali. Setelah khutbah seorang sahabat bertanya “Wahai Rasulallah, kenapa engkau berkata amin tiga kali di saat naik ke mimbar?” Rasulallah saw menjelaskan bahwa Jibril datang kepadanya dan berkata:
 
“Sungguh sial bagi siapa yang datang kepadanya bulan Ramadhan, tapi tidak
diampuni dosanya” Lalu beliau menjawab “AMIIN“
 
“Sungguh sial bagi siapa yang mendapatkan kedua orang tuanya atau salah satu dari mereka semasa hidupnya tapi tidak berbuat baik kepada mereka” Lalu beliau menjawab lagi “AMIIN“
 
“Sungguh sial bagi siapa yang mendengar namamu disebut dihadapanya, tapi
tidak berselawat atasmu” Beliaupun menjawab lagi “AMIIN “
 
Menjelang datangnya bulan suci Ramadhan, tak lupa saya sekeluarga
mengucapkan:

 
”Selamat berpuasa semoga Allah mengampuni dosa dosa kita dan mengembalikan hari hariNya yang indah kepada

kita dan ummat Islam dengan keberkahan,

kebaikan dan kemenangan.”

Amiin
 
Mohon maaf jika terdapat kelepatan. 

 

Salam dari kota Nabi

Hasan Husen Assagaf

 

 

 

 

Posted in Amiin, sabda Nabi | Dengan kaitkata: , , , , , , , , , , , , , | 2 Comments »

Jadwal Imsakiyah Ramadhan 1430/2009

Posted by HASAN HUSEN ASSAGAF pada Agustus 17, 2008

jadwal_imsakiyah_ramadhan_1430_pakarfisika_jakarta

Posted in Jadwal Imsakiyah Ramadhan 2008 | Dengan kaitkata: , , , , , , , , , , , , | 7 Comments »